Marriage Complicated

Marriage Complicated
MC 29


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


"Aku dulu adalah seorang pembunuh bayaran, jadi sekarang aku pasti -"


Dorrrrrrrr suara tembakan melesat dengan kecepatan tinggi mengejutkan Chloe maupun Sheela secara bersamaan.


Chloe memejamkan matanya untuk sesaat, namun dia tidak merasakan apapun, namun setelahnya dia merasakan ada muncratan darah ke wajahnya.


Chloe bergegas membuka matanya dan melihat Sheela yang mengeluarkan banyak darah di Mulutnya.


Setelah itu dia juga melihat Dada sebelah kanan Sheela yang penuh dengan darah. Seketika itu juga mata Chloe membulat sempurna, "Sheela, Sheela." Panggilnya langsung menopang tubuh wanita hamil itu.


Tak lama kemudian, muncul beberapa anak buah Gazel yang memang sudah bersiaga sejak awal menjaga Sheela, namun karena kehilangan jejak ketika Sheela dan Chloe lari tadi, mereka jadi terlambat untuk menolong Nyonya mereka.


"Nyonya Chloe." Suara seorang pria tiba - tiba terdengar dan membuat Chloe menoleh ke arahnya.


"Saya adalah Elard asisten pribadi tuan Gazel," sapanya dengan menundukan kepalanya hormat.


Chloe yang mengerti hanya menganggukan kepalanya pelan dan membiarkan Erald untuk mengambil alih Sheela.


Karena merasa khawatir dengan keadaan Sheela, Chloe memilih untuk mengikuti ke duanya. Sembari dirinya juga ingin mencari tempat persembunyian yang aman dari kejaran anak buah Aultrecy terutama Dilbo.


Dia ingin bersembunyi sampai dia benar - benar bisa menemukan cara untuk membunuh pria itu.


***


Di sepanjangan jalan menuju rumah sakit, Chloe hanya diam saja, dia melihat ke depan ambulance yang membawa Sheela, sedangkan dia duduk di mobil bersama dengan Erald.


"Apakah ini perbuatan kamu Nyonya?" Tanya Erald, memecah keheningan yang ada.


Chloe menoleh untuk sejenak, namun dia enggan untuk menjawab apapun.


"Kalau yang saya lihat dari kejadian barusan, sepertinya benar." Tambahnya lagi, sudah bisa menarik kesimpulan meskipun yang di tanya tidak menjawab apa - apa.


Lirikan tajam Chloe pun tercetak, dan hanya bisa di respon dengan gelengan kepala oleh Erlad.

__ADS_1


"Lebih baik kamu jangan mempertanyakan yang bukan urusan kamu, karena di depan sana ada istri Tuanmu yang sedang berjuang antara hidup dan mati." Tegur Chloe tidak ingin banyak mendengar pertanyaan saat ini. Karena di otaknya saja sudah muncul banyak pertanyaan bagaimana dia bisa kabur dari kejaran Dilbo.


Jika dirinya tidak mampu membunuh Dilbo, maka lari adalah pilihan terbaik.


^^^


15 menit perjalanan mereka menuju rumah sakit, dan kini Chloe, Erald dan anak buah Gazel yang lain sedang menunggu di depan ruang operasi dengan sangat cemas.


"Apakah operasi harus selama ini?" Tanya Erald, yang mulai merasa khawatir dengan kondisi Istri dari Tuannya itu.


Sedangkan Chloe hanya berdiri tanpa memperhatikan sekitarnya, dia juga merasa bersalah dengan Sheela, wanita hamil itu mendapatkan tembakan karena sedang bersamanya.


"Lindungi dia dan bayinya Tuhan." Ucapnya dalam hati.


Chloe tidak membenci Sheela, tapi dia hanya membenci keadaan dirinya saat ini.


Dia menjauh dari Sheela karena memang tidak mau membuat masalah untuk Sheela dan mantan suaminya.


Tapi entah kenapa Sheela terus berusaha mendekatinya.


"Bagaimana keadaan Sheela dan Bayiku?"


Tanyanya dengan lirih.


"Masih di dalam Tuan, tadi dokter mengatakan mau melakukkan operasi untuk mengeluarkan pelurunya,"


"Jadi kita tunggu saja terlebih dahulu Tuan." Erald menjelaskan semuanya pada Gazel, tetapi tidak dengan kejadian tadi karena dia yakin Gazel suda mengetahui semuanya secara detail.


Gazel memperbaiki nafasnya yang masih kembang kempis, sambil dia melirik ke arah Chloe yang berdiri tidak jauh dari posisinya.


Pria itu sudah mendengar berita kematian Aultrecy yang mati karena di racunin, dan kalau melihat situasinya sudah jelas yang melakukkan hal itu adalah Chloe.


Gazel perlahan melangkah mendekati Chloe, tetapi Chloe malah memundurkan langkahnya.


"Keluarga Pasien Sheela." Suara seorang wanita tiba - tiba terdengar menghentikan langkah kaki Gazel.


"Saya suaminya." Sahut Gazel memutar balik tubuhnya dan mendekat ke arah suster itu.

__ADS_1


"Pasien kehilangan banyak Darah Tuan, kita harus segera mengeluarkan bayinya." Lapor wanita itu, yang terlihat dari prawakannya dia adalah seorang Suster.


Dengan cepat Gazel menganggukan kepalanya pelan. "Lakukkan apapun! Yang penting istri dan anakku harus selamat!" Perintah Gazel dengan tegas.


"Baik Tanda tangan terlebih dahulu surat persetujuannya, dan kami juga membutuhkan darah O+, karena stock darah kita sedang habis Tuan."


Gazel menoleh pada Erald dan semua anak buahnya. "Apakah kalian ada Yang memiliki darah O+?" Tanyanya dengan raut wajah yang khawatir.


"Saya O- Tuan." Jawab Erald dengan menggelengkan kepalanya pelan.


"Saya B."


"Saya AB."


"Saya."


"Pakai darah Saya Suster." Suara Chloe terdengar membuat semua orang yang sedang beradu nama golongan darah itu terdiam.


"Darah saya O+ jadi saya bisa mendonorkannya." Tambahnya lagi, dengan suaranya yang begitu yakin.


Lagi - lagi Gazel menatap Chloe dengan lekat. Dia tidak bisa mengeluarkan kalimat apapun untuk saat ini.


"Baiklah Nyonya, kalau begitu mari ikut saya! Karena Pasien sedang sangat membutuhkannya." Seru suster itu mengajak Chloe untuk pergi ke ruangan lainnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*

__ADS_1


__ADS_2