MALAM PERTAMA SEORANG KHAFIDHOH

MALAM PERTAMA SEORANG KHAFIDHOH
Masa liburan


__ADS_3

Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka sampai ke tujuan,Arfan memarkirkan mobilnya di halaman pesantren,setelah sampai ibu dan Zulfa tetap berada di mobil sementara ayah Zulfa dan Arfan yang turun menemui pengurus pesantren untuk meminta ijin untuk survey area pesantren.


"Assalamualaikum...."Ayah Zulfa menemui Pak Satpam yang berjaga di pos.


"Wa'alaikumsalam...." Pak Satpam menjawab salam dari ayah Zulfa dan Arfan....ada yang bisa saya bantu?tanya pak satpam dengan ramah.


"Iya Pak...kami mau meminta ijin melakukan survey pesantren untuk adik saya"ucap Arfan.


"Oh Baik...silahkan Bapak masuk saja ke ruang pengurus,ruangannya ada di sebelah timur Masjid Pondok,nanti bapak akan dipandu untuk melihat-lihat semua yang bagian ruangan yang ada di pesantren ini."ucap pak satpam.


"Baik... Terimakasih pak atas bantuannya"ucap ayah Zulfa dan Arfan.


" Arfan memanggil Zulfa dan ibunya untuk turun dan mengikuti Arfan dan juga ayahnya masuk ke pesantren"


"Setelah bertemu dengan pengurus pesantren,mereka diajak berkeliling ke seluruh area pesantren"


"Survey Pesantren pun selesai,Zulfa langsung memantapkan pilihannya untuk mondok di pesantren ini,ia merasa cocok dan nyaman setelah mengetahui keadaan pesantren ini.


"Ayah...ibu,kita sudah tidak perlu melakukan survey ke pesantren lain,Zulfa sudah matap mau mondok di pesantren ini"ucap Zulfa kepada Ayah dan ibunya.


"Ayah juga setuju kalau kamu mau mondok di sini,pondoknya bersih dan fasilitasnya juga cukup lengkap,"timpa ayah Zulfa....ibu dan Arfan menganggukkan kepala mereka tanda mereka sependapat dengan perkataan ayah.


"Sebelum pulang mereka menyempatkan untuk mampir ke pantai untuk jalan-jalan,di pantai mereka makan bekal yang telah dibawa dari rumah,setelah makan mereka berjalan-jalan sambil sesekali berfoto,Zulfa dan Arfan bermain kejar-kejaran sambil melemparkan kepalan pasir basah sambil tertawa lepas begitu bahagianya,itu adalah kenangan yang akan selalu membekas dalam ingatan, saat-saat indah menghabiskan waktu bersama keluarga.

__ADS_1


"Arfan dan Zulfa sangat saling menyayangi,jarak umur yang lumayan jauh tidak menghalangi kedekatan mereka,saat Zulfa lahir,Arfan sudah sekolah SMA kelas X,selisih umur hampir tujuh belas tahun membuat Arfan sangat menyayangi Zulfa karena ia sangat merindukan kehadiran seorang adik sedari dulu.Dalam segala hal Arfan selalu mendahulukan adiknya dari pada dirinya.Walaupun Zulfa sangat dimanja oleh kakaknya namun begitu tidak membuat Zulfa menjadi anak yang manja,Zulfa mempunyai sifat yang lembut dan penyayang namun Zulfa juga mempunyai watak yang keras dalam hal tertentu,jika ia sudah menentukan sesuatu maka akan sangat sulit untuk merubah pendiriannya.


"Waktu telah sore...mereka segera melanjutkan perjalanan untuk pulang,ditengah perjalanan mereka berhenti di sebuah masjid untuk melaksanakan sholat Maghrib,setelah sholat Maghrib mereka kembali melanjutkan perjalanan,Karena merasa lelah Zulfa,Ayah dan ibunya tertidur,tinggal Arfan yang tetap fokus mengendarai mobil,sesekali Arfan melirik ke arah Zulfa yang duduk di sebelahnya...dalam pikirannya terlintas bagaimana keadaan Zulfa nanti saat sudah berada di pesantren,apakah dia akan baik-baik saja.Tek terasa air matanya menetes karena merasa sedih harus berpisah dengan adik yang sangat ia sayangi.


"Setelah beberapa jam perjalanan,akhirnya mereka sampai di rumah,Arfan membangunkan Zulfa yang masih tertidur pulas,sedangkan ayah dan ibunya sudah bangun saat masih dalam perjalanan.


"Dek-dek bangun dek,kita sudah sampai rumah....dengan suara yang sangat pelan Arfan membangunkan Zulfa sambil menggoyangkan tangan Zulfa karena takut Zulfa akan kaget.


"Sudah sampai rumah ya kak...dengan mata yang masih terpejam Zulfa keluar dari mobil,setelah masuk ke rumah Zulfa masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan badannya di atas kasur,karena masih sangat merasa ngantuk Zulfa terlelap hingga akhirnya pada tengah malam ia tersentak terbangun dari tidurnya...."


"Astaghfirullahhal'adim...aku kan belum sholat isya,...ucap Zulfa",


Zulfa melihat jam dinding yang ada di dalam kamarnya...Ya Alloh sudah jam satu malam,ampuni hamba ya Allah karena telah menunda-nunda kewajiban hamba dalam menunaikan Sholat...ampuni hamba ya Alloh,ampuni hamba ya Allah".ucap Zulfa.


"Alhamdulillahi 'ala Kulli ha Lin wa astaghfirulla ha min Kulli dzan bi"


(Segala puji bagi Alloh atas segala perkara dan daku memohon ampunan kepadamu Ya Alloh dari kesemua dosaku)


"Dengan rasa ragu Zulfa mengetuk pintu kamar ibunya hendak meminta pembalut kepada ibunya ...tok...tok...tok Bu,karena masih belum ada jawaban Zulfa pun mengetuk kembali,pada ketukan yang ke dua ibunya bangun dan membuka pintu...."


"Ada apa nak,kok malam-malam membangunkan ibu."tanya ibunya kepada Zulfa.


"Anu Bu...dengan malu-malu,sambil senyum-senyum Zulfa mengatakan kalau ia mau meminta pembalut kepada ibunya..."Zulfa mau minta pembalut Bu...."ucap Zulfa.

__ADS_1


"Pembalut...?kamu haid nak...? tanya ibunya.


"Alhamdulillah...kamu sudah baligh nak".itu artinya anak ibu sudah besar,ucap ibu sambil memeluk Zulfa.


"Mulai sekarang segala apa yang menjadi perbuatan kamu,kamu yang akan menanggungnya...jika kau berbuat dosa maka Ayah dan ibu sudah tidak menanggung dosa dari perbuatan yang kamu lakukan begitu juga dengan perbuatan baikmu,kau yang akan mendapat pahalanya untuk dirimu sendiri.


"Setelah ibunya memberikan apa yang ia minta Zulfa kembali lagi ke kamar mandi,selesai dari kamar mandi Zulfa masuk lagi ke dalam kamar dan melanjutkan tidur lagi."


"Karena baru pertama kali memakai pembalut Zulfa merasa gelisah dan tidak nyenyak tidur,ada rasa tidak nyaman yang ia rasakan,jam tiga dini hari baru bisa memejamkan matanya,karena rasa kantuk yang ia rasakan."


"Jam setengah lima pagi adzan subuh berkumandang,setelah membangunkan Arfan Pak Wahyu mengetuk pintu kamar Zulfa untuk membangunkan Zulfa agar segera bangun untuk sholat subuh."


"Nak...sudah adzan subuh,ayo bangun kita sholat berjamaah,nak...ayo bangun."Pak Wahyu mengulangi panggiannya.Ketika hendak mengetuk pintu kamar Zulfa lagi ibu Arni menahannya..."


"Sudah biarkan saja Zulfa tidur,tidak usah dibangunkan".ucap bi Arni.


"Tapi ini sudah waktunya sholat subuh Bu..."ucap pak Wahyu kepada istrinya.


"Tidak apa-apa Pak...anak kita lagi dapet..."ucap Bu Arni.


"Dapet apa Bu...Pak Wahyu agak kebingungan dengan kata-kata istrinya.


"Itu lho pak...dapet tamu bulanan,anak kita sudah haid,semalam ia minta pembalut pada ibu."

__ADS_1


"Alhamdulillah...anak kita sudah dewasa ya Bu...."ucap pak Wahyu.


__ADS_2