Marriage Complicated

Marriage Complicated
MC 30


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Setelah melakukkan pengambilan darah, Chloe masuk ke dalam kamar kecil untuk membersihkan tubuhnya dan menganti pakaiannya.


Karena tadi tubuhnya sedikit banyak terkena darah dari Sheela dan sekarang sudah mulai mengering.


Tokk,,tokk,,tokk suara ketukan pintu terdengar. "Nyonya ini pakaian yang Anda minta." Ucap seseorang yang berada di balik pintu sana.


Chloe membuka pintu itu sedikit, dan mengeluarkan tangannya untuk mengambil bungkusan pakaian itu dan lalu menutupnya kembali.


Dia menatap ke arah cermin yang memantulkan bayangannya. "Sepertinya aku sudah tidak punya kekuatan lagi, aku harus melarikan diri dan membuat identitas baru." Lirihnya pelan, dengan berbicara yakin.


Chloe bergegas untuk menyelesaikan kegiatannya, untuk segera keluar dan meninggalkan rumah sakit itu.


20 menit waktu yang dia habiskan di dalam toilet, hingga akhirnya dia keluar dan berjalan menuju ruang operasi, tempat semua orang pada berkumpul.


Tetapi ketika dia baru saja sampai, dia melihat semua orang malah menundukan kepalanya dengan menyisahkan keheningan yang sangat mencengkam.


Chloe yang bingung hanya berusaha melirik ke sana dan kemari. Hingga sampai pintu operasi terbuka dan terlihat dokter yang keluar serta para suster yang mendorong sebuah Ranjang.


Di atas ranjang itu terlihat seseorang yang sedang di tutupi oleh kain putih. Tak lama kemudian Gazel mendekat dan perlahan membuka kain putih itu.


Sontak saja Chloe terkejut ketika melihat wajah Sheela yang pucat berada di balik kain itu, dia menutup mulutnya tidak percaya.


"Aaa - aapa ini Dok?" Tanya Chloe dengan suaranya yang terbatah - batah.

__ADS_1


Gazel mengangkat wajahnya lalu mencengkram kain putih itu, namun di detik selanjutnya dia kembali menutupi wajah istrinya. "Erald, siapkan pemakamannya! Aku tidak mau istriku kedinginan karena terlalu lama di luar." Perintahnya pada asistennya yang berdiri tidak jauh darinya.


"Baik Tuan." Sahut Erald, lalu berbalik menatap beberapa anak buah yang masih berdiri di sana.


Mereka yang sudah mengertipun sebagian langsung bergegas untuk pergi mengerjakan apa yang di suruhkan Tuannya.


Sedangkan Chloe hanya menatap heran pada Gazel? Pria itu sama sekali tidak memperlihatkan raut sedih, padahal yang meninggal ini adalah istrinya.


"Dokter, tugasmu adalah menyalamatkan anakku! Aku tidak mau sampai terjadi hal buruk juga padanya!" Perintah Gazel pada sang Dokter.


"Baik Tuan, saya akan berusaha semampu saya." Tungkas Sang Dokter, lalu mereka bergegas untuk membawa mayat Sheela untuk di bersihkan terlebih dahulu sebelum


Di makamkan.


Ya, Sheela meninggal karena terlambat mendapatkan transfusi Darah, ketika dia sudah melakukkan operasi untuk mengeluarkan bayinya angsuran darah yang di berikan sangalah lambat, menyebabkan tubuhnya tidak bisa bertahan lebih lama lagi dah akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya di saat bayinya berhasil di angkat.


Chloe mengusap wajahnya kasar, dia merasa sangat bersalah pada Sheela, harusnya dari awal dia tidak bertemu dengan wanita itu dan memilih untuk kabur sejauh - jauhnya.


Gazel yang melihat Chloe akhirnya mendekat dan duduk di sebelah wanita itu.


"Jangan merasa bersalah ini sudah takdir." Ucap Gazel dengan begitu tenang.


Chloe menoleh ke arah pria itu dan menatapnya tajam, tetapi dia enggan mengeluarkan kalimat apapun hingga akhirnya dia memilih untuk beranjak.


"Aku memang bilang ini adalah takdir! Tapi kamu harus ingat! Pengorbanan Sheela untuk kamu." Gazel menambahkan kalimatnya sebelum Chloe sudah melangkahkan kakinya.


Gazel juga ikut berdiri dan memblokir jalan Chloe. "Karena perbuatan kamu, seorang bayi harus kehilangan ibunya, dan seorang suami harus kehilangan istrinya."

__ADS_1


"Jadi bagaimana kamu akan meminta maaf atas kesalahanmu ini?" Gazel memang sedih atas kematian istrinya, tapi dia juga tidak akan pernah membiarkan Chloe menghadapi masalahnya seorang diri.


Chloe sama sekali enggan menjawabnya, dia malah pergi meninggalkan Gazel sendiri di sana.


Banyak yang harus dia pikirkan, dan tetang keinginan yang Sheela katakan sebelum dia meninggal. Chloe sama sekali tidak bisa melakukkannya.


Gazel hanya melihat langkah Chloe yang kian menjauh, sampai akhirnya dia memancarkan aura marahnya, dia mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Erald yang sudah lebih dulu meninggalkan rumah sakit.


"Habisi semua anak buah Aultrecy yang tersisa! Jangan biarkan perjuangan Chloe yang sudah berhasil membunuh Kepala mereka harus sia - sia karena tubuh dan kaki mereka masih bisa berjalan buat membalas dendam!"


"Habisi mereka sebelum mereka bisa bangkit lagi!" Perintahnya pada Erald.


Dia tidak mau memikirkan masalah lainnya, karena tugasnya kali ini hanya menarik Chloe kembali ke sisinya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*

__ADS_1


__ADS_2