Marriage Complicated

Marriage Complicated
The Ending


__ADS_3

"Jadi bagaiama dok? Mengapa tiba - tiba da da saya sakit dan bahkan mengeluarkan air seperti ini?" Tanya Chloe dengan penasaraan.


Dokter itu menghela nafasnya dengan pelan. "Mohon maaf nyonya, sepertinya suster tadi salah mengambil suntikan." Jawab dokter itu dengan menundukan kepalanya.


Chloe semakin bingung mendengar jawaban itu. "Maksudnya salah bagaimana? Memangnya apa yang terjadi dan suntikan apa? Bukankah harusnya suntikan yang fi berikan tadi pagi itu suntikan untuk vitamin, lalu?"


"Maafkan suster saya Nyonya, dia bukan menyuntikkan Vitamin melainkan dia menyuntikkan Induksi laktas, jadi -" dokter itu menghentikan kalimatnya karena sang Pasienpun sudah mengetahui jawabannya.


"Apakah tidak ada cara lain untuk menghentikannya?" Tanya Chloe merasa putus asa mendengar penjelasaan dokter barusan.


"Untuk menghentikannya sekarang juga tidak ada Nyonya, tapi jika Anda terus menahannya hingga 3 hari ke depan tanpa mengeluarkannya, itu bisa saja berhenti."


"Tetapi harus melewati proses sakit terlebih dahulu, karena membengkak dan -"


"Okey, tak perlu di berhentikan, tapi bisakah kamu memberiku suntikan anti nyeri, agar saya tidak kesakitan lagi menahannya?" Chloe sudah malas mendengar hal - hal yang tidak ada ujungnya.


"Ya jalan satu - satunya airnya harus di peras dan di keluarkan Nyonya."


"Kebutulan, bayi mendiang Nyonya Sheela juga sangat membutuhkannya, mengapa Anda tidak menjadi Ibu Asinya saja?" Dokter perlahan memberikan saran pada Chloe dan berharap Chloe mau menerima sarannya itu.


Dengan mengusap wajahnya kasar, Chloe menganggukan kepalanya. "Oke - oke! Sekarang ambilkan semua alat yang bisa membantu saya memerahnya!" Habis sudah kesabaran Chloe saat ini.


Di saat dia ingin hidup tenang malah kini dia menjadi ibu asuh dari anak mantan suaminya, itu sangat tidak mungkin.


"Baik Nyonya, akan kami siapkan." Dokter itu buru - buru mempersiapkan semuanya.


Sedangkan Chloe, kini terdiam memikirkan cara lain untuk bisa lepas dari Urusan bodoh seperti ini.


Dia memang menyukai bayi Sheela, tapi untuk menjadi Mamah Angkat, dia tidak bisa. Masih banyak urusan di dunia ini yang ingin dia lakukkan, selain duduk di rumah dan menjaga anak.

__ADS_1


"Jangan memikirkan hal lain! Ini semua sudah terjadi! Dan terima saja takdirmu!" Suara Gazel terdengar membuat Chloe menoleh ke arahnya.


Pria itu masuk dengan santai, lalu duduk di sofa yang tersedia. Chloe menatap Gazel dan sebenarnya wanita itu tidak cukup bodoh untuk memahami jika ini semua adalah permainan Gazel.


"Kamu tuh lucu ya!"


"Istrimu baru saja di kubur dan anak kamu baru saja lahir tapi kamu saat ini bukannnya berkabung atau mengurus anak mu, tapi malah kamu mengurusi orang luar." Chloe akhirnya menyuarakan suaranya pada Gazel.


"Orang luar mana yang orang luar? Selamanya! Kamu tetap adalah istri pertamaku!" Tegasnnya dengan raut wajjah yang tidak bermain - main.


"Terserah, ini hidupku! Dan kamu -"


"Coba saja kabur dari jeratanku!" Gazel memotong kalimat Chloe, karena dia tahu wanita ini pasti akan melakukkan sesuatu untuk kabur.


"Aku tidak sebodoh Aultrecy yang bisa kamu takhlukan hanya denga Racun,"


"Aku adalah Gazel, bahkan Racun tidak mempan padaku, karena setiap racun pasti ada penawarnya." Tungkasnya dengan santai.


Gazel bangkit dari duduknya lalu mendekat pada Chloe yang saat ini masih terdiam menatapnya.


"KAMU BAHKAN SAMPAI KEMATIANMU! TIDAK AKAN PERNAH KABUR DARI RANTAIKU!" bisik Gazel lalu tersenyum dengan tipis.


Dia memperbaiki posisinya dan lalu segera keluar dari ruangan itu untuk memberikan Chloe privasi sedikit.


"Tuan."


"Pastikan dia tidak kabur dariku! Perketat penjagaan untuknya! Dari setiap sudut rumah sakit ini jaga dengan benar - benar!" Perintah Gazel pada Erald yang sejak tadi berdiri di depan pintu kamar.


"Baik Tuan." Sahut Erald dengan yakin bisa menjalankan perintah Tuannya.

__ADS_1


^^^


Setelah kejadian di rumah sakit itu, Chloe masih terus bersikap dingin pada Gazel, namun dia bisa merubah perasaanya Pada Bayi Sheela yang sangat begitu dia sayangi.


Ternyata setelah beberapa minggu merawat Bayi Sheela, rasanya tidak seburuk itu.


Namun, untuk melarikan diri dari Gazel, Chloe benar - benar harus memikirkan cara yang terbaik.


Untuk sekarang dia hanya tinggal berdua dengan Bayi Sheela yang di beri nama Gama.


Sheela sengaja meminta privasi pada Gazel dengan di berikan rumah lain agar dirinya tidak selalu melihat pria itu.


Namun, sepertinya hal itu tak ada gunanya karena Gazel sering sekali pulang ke sana dengan alasan kangen dengan Gama.


Tetapi Chloe cukup menikmati situasinya saat ini, karena merasa hidupnya sudah tidak ada beban. Aultrecy yang membunuh orang tuanya, sudah berhasil dia balas.


Kalau untuk Gazel, biarkan waktu saja yang menentukan takdir mereka akan seperti apa. Yang terpenting saat ini hanyalah menjalaninya saja hingga bahagia itu datang menjemput.


\~THE ENDING \~


Hallo Teman - teman, terima kasih sudah menemani karya ini dari Season 1 sampai sekarang. Maafkan Mimin karena jarang Update. Karena Mimin tuh gak tau kenapa Rasa magernya mengalahkan segalanya.


Mimin ada banyak ide untuk di tuangkan, tetapi Mimin berasa seperti, ahh nanti gak ada yang baca, Gitu - gitu Gengs.


Jari, Maafkan Mimin ya 🙏🏻🥹


Tapi Mimin akan terus berkarya kok Guys, seperti biasa Tamat satu muncul karya yang lainnya. Jadi besok atau Lusa Mimin akan mengeluarkan karya baru yang plotnya cukup rumit.


Hemm, Intinya tentang pertukaran Pasangan Antara Saudara, pengorbanan Cinta, penyiksaan batin, restu keluarga dan lain - lain. complicated banget deh. Pokoknya jangan sampai kalian ketinggalan ya.

__ADS_1


See you semua cinta - cinta Mimin 😘


__ADS_2