MALAM PERTAMA SEORANG KHAFIDHOH

MALAM PERTAMA SEORANG KHAFIDHOH
Fandi


__ADS_3

Hari Minggu pagi keluarga Pak Kamil berkumpul di taman belakang rumah sambil menikmati serapan pagi,ada Pak Kamil,Bu Endah,Alma dan Fandi.


Fandi yang baru pulang tadi malam dari luar kota untuk mengurus bisnisnya ikut sarapan bersama nya karena sudah dua Minggu ia baru pulang ke rumah bertemu dengan keluarganya.


Ditengah obrolan tiba-tiba Pak Kamil bersuara...


"Ndi....ibu dan bapak sudah memilih calon istri untukmu.


"Apa .....?...Fandi terkejut


"Fandi yang saat itu sedang memakan roti langsung berhenti mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya dan langsung terdiam,Fandi menatap ke arah ayahnya...setelah menelan makanannya Fandi pun berkata...."


"Apa Pak...calon istri....untuk Fandi,ayah tidak salah mau menjodohkan Fandi?... Fandi menatap ibu dan ayahnya secara bergantian seakan tidak percaya sambil menggelengkan kepalanya."


"Tidak nak...kami tidak salah,gadis yang kami pilihkan buat kamu itu sudah sangat tepat untukmu"....lanjut Bu Endah.


"Apa Fandi mengenal gadis yang akan dijodohkan dengan Fandi?...tanya Fandi kepada ayah dan ibunya.


"Sekarang kamu memang belum kenal....tapi sebentar lagi kamu akan segera kenal dengan gadis itu"...ucap Bu Endah sambil tersenyum.


"Tapi Bu...Masa iya Fandi harus sampai dijodohkan...,dengan wanita yang belum Fandi kenal lagi....kalaupun ibu dan ayah minta Fandi harus segera menikah biar Fandi yang mencari calon istri sendiri buat Fandi,kan Fandi yang akan menjalaninya"....ucap Fandi tanda menolak perjodohan.


"Kamu tidak perlu mencari gadis lain lagi ....pokoknya ibu mau kamu menikah dengan gadis pilihan ibu titik,dia itu gadis yang sangat cantik dan baik,bukan hanya cantik dari wajahnya tapi juga dari hatinya,nanti kalau kamu sudah bertemu dengannya pasti kamu akan jatuh cinta kepadanya"....ucap Bu Endah.


Fandi yang tau watak ibunya jika sudah mempunyai kemauan tidak bisa dibantah,Fandi hanya diam dan pasrah dengan keinginan ibunya.


Fandi juga tau jika penyakit jantung ibunya bisa kumat sewaktu-waktu,jika ia terus melawan mungkin bisa terjadi perdebatan antara dia dan ibunya dan itu bisa menyebabkan penyakit ibunya kumat.


"Fandi yang merasa kesal dengan keinginan orang tuanya langsung masuk ke rumah menuju kamarnya...."


"Apa-apaan ayah dan ibu ini...masa iya aku mau dijodohkan dengan wanita yang belum aku kenal sama sekali...."gerutu Fandi sambil mengepalkan jari tangannya karena kesal.


Fandi mengambil handphone yang ada disaku celananya,ia membuka galeri foto hpnya ia melihat foto-foto mesranya dengan seorang wanita yang ia cintai....

__ADS_1


Sonia...adalah gadis yang dicintai Fandi,semasa masih kuliah dulu,namun ayah dan ibu Fandi tidak merestui hubungan mereka,karena cara Sonia yang terlalu fulgar dalam berpakaian,sikap yang arogan dan kurang sopan saat berbicara dengan orang lain.


Walaupun hubungan mereka tidak direstui namun sampai sekarang mereka masih sering berhubungan walaupun hanya lewat handphone karena Sonia harus pergi ke luar negeri karena harus melanjutkan studinya di sana.


Fandi yang sedang syok dengan perihal perjodohannya,mendadak tersentak saat nada dering panggilan di handphonenya berbunyi....


"Fandi melihat layar handphonenya...Sonia"


"Hello....selamat pagi sayang,kamu lagi ngapain sudah sarapan belum?....tanya Sonia mbuka obrolan.


"Hello juga sayang"...jawaban Fandi terdengar lesu dan kurang bersemangat.


