Marriage Complicated

Marriage Complicated
MC 26


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Ketika dokter itu sudah pergi, Chloe berbalik masuk ke dalam rumah, Namun ketika dia baru saja ingin pergi masuk ke kamarnya, terlihat Dilbo yang turun dan menatap tajam ke arahnya.


"Dokter tadi memberikan resep," ucap Chloe memberikan resep itu pada Dilbo.


Tetapi Dilbo hanya diam menatapnya dan terlihat tidak bergerak mengambil resep itu. "Tidak peru khawatir, Ini resep dari dokter, bukan aku yang menuliskannya." Chloe tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Dan bahkan dia tidak segan menjatuhkan kertas itu ke lantai. "Jika kamu tidak mau mengambilnya, maka buang saja." Ucapnya sebelum dia melangkah kakinya meninggalkan Dilbo pergi.


Sedangkan Dilbo hanya bisa menahan amarahnya, ketika melihat Chloe menghilang dan masuk ke dalam kamarnya.


Dia terdiam untuk sejenak, dia memikirkan sesuatu yang cukup masuk akal tetapi dia tidak memiliki bukti atau penjelasaan yang mutlak akan hal ini.


Tapi satu yang dia yakini, sebelum permintaan cerai yang di berikan oleh Bosnya, tidak pernah terjadi apa - apa sebelum ini.


Bosnya itu masih terlihat baik - baik saja, tidak ada gejala sakit apapun. Tetapi, ketika perselisihan itu terjadi, kenapa tubuh Aultrecy semakin melemah bahkan pengheliatannya tidak bisa di gunakan dengan baik?


Dilbo yakin, pasti sebenarnya ada sesuatu yang terjadi, dia meyakinkan dirinya sendiri untuk segara mencari buktinya.


Tidak ingin berlama - lama berdiri dengan diam tanpa melakukkan apapun, Dilbo mengambil kertas resep itu lalu buru - buru pergi, tanpa dia sadari jika sejak tadi Chloe masih memantaunya dari balik pintu.


Melihat Dilbo yang berdiri diam tadi, Chloe merasa jika posisinya mulai sedikit tidak aman untuk saat ini.


Dia menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya secara kasar, dia beralih duduk di atas tempat tidurnya, sembari memikirkan apa yang bisa dia lakukkan untuk menyingkirkan Dilbo.

__ADS_1


Chloe merasa pusing, lalu dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tiba - tiba saja dia teringat dengan wanita hamil yang dia temui di depan Caffe tadi.


"Wanita itu hamil, berarti mereka sudah menikah dan mereka sudah akan memiliki anak, tetapi kenapa dia masih mengejarku?" Tanya Chloe, entah pada siapa.


"Tapi sudahlah, aku sudah mengatakan padanya tadi jika lebih baik kita hidup masing - masing."


"Aku tidak akan pernah hidup sama pria yang jahat seperti itu." Tambahnya lagi, mengingat semua perlakukkan buruk yang dia dapatkan di masa lalu.


Chloe mungkin memang belum mengingat semua, tapi ketika di beritahukan kenyataan - kenyataan itu, apa lagi Gazel juga sudah mengatakannya secara langsung, bahwa banyaknya luka yang dia dapatkan ini karena hasil dari perlakukan pria itu padanya.


Chloe bukanlah manusia bodoh yang tidak berpikir bagaimana orang berprilaku jahat kepadanya.


"Tapi, kalau di pikir - pikir, kenapa ya? Tuhan tidak membiarkan aku hidup dengan bahagia?"


"Kemarin sama pria seperti Gazel, sekarang dengan dua pria gila ini. Apa yang harus aku lakukkan sekarang?" Tanyanya lagi, lalu dia kembali duduk untuk memikirkan rencana apa yang harus dia lakukkan untuk menyingkirkan Dilbo.


***


Ketika Chloe duduk sambil memikirkan rencana apa yang akan dia lakukkan pada Dilbo, tiba - tiba terdengar suara Aultrecy memanggilnya.


Chloe menoleh lalu memutar bola matanya malas. "Apa lagi sih?! Tidak bisakah dia tidur dan diam saja?!" Keluhnya, dan mau tidak dia bangkit dari duduknya untuk berjalan menuju kamar Aultrecy.


Berjarak 2 ruangan, akhirnya Chloe sudah sampai di depan pintu kamar Aultrecy dan melihat pria itu sedang duduk sedangkan tanganya terlihat mencari sesuatu di atas meja.


"Ada apa?" Tanya Chloe dengan lembut, walaupun ekspresi agak kesal, tapi dia tetap tidak mau memperlihatkannya.


"Aku sejak tadi mencari Ipadku, apakah kamu melihatnya?" Aultrecy menjawab, dan mempertanyakan sesuatu pada Chloe.

__ADS_1


Mendengar itu Chloe hanya diam namun dia melangkahkan kakinya untuk mengambil Ipad milik Aultrecy yang sebenarnya berada di sebelahnya saja.


"Ini." Ucap Chloe memberikan Ipad itu, sambil duduk di sebelah Aultrecy.


"Maafkan aku, karena aku harus merepotkan kamu." Ucap Aultrecy dengan lemah. sepertinya dia tahu jika Chloe sedang kesal padanya.


"Aku tidak merasa di repotkan, hanya saja aku merasa kasihan, kenapa kamu harus mengalami hal seperti ini, dan dokter - dokter bahkan tidak bisa melakukkan apapun." Sahutnya, mencari alasan lain untuk Aultrecy.


"Ini semua karena aku terlalu menyepelkan kecelakaanku dulu, aku pikir semuanya akan baik - baik saja, tapi siapa sangka jika ini malah menjadi boomerang untuk saat ini." Balas Aultrecy lagi.


Chloe menoleh pada Aultrecy, "apakah sudah saatnya aku menyelesaikan semua ini?' Tanyanya dalam hati, tapi dia hanya tersenyum saja pada Aultrecy.


Karena meskipun Aultrecy sudah kehilangan pengheliatannya, dia masih bisa merasakan raut wajah seseorang.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*

__ADS_1


__ADS_2