
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
Aultrecy melamun untuk sejenak ketika dia mengingat semua perkataan Dilbo.
Hingga sesaat kemudian dia meraba ke atas meja yang ada di sebelahnya, dia mengambil obat yang ada di atas piring yang tadi di berikan oleh Chloe.
Aultrecy mencoba menutup matanya untuk merasakan hawa keberadaan seseorang di kamarnya.
Tapi dia tidak merasakan apapun yang artinya sudah tidak ada siapapun di kamarnya ini.
Aultrecy mengambil tisu dan membungkus obat itu, dia membuanng obat itu agar tidak terus menerus mengonsumsi obat yang di berikan Chloe padanya.
Apa yang di katakan oleh Dilbo memang sangat benar dan cukup masuk akal, banyak Faktor yang bisa memicu kemarahan Chloe sampai bisa bertekad untuk membunuhnya secara perlahan.
Aultrecy terlihat mulai marah, nampak dari nafasnya yang naik turun begitu cepat. "Kurang ajar kamu Chloe! Lihat saja! Aku akan cepat sembuh dan pasti aku akan menjemput ajalmu itu." Lirihnya pelan dengan luapan amarahnya.
Karena kesal Aultrecy mengambil gelas yang ada di atas meja, dia tidak tahu jika gelas itu sudah di tukar oleh Chloe tadi.
Aultrecy meneguk air di dalam gelas itu hingga habis tak tersisa. Sesaat kemudian dia merasa lehernya seperti di cekik kuat.
"Akhhh, ohokkk, ohokkk." Aultrecy mengorok seperti sapi yang ingin di gorok.
Di tidak bisa mengucapkan kalimat apapun selain suara Korokan, dadanya sangat sesak, pasokan udara mulai menipis, dia terjatuh ke lantai dengan memegangi da danya yang sakit.
Dengan sekuat tenaga Aultrecy mencari ponselnya, namun dia tidak menemukannya, dia benar - benar tidak tahu jika Chloe sudah merencanakan niat ini dengan sangat matang.
***
Di sisi lain, Chloe yang sudah sampai di tempat pertemuan dirinya dengan Sheela, melihat ke arah ponsel Aultrecy yang dia bawa.
__ADS_1
"Sudah 1 jam dari waktu aku meninggalkan rumah, seharusnya sebentar lagi berita - berita akan mulai menayangkan kematiannya." Ucap Chloe pelan, dengan semeriknya yang menampilkan raut wajah kepuasan.
"Kematian siapa Chloe?" Tegur suara wanita dengan tiba - tiba, mengejutkan Chloe dan membuat wanita itu langsung menoleh ke arahnya.
"Sheela!" Tegurnya dengan keras.
"Kamu bisa tidak jangan mengejutkan orang!" Makinya dengan kesal, membuat Sheela langsung tersenyum dengan kikuk.
Sheela tersenyum sambil memperbaiki letak kaca matanya. "Maaf ya, aku tidak sengaja." Ucapnya dengan pelan.
Chloe hanya menatapnya dengan jengah. "Lebih baik langsung to the point! Apa yang ingin kamu katakan?!" Tanya Chloe, sambil mengarahkan pandangannya ke arah lain.
Sheela terus tersenyum lalu memposisikan dirinya tepat di sebelah Chloe, dan ikut memandang apa yang sedang di pandang oleh Chloe.
"Dunia ini jahat ya Chloe?" Tanyanya dengan tiba - tiba, mampu membuat Chloe melirik sedikit ke arahnya.
"Aku tahu, bagaimana dulu kamu di perlakukkan tidak adil oleh Gazel, kamu kehilangan keluarga kamu, kebahagian kamu, jati diri kamu, dan sekarang -" Sheela menghentikan kalimatnya, lalu beralih memandang Chloe yang masih terus memandang ke depan.
Wanita itu hanya tersenyum tipis bak iblis yang jahat.
"Maafin aku ya Chloe, seharusnya aku -"
Chloe menarik nafasnya dalam lalu dia juga ikut memandang Sheela dengan tajam. "Kalau cuman ini yang mau kamu katakan! Lebih baik kita tidak usah ketemu lagi!"
"Sangat membuang waktu!" Ketusnya, lalu melangkahkan ingin meninggalkan Sheela sendIri di sana.
"Jadilah ibu dari bayiku Chloe." Teriak Sheela dengan nyaring, dan kalimat itu juga mampu membuat Chloe menghentikan langkahnya.
Dia membalikkan tubuhnya namun tatapannya melihat anak buah Aultrecy yang berlari ke arah mereka.
"Sheela lari!" Pekik Chloe bergegas menarik tangan Sheela untuk kabur dari kejaran anak buah Aultrecy.
__ADS_1
Chloe terus menarik Sheela sampai 200 meter mereka berlari, akhirnya mereka menemukan tempat persembunyian untuk sementara. "Lebih baik kamu telpon Gazel, agar kamu bisa selamat! Ini urusakan, ini masalahku dan tidak seharusnnya kamu terlibat!" Perintah Chloe, dengan nafasnya yang terputus - putus.
"Chloe tapi kamu -"
"Aku bilang Telpon dan minta jemput sekarang! Kamu dengar tidak!" Sentak Chloe yang tidak ingin di bantah dalam masalah ini.
Sheela menganggukan kepalanya pelan, lalu buru - buru mengambil ponselnya untul mengirimkan pesan dan lokasi pada Gazel.
Setelah mengirimkan pesan, Sheela melihat jika di kantong Chloe ada senjata api yang di sembunyikan, dan dia langsung merampasnya.
"Sheela! Apa yang kamu lakukkan?!" Tanyanya dengan marah.
"Sheela! Kembalikan senjata itu sekarang!" Perintahnya lagi namun bukannya memberikan Sheela malah tersenyum sambil menggelngkan kepalanya.
"Aku dulu adalah seorang pembunuh bayaran, jadi sekarang aku pasti -"
Dorrrrrrrr suara tembakan melesat dengan kecepatan tinggi mengejutkan Chloe maupun Sheela secara bersamaan.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*
__ADS_1