Marriage In Lost Memories

Marriage In Lost Memories
Enam Puluh Tujuh


__ADS_3

Author Pov...


" Dia memakai ponsel gelandangan, dan ia itu mengaku kalau kehilangan ponsel nya dan kembali lagi setelah 2 jam"


Devan mendengarkan laporan dari Rudy. Ia masih nampak tenang sambil memeriksa email nya satu persatu.


" Dan ini hasil cctv" Rudy lalu memberikan foto cctv.


Disana jelas wajah Jordan sedang sengaja di rekam cctv. Ia menyeringai di foto itu. Jelas dia sudah memberikan sinyal perang disana.


Devan merenggangkan kedua jari nya dan leher nya, lalu melihat sekilas foto wajah Jo disana.


" Rupanya dia sekalian mau pamer kalau wajah nya tak rusak! Menurut mu bagaimana ia bisa selamat!!! Hanya 10% ia bisa berhasil hidup dari kepungan hiu. Dan masih bisa utuh seluruh badan nya?? " Tanya Devan sambil ikut berpikir.


Rudy menunduk, dan mencoba menerka. Ia sendiri yakin waktu itu sudah mendengar kalau Jordan sudah di buang ke laut lepas oleh orang-orang nya. Kecuali orang-orang nya berbohong alias membuat laporan palsu.


Devan lalu berputar ke arah laptop nya lagi. Jari-jari nya bermain disana dengan senyum tipis yang nyaris tak terlihat di bibir nya. Ia melakukan peretasan dengan cepat ke perusahaan besar Collison. Walau begitu banyak keamanan disana membuat nya semakin tertantang menerobos si perusahaan berpengaruh itu.


" Karena dia kembali maka kita buat mereka menjerit lagi. Hmmm kali ini lebih baik apa ya. . . .


Jari nya mengetuk di sudut bibir nya yang melengkung.


" Aaah... Dari rekening ajudan nya ada pembelian chip gps! Oke kita lacak. Jenis gps nya...


5 menit kemudian Devan sudah menemukan jenis chip gps yang pernah di beli oleh orang kepercayaan Jordan.


Okey!! Sekarang kita masukan virus ke perusahaan chip ini! Mereka pasti akan menutupi seri chip itu! Aku sudah mengirim salinan nya. Sisa nya kamu urus!! Kalau mereka sudah panas dingin segera hubungi dan ancam dengan informasi perusahaan chip itu. Kalau sudah menemukan seri nya kabari aku. Kita akan segera menemukan nya!!!


Baik tuan! Sahut Rudy patuh lalu segera mundur diri.


Devan kembali mengganti halaman tampilan komputer nya dengan yang lain. Ia lalu bangkit dari sana. Tekuk nya sedikit berat dan perlu kudapan sebentar. Ia perlu Alena!


Lalu ia menanggalkan jas nya dan hanya mengenakan kemeja polos berwarna ungu smoth. Melepas kancing kedua sisi dan menggulung nya sampai siku. Baru ia keluar dari sana.


Di meja seberang pintu nya tampak Alena sedang serius menghubungi seseorang. Ia sedang mengatur pertemuan dengan perusahaan lain,


" Yes sir, baiklah. Terimakasih" Kata nya disana lalu segera menutup telepon. Nafas nya menghembus dengan lega. Hanya melihat nya begitu sudah membuat Devan sangat merindukan wanita ini.


" Apa pekerjaan ini membuat mu berat?? "


Alena nyaris melompat kaget melihat siapa yang muncul di depan meja nya.


" Dev.. Aku pikir siapa" Cicit nya mengelus dada dan melihat kiri-kanan.


Devan hanya tersenyum miring lalu mengacak rambut Alena dengan gemas.


" Aaah apa apaan ini kamu tau ga Aku membuat tataan ini berapa lama" Erang wanita itu menepis tangan Devan dan misuh misuh merapikan rambut nya yang sudah ia bikin repot repot. Ia menggalung rambut nya seperti Pramugari- pramugari dan itu ia cukup sulit baginya lalu pria itu dengan iseng menghancurkan nya dengan mudah.


" Aku suka kamu rambut terutai.. Itu ga cocok sekali wajah mu gendut kan...


Alena melotot horor! wanita paling benci kalau fakta di ungkapkan. Apalagi kata gendut itu kata keramat. Dengan kesal ia sengaja mengembungkan pipi nya biar terlihat lebih gendut walau sebenarnya Devan hanya bercanda. " Aku akan setiap hari menggalung rambut ku kalau perlu pakai sanggul ala jawa. " Sungut nya disana.


Devan hanya terkekeh mendengar nya " Bagus lah. Kalau begitu kamu akan aku jadikan sinden jawa" Katanya sambil mengapit hidung Alena dengan gemas. Alena hanya misuh misuh ingin mencakar Devan.


" Uugh... Kamu ini singa betina yang liar!! Pipi ku saja masih ada bekas cakaran mu kemaren.


Sungut Devan segera menghindar.