"Kamu kenapa...? kok lemes gitu"...tanya Sonia lagi.


"Ga' apa-apa sayang,mungkin karena aku lagi kecapean saja"....jawab Fandi menutupi kegundahan hatinya.


Setelah berbicara kurang lebih sepuluh menitan Fandi langsung menyudahi percakapannya dengan Sonia.


"Ya sudah sayang,aku mau mandi dulu...."Fandi langsung mematikan handphonenya.


Tiba-tiba ada suara orang yang mengetuk pintu.


"Tok...tok...tok...,Dari luar Alma mengetuk pintu kamar Fandi..."


"Boleh aku masuk kak?"....tanya Alma dari luar kamar.


"Boleh Dek...masuklah"...jawab Fandi.


Alma masuk dan duduk di samping kakaknya yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil menunduk dan memegang handphone.


Setelah Alma duduk Fandi melihat ke arah Alma dan bertanya...


"Dek...apa kamu tau siapa gadis yang akan dijodohkan dengan kakak,kamu tau siapa namanya?"...tanya Fandi kepada Alma.

__ADS_1


"Alma tidak tau siapa gadis itu kak,kalau namanya itu Zulfa Khoirunnisa"...jawab Alma.


Tapi dengar-dengar tadi saat ayah dan ibu bicara,dia adalah seorang santri dari pesantren yang biasa ayah dan ibu kunjungi,kata ayah dan ibu kalau dia itu seorang Khafidhoh,mungkin ayah dan ibu bertemu dengan gadis yang akan dijodohkan dengan kakak saat Minggu lalu ayah dan ibu menghadiri acara Akhirussanah di pesantren.


"Hah...apa seorang Khafidhoh?...Fandi kaget sampai matanya melotot.


kakak mau dijodohkan dengan seorang Khafidhoh.


Berarti kakak sudah tidak akan punya kesempatan untuk menolak perjodohan ini Dek.


Fandi mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


Kakak sabar ya....mungkin ini adalah jalan terbaik untuk kakak,kakak kan tau kalau ibu sudah memutuskan sesuatu, keputusannya sudah tidak akan bisa diganggu gugat lagi,dan kakak juga tau bagaimana keadaan kesehatan ibu akhir-akhir ini,ibu sudah sering sakit-sakitan,Alma takut kalau kakak menolak perjodohan ini,penyakit jantung ibu bisa kumat lagi.


"Tapi bagaimana mungkin kakak bisa sabar Dek...kamu tau sendiri,kakak mau dijodohkan dengan gadis yang belum kakak kenal dan belum pernah kakak temui,terus terang kakak sangat pusing memikirkan hal ini,di satu sisi kakak harus membahagakansedangkan saat ini kakak masih mencintai orang lain."


"Hah...kakak mencintai orang lain,berarti kakak sudah punya pacar?...tanya Alma kepada Fandi.


Kenapa Kakak tadi tidak bilang sama ayah dan ibu,kalau kakak sudah punya pacar.


"Bagaimana kakak mau bilang Dek...ayah dan ibu tidak menyukai wanita yang kakak cintai."


"Oh...jadi kakak masih mencintai kak Sonia?...tanya Alma memperjelas.


Kakak masih berhubungan dengan kak Sonia?...tanya Alma lagi.


"Iya Dek...kakak masih sangat mencintai Sonia dan kami juga masih berhubungan,walaupun hanya sebatas bicara lewat handphone.


Tapi sekarang rasanya akan sangat berat memperjuangkan cinta kami,apalagi sekarang kakak akan dijodohkan dengan seorang Khafidhoh,dan pastinya ayah dan ibu sangat menyukainya.


Di hadapan ayah dan ibu perbedaan antara Sonia dan gadis yang akan dijodohkan dengan kakak itu tiga ratus delapan puluh derajat,bisa dilihat dari cara ayah dan ibu membicarakannya,pasti wanita ini sangat spesial di mata mereka.


"Demi kebahagiaan ibu dan ayah,kakak akan menerima perjodohan ini, walaupun kakak harus mengorbankan cinta kakak kepada wanita yang sangat kakak cintai,

__ADS_1


"Mungkin inilah akhir dari perjuangan cinta kakak kepada Sonia".


__ADS_2