Marriage Complicated

Marriage Complicated
MC 31


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Ke esokan harinya, hujan turun begitu lebat, seakan - akan langit sedang mengetahui jika ada hati yang sedang sedih.


Bau aroma tanahpun sangat kuat menyengat di pernafasan, namun sesaat kemudian bau itu tertutupi dengan aroma bunga - bunga yang semerbak.


Pemakaman Sheelapun telah selesai di lakukan, Gazel masih setia berdiri di depan batu nisan istrinya.


"Terima kasih Sheela," ucapnya dengan pelan, sebelum dia menundukan kepalanya dan berlalu pergi.


Dia masuk ke dalam mobil yang di dalamnya sudah ada Erald di belakang kursi pengemudi.


"Tuan, anak buah kita mengatakan jika pria bernama Dilbo itu telah melarikan diri." Lapornya yang membuat Gazel menganggukan kepalanya diam.


"Tapi Sepertinya Nyonya Chloe sudah mengatur Rencana ini dari lama, sehingga semua Harta milik Aultrecy sudah berganti menjadi milikinya semenjak bulan lalu." Jelasnya lagi, dan kali ini Gazel tersenyum dengan tipis ketika mendengar itu.


"That's my Girl," sahutnya dengan suara yang tenang.


Erald menganggukan kepalanya, dia tahu Tuannya sebenarnya sedang sedih karena kepergian istrinya. Tetapi, hatinya tidak bisa di bohongi kalau dia masih mencintai Chloe.


"Kita ke rumah sakit sekarang!" Perintah Gazel pada Erald.


"Baik Tuan." Sahut Erald, dan lalu dia mulai menginjak pedal gas dan mengarahkan perjalanan mereka ke rumah sakit.


^^


Sedangkan di rumah sakit, Chloe sedang duduk di atas ranjang rumah sakit dengan mengadahkan tangannya.


"Ini ya Nyonya, babynya." Ucap Suster yang baru saja selesai membersihkan tubuh bayi itu.


Chloe tersenyum dan bersiap menerima bayi itu, "bukan Nyonya, bayi ini harus masuk ke dalam dekapan," tegur suster itu di saat baru mau memberikan bayi Sheela pada Chloe.


"Maksudnya?" Chloe yang bingungpun melihat ke arah tubuhnya.


Suster itu tersenyum lalu kembali meletakan bayi itu ke dalam ingkubator, "ini Nyonya, makanya saya suruh ganti baju agar mudah membungkusnya." Suster itu membuka baju Chloe yang type kimono.


Chloe menelan ludahnya kasar, karena dirinya merasa malu pada suster yang melihat da danya, meskipun ini adalah wanita tapi dia tetap tidak nyaman.


"Tunggu ya." Ucap Suster itu lagi.


"Tapi sebaiknya Ibu bersandar saja di bantal, biar nanti tidak capek." Tegur suster itu lagi.

__ADS_1


Dengan cepat Chloe memperbaiki posisinya dan naik ke atas ranjang untuk membuat posisi senyaman mungkin.


"Nah iya benar bu, Ini bayinya ya." Suster itu meletakan Bayi Sheela itu pada dada Chloe, dan lalu membungkusnya dengan baju Chloe serta di tambahkan selimut lagi.


Chloe tersenyum dengan sangat lebar. "Lucu sekali." Ucapnya dengan raut wajahnya yang begitu gemas pada bayi yang ada dalam dekapannya.


Suster itu tersenyum melihat Chloe yang menatap bayi Sheela dengan lembut. "Tapi kenapa dia begitu kecil?" Tanya Chloe sambil mengelus - ngelus kepala bayi itu.


"Padahal Perasaan Aunty, perut mamah kamu besar." Obrolnya pada bayi itu.


"Berat badannya 1,8 kg Nyonya, karena dia masih berusia 7 bulan dalam kandungan." Jelas suster itu yang mewakilkan bayi itu untuk menjawab.


"7 bulan? Oh saya pikir sudah 9 bulan lebih, karena perut mendiang sangat besar." Balas Chloe bingung.


"Setiap wanita itu berbeda Nyonya, ada yang kulit perutnya tebal ada yang tipis, nah biasanya yang tebal pasti di kira orang lain tuh sedang hamil anak kembar." Suster itu kembali menjelaskannya.


"Hem, kalau begitu saya tinggal dulu ya Nyonya, kalau ada apa - apa hanya perlu tekan tombol saja, maka tombol akan segera datang." Pamit suster itu yang di respon dengan senyumannya oleh Chloe.


Sepeninggalan suster itu, Chloe hanya menatap bayi yang ada di dalam dekapannnya itu. "Kasihan sekali kamu," lirihnya sambil mengusap - usap kepala bayi itu.


"Tapi kamu kalau sudah besar, harus tumbuh jadi anak yang kuat ya, anak yang hebat dan cerdas." Doanya untuk bayi Sheela.


Dia bermain - main dengan bayi itu hingga akhirnya dia tertidur.


Dia tersenyum dan tak lupa mengabadikan momen ini. "Dia Ibumu Nak." Gazel berkata di dalam hati dan lalu dia mendekat pada Chloe.


"Sudah lama sekali aku tidak melihat wajahmu sedekat ini." lirihnya sambil mendaratkan sebuah kecupan singkat pada kening Chloe.


"Istirahatlah." Ucap Gazel dengan pelan, lalu melangkahkan kakinya untuk keluar.


Dia ingin menyelesaikan adminstrasi dan lain - lain, setelah itu dia ingin menyelesaikan masalah yang ada dan melupakan masa lalu sesegera mungkin.


****


"Oh ya Tuan, berhubung Ibu dari Bayi Anda telah meninggal, dan wanita yang bersama Anda ini, apakah dia istri ke dua Anda?" Tanya Dokter itu penasaraan, di saat Gazel duduk di depannya untuk mendengar penjelasaan kesehatan bayinya.


"Bukan Dok, dia adalah istri pertama saya," jawab Gazel dengan jujur.


"Baiklah Tuan, karena dia adalah istri Anda apakah Anda tidak mau melakukkan, Induksi laktasi saja?" Tanya Dokter ity menawarkan metode terbaik untuk kesehatan bayi mereka.


Gazel menyeritkan keningnya bingung karena dia tidak mengerti apa yang di katakan oleh dokter ini. "Kenapa saya harus melakukkan itu?" Tanya Gazel balik.


"Hem jadi begini Tuan, Induksi laktasi adalah proses merangsang produksi ASI pada wanita yang ingin menyusui bayi tanpa kehamilan. Metode menyusui ini biasanya dilakukan oleh ibu adopsi atau ibu angkat. Pada dasarnya, tubuh bisa memproduksi ASI tanpa pernah hamil atau melahirkan sebelumnya."

__ADS_1


"Air susu ibu sangatlah penting buat bayi Tuan, jadi saya rasa -"


"Lakukkan saja! Tetapi jangan katakan pada istri saya jika suntikan itu akan menghasilkan Asi, jadikan ini kejutan untuk ya." Perintah Gazel yang hanya di respon dengan anggukan kepala oleh dokter itu.


Bukan karena alasan, dokter itu merasa bingung mendengar kalimat Kejutan, karena mengeluarkan air susu bukanlah sebuah kejutan yang layak untuk wanita.


^^^


Pada malam harinya, Chloe merasa da danya sangat nyeri sekali, dia yang tadinya sudah tertidur tiba - tiba merasa tidak nyaman dengan area payvv daraanya.


Dia merabbaa bagian itu dan dia merasa bagian ituu sudah basah. "Apa? Apa ini?" Tanyanya bingung.


"Susterrrrrrrr!!!!! Susterrrr." Teriaknya dengan kencang sambil memencet tombol.


Mendengar teriakan Chloe, Gazel yang berada di kamar mandi langsung keluar untuk melihat keadaanya.


"Kenapa teriak?! Nanti babynya bangun!" Tegur Gazel dengan kesal.


Chloe berdiri dari duduknya lalu menatap marah ke arah Gazel. "Kenapa kamu masih di sini? Aku sudah menyuruh kamu pulang!" Maki Chloe dengan kesal, tetapi Gazel yang sedang di marahi malah melihat ke arah lain.


"Chloe, ini kenapa basah, kamu -"


"Jangan liat - liat! Keluar kamu dari sini!" Maki Chloe lagi.


"Mau aku bantuin tidak supaya -"


"Pergi!!!!!!" Pekiknya dengan keras. Dia sudah tidak tahan.


Dadanya sakit, tapi pria di hadapannya ini malah membuatnya emosi.


"Oke - oke, aku keluar." Sahut Gazel dengan tenang, tetapi ketika dia membalikkan tubuhnya, dia malah tersenyum dengan puas.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2