
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS πβ€οΈπΉ
π HAPPY READING π
Jika di satu sisi Gazel dan Sheela sedang menikmati kebersamaan mereka dengan berbelanja kebutuhan anak mereka yang akan lahir ke dunia.
Berbeda halnya dengan Chloe yang baru saja menginjakan kakinya di rumah.
"Kamu baru pulang ya?" Tanya Aultrecy yang tiba - tiba saja menegurnya.
Pria itu duduk di sofa yang membelakangi pintu masuk.
Chloe menghentikan langkahnya dan beralih menatap ke arah Suaminya, "Ya, aju baru saja kembali, Kamu -?" Kalimat Chloe terhenti, ketika dia melihat Aultrecy mengusap - ngusap matanya sambil memijat sedikit tulang hidungnya.
"Apakah kamu sakit? Wajahmu terlihat pucat sekali?" Tanya Chloe berpura - pura khawatir.
Aultrecy menaikan pandangannya, dan menurunkan tanganya. "Aku tidak sakit, hanya saja kepalaku sedikit pusing, dan juga aku tidak tahu kenapa pengheliatanku mulai menurun." Jawabnya dengan jujur, di detik awal Chloe tersenyum, namun dia bergegas untuk merubah raut wajahnya agar tidak ada yang melihatnya.
"Astaga, apakah kamu butuh aku temanin ke dokter, atau -"
"Tidak perlu! Aku sudah menyuruh Dilbo untuk memanggil dokter mata terbaik, mungkin sebentar lagi mereka akan datang." Sahut Aultrecy lalu dia kembali mengusap matanya yang membuatnya sedikit kesal karena dia mulai tidak bisa melihat dengan baik.
"Baiklah, kalau begitu aku ke dalam dulu untuk membuatkanmu minuman." Pamit Chloe, ingin kembali memberikan racun itu, agar penghelihatan Aultrecy jauh lebih rusak di bandingkan yang sekarang.
***
Dari jauh Chloe terlihat membawa sebuah gelas kecil lalu di berikannya pada Aultrecy, dan karena Aultrecy sama sekali tidak menaruh curiga apa - apa dengan Chloe, fia segera meneguk air minum itu sampai habis tak tersisa.
"Tuan." Suara Dilbo membuat Aultrecy dan Chloe menoleh bersama - sama. "Aultrecy Dilbo dan Dokternya sudah datang, mungkin sebaiknya aku naik ke kamar saja." Pamit Chloe, tidak nyaman dengan bertemu banyak orang.
__ADS_1
Tetapi, belum saja Chloe beranjak, Aultrecy sudah lebih dulu menahan tangannya. "Suamimu akan memeriksa kesehatannya, tidakkah kamu ingin menemaninya?" Tanya Aultrecy, menginginkan Chloe untuk tetap duduk menemaninya menjalankan pemerikasaan mata.
Mendengar itu, Chloe terdiam lalu dia tersenyum tipis sembari menganggukan kepalanya pelan. "Baiklah, aku akan menemanimu." Jawabnya, lalu dia mulai menyilangkan kakinya duduk dengan manis di sofa.
Sedangkan Aultrecy sudah mulai di tuntun oleh Dilbo agar bisa mendekat pada sang Dokter.
"Apa yang Tuan Rasakan sekarang?" Tanya Dokter mata itu pada Aultrecy.
"Saya merasa kepala saya berat dok, pengheliatan saya sangat kabur, padahal saya juga sudah menggunakan kaca mata Minus, saya tidak mengerti kenapa, tapi saya merasa jika mata saya sedang tertutup oleh seuatu dok." Jawabnya, memberikan penjelasan kepada sang dokter apa yang sedang dia rasakan serta alami saat ini.
Dokter itupun menganggukan kepalanya, yang mengartikan dia memahami apa yang baru saja di katakan oleh Aultrecy.