"Ck! Siapa suruh main main dengan ku!


Senyum Devan berubah jadi genit " Yaa aku suka kok main main dengan singa betina seperti mu. Buas di ranjang juga!! Aku suka dengar desahan mu saat *******. Bagaimana kalau kita praktekan lagi. Kita bikin umbul umbul baru! " Goda Devan mencondongkan punggung nya kearah Alena yang tampak memerah karena nya. Bahkan wanita itu sampai menutup kuping nya karena kalimat tidak senonoh dari pria mesum didepan nya ini.


Pluk..


Umbul umbul gundul mu!!!


Kepala Devan langsung di tipuk dengan remote ac. Sampai pria itu meringis.


" Yaaa. Alena! Kalau ini bukan kamu sudah aku patah kan tangan mu itu!! Aagh. Dimana wibawa ku sebagai presdir bermuka dingin kalau mereka melihat ku di perlakukan begini. Presdir takut istri yang ada sekarang"


Omel Devan disana dengan kuping sampai merah padam.


Alena hanya tersenyum tipis, ia juga bisa merasakan image Devan di matanya sudah berubah. Dimata nya Devan sudah menjadi pria normal yang punya sisi manusia alami. Tak menakutkan seperti dulu lagi dan yang terpenting sekarang ia sudah menjinakkan nya lagi.

__ADS_1


" Apa aku menaklukkan mu Mr. Alex? " Goda Alena lagi mencondongkan tubuh nya hingga pilipisnya mengenai dagu Devan. Ia mendongak dan menggoda pria itu dengan sorot liar nya.


" Kamu bahkan tidak hanya menaklukkan ku. Mrs. Humours.. Tapi melumpuhkan syaraf kenormalan ku. Aku rela kamu bunuh hanya ingin melenyapkan mu disini. Jadi kamu tau kan betapa besar aku mencintaimu... " Devan menunjuk bekas luka nya di dada dan kemudian sedikit menunduk dan menempelkan pelipisnya di pelipis Alena.


Alena memejamkan mata" Aku merasa iba dengan itu Mr. Alex. Betapa rapuh nya kamu karena pesona ku.. "


" Ya kamu wanita yang berbahaya." Devan lalu mengecap bibir bawah Alena. Menarik nya dan melesatkan lidah nya kedalam. Lidah Alena menyambutnya dengan lembut. Saling mengesap dan membelit lidah. Bibir Alena yang lebut terasa sangat ken bagi Devan ia sangat menyukai tekstur bibir Alena. Ia semakin mencumbu Alena dengan tuntukan lebih. Menggeriyang dileher Alena tempat sensitif wanita itu berharap Alena kali ini akan khilaf bahkan Alena tampak menggelinjang mulai terangsang oleh sentuha Devan hanya saja Kedua pasangan ini saling mencumbu satu sama lain. Tak menyadari kalau ada orang-orang lain disana. Yang menatap mereka berbagai ekpresi dari kaget, malu juga ada yang marah.


Alena melirik kesamping mata nya melebar melihat pasukan yang datang dan jelas melihat ciuman panas nya dengan Devan. Spontan ia langsung mendorong Devan.


" Maamaamii.., Dev.. Sus kalian.. Kapan datang"


Suara Alena terbata-bata bahkan pipi nya sekarang seperti pantat monyet. Sangat merah. Langsung bersembunyi ke ketek nya Devan. Ia merasa sangat malu. Beruntung ia belum berbuat lebih pada Devan.


Disana Mami memicingkan mata, matanya menyiratkan suatu kemarahan. Mami syok saat mengetahui kalau cucu yang di ributkan sudah meninggal itu, malah masih hidup bahkan sudah lumayan besar sekarang. Hidup nyaman dengan ibu-bapak nya! lalu dua pasangan didepan nya ini yang jelas ibu-bapak dan bukan muhrim malah seenak nya berbagi air liur. Bercumbu sangat erotis.


Memang Mami udah tau dari Devan kalau putera sulung nya itu akan rujuk dengan sang mantan tapi mengenai Adela ia baru tau dari Dave. Itu pun kalau ia tak memergoki foto bayi kecil di Hp Dave. Semula Mami ngamuk mikir itu anak Dave yang berkembang biak dari pembenihan nya dengan beberapa cewek yang tam pernah ada status resmi. Dan setelah di desak baru Dave ngaku jadilah Mami ngotot mau ke London buat liat cucu-cucu nya.


Dan di belakang nya ada Dave memanggul ransel nya dengan cengiran kuda nya. Ia ingin bertepuk riang mendapati sodara nya kepergok Mami dalam keadaan seperti tadi. Lalu disebelah nya ada Susan yang hanya mesem mesem melihat sahabat nya sudah seintim itu dengan mantan suami nya. Sampai ikut terharu. Ia yakin sahabat nya sudah memikirkan baik-baik pilihan nya.


" Mami.. Hallo Mami apa kabar Mami.. Ibu ku tersayang" Sanjung Devan langsung menyerