Marriage Complicated

Marriage Complicated
MC 4


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Gazel masih duduk melamun di dalam cafe, sampai Sheela datang mengejutkannya dan duduk di depannya.


"Sheela, kamu datang?" Tanya Gazel, ketika melihat istrinya yang sedang tersenyum.


Sheela menganggukan kepalanya pelan, "aku datang, sesuai keinginan kamu yang mengatakan akan mempertemukan aku dengan Chloe." Jawabnya, dengan lembut.


Mendengar itu, Gazel terlihat menundukan kepalanya. "Maafkan aku, tapi keadaanya tidak sesuai dengan apa yang aku bayangkan."


"Chloe tadi -" kalimatnya terhenti, di saat dia merasakan ada tangan yang sedang menggengam tangannya.


"Jangan sedih, aku sudah bertemu dengan dia kok tadi di luar." Potongnya, memberitahu suaminya tentang pertemuan dirinya bersama dengan Chloe tadi.


Gazel seketika mengangkat pandanganya, dan menatap wajah Sheela dengan lekat. "Apakah dia mengatakan sesuatu?" Tanya Gazel antusias.


"Tidak, dia tidak mengatakan apa - apa, bahkan sorot matanya terlihat sangat dingin, lebih dingin dari sorot matamu saat itu." Jawab Sheela, memberitahu keadaan di luar tadi.


"Terlalu banyak hal yang dia lewati, hingga membuat dirinya jadi seperti itu."


"Padahal dulu dia adalah gadis yang baik, lembut dan bahkan suka sekali makan, tapi sekarang -" kalimatnya terhenti, namun sorot matanya melihat ke arah piring makanan yang masih belum tersentuh sama sekali.

__ADS_1


"Chloe yang dulu, tidak akan pernah membuang - buang makanan, baginya makanan enak ada surga baginya. Namun sekarang -"


Sheela bangkit dari duduknya, dan langsung memeluk Gazel dari belakang, dia melingkarkan tangannya di leher Gazel, seperti seorang ibu yang sedang berusaha menenangkan hati putranya yang sedang kecewa. "Tidak apa - apa, biarkan dulu saja seperti ini."


"Beri ruang waktu untuk Chloe menerima semua kenyataan pahit dalam hidupnya. Suatu saat nanti dia pasti akan mengerti dengan apa yang kamu lakukkan." Tuturnya memberikan nasehat pada Gazel.


Merasa terharu, Gazel menggengam tangan Sheela dan memejamkan matanya. "Di dunia ini, kita tidak pernah bisa bertindak secara egois, ketika ada yang datang, di saat itu juga pasti ada yang pergi." Tambahanya lagi, Namun Gazel sepertinya tidak memfokuskan dirinya untuk mendengarkan kalimat Sheela.


"Bagaimana kalau kita jalan - jalan saja?" Tanya Sheela dengan antusias.


Gazel membuka matanya lalu menatap ke arah wajah Istrinya dengan senyumannya. "Memangnya kamu mau kemana?" Tanya Gazel lembut.


Sheela melepaskan pelukannya dari tubuh Gazel, lalu kembali duduk di depan pria itu. "Sepertinya pantai bagus deh? Eh atau gunung?" Sheela merasa bingung dengan pilihannya sendiri.


"Hishhh, kan ke gunung bukan berarti mendaki," balas Sheela membujuk Gazel.


"Terus kalau tidak mendaki jadi apa? Merangkak?" Gazel tidak habis pikir, bagaimana caranya Sheela berpikir.


Sejak dari kapan ke gunung bukan berarti mendaki? Ada - ada saja. "Ihhh baiklah - baiklah, kita ke pantai." Sheela mengikuti keinginan Gazel yang sudah berkehendak.


"Eh, tapi apa tidak sebaiknya kita ke mall saja? Tanya Gazel, sepertinya memikirkan rencana lain.


Sheela mengerutkan keningnya sejenak. "Ke mall? Untuk apa?" Tanya Sheela bingung, tidak biasa - biasanya suaminya ini mengajak ke mall.

__ADS_1


"Belanja baju untuk baby bunny." Jawab Gazel, lalu berdiri mengulurkan tangannya menyambut istrinya.


Sheela tersenyum lalu ikut bangkit dan melingkarkan tangannya pada lengan Gazel. "Baiklah - baiklah, kita juga belum tahu loh Jenis kelaminnya apa, bagaimana kita akan membeli baju?" Tanya Sheela, ketika mereka berdua sudah berjalan sama - sama ke arah parkiran.


"Kalau begitu kita akan membelinya dengan Netral, jadi bisa di gunakan laki - laki dan juga perempuan, bagaimana?"


Sheela kembali menekukkan bibirnya ke atas, "baiklah, daddy bunny." Sahut Sheela, lalu masuk ke dalam mobil bersama dengan Gazel untuk pergi ke Mall bersama - sama.


Mungkin ini akan sedikit bisa membantu Gazel untuk melupakan kejadian yang menyakitkan tadi, semoga.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*

__ADS_1


__ADS_2