"Baik Tuan, yang saya lihat Saraf mata Anda sudah mulai Rusak, sehingga pengheliatan Anda mulai terganggu, untuk kasus seperti ini sangat sulit untuk di artikan Tuan, karena di sini Kornea mata Anda juga mengalami kerusakaan."
"Apakah Anda pernah mengalami kecelakaan sebelumnya Tuan?"
"Ya, saya pernah mengalami kecelakaan tiga tahun lalu, tetapi apakah itu akan berpengaruh ke pengheliatan saya saat ini?" Aultrecy membutuhkan penjelasan yang sangat autentik untuk mengatasi logikanya.
"Semua itu bisa saja terjadi Tuan, karena mungkin ketika Anda mengalami kecelakaan itu, Anda tidak menjalani Pemerikasaan keseluruhan, jadi ketika ada luka di dalam kornea yang tidak segera di sembuhkan, maka dia pasti akan terus parah." Jawab sang Dokter.
"Lalu bagaimana agar bisa segera sembuh dok?" Kali ini pertanyaan itu keluar dari mulut Dilbo yang merasa khawatir jika pengheliatan Tuannya jadi rusak.
"Ya Jalan satu - satunya kalian harus mendapatkan donor mata, karena mata ini sudah sangat rusak jadi sudah tidak bisa di gunakan," jawab dokter itu lagi.
"Kalau begitu pakai mata saya dok, kita lakukkan operasinya besok! Saya ingin Tuan Aultrecy bisa kembali normal lagi." Tegas Dilbo ingin mengorbankan dirinya untuk Aultrecy.
Melihat itu, Chloe merasa jika Dilbo ini adalah Musuh yang akan menghalangi jalannya untuk menghabisi Aultrecy.
'Aku akan membunuhmu lebih dulu,' ucap Chloe dalam hati.
__ADS_1
Sedangkan Aultrecy yang mendengar anak buah kebanggaannya ingin berkorban untuknya, memilih untuk langsung berdiri. "Dilbo, antar aku ke kamar!" Perintahnya pada asisten itu.
"Tapi Tuan, Anda -"
"Aku bilang Antar aku ke kamar! Chloe suruh dokter ini pulang!" Perintahnya pada asisten dan juga istrinya.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun merusak hidupnya hanya karena mendonorkan matanya untukku! Hentikan omong kosong ini! Dan segera keluar dari rumahku!" Usirnya pada dokter mata itu, lalu dia bergegas untuk melangkahkan kakinya pergi.
Dilbo sebenarnya berat menuruti keinginan Tuannya ini, Namun dia juga harus menuntun Tuannya untuk pergi beristirahat di kamar.
Melihat kepergiaan Aultrecy dan Dilbo, Chloe akhirnya berdiri dan menghampiri dokter yang sedang berberes ingin pergi.
"Dok, apakah Anda tidak akan meresepkan obat untuk suami saya?" Tanya Chloe dengan senyumannya.
"Saya akan memberikannya Nyonya." Jawab dokter itu, lalu mengambil secercik kertas untuk menuliskan resep obat yang akan di berikan pada Aultrecy.
"Ini Nyonya, usahakan Tuan rajin meminum obatnya, mungkin ini tidak bisa menyembuhkan, tetapi ini bisa membuat perusakan sel saraf mata itu sedikit terhenti, agar Tuan tidak merasakan sakit yang lebih lagi." Jelasnya sambil memberikan kertas itu pada Chloe.
"Baiklah terima kasih dok, Mari saya antar." Tandas Chloe, mengantarkan sang dokter untuk keluar, sambil di kepalanya memikirkan sebuah ide bagaimana caranya membuat Aultrecy semakin parah, dan yang paling utama bagaimana caranya dia bisa menyingkirkan Dilbo.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***ππ»ππ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπ₯° jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**π*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **πLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****ππ
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***πππ*
*Terima kasih**ππ»ππ»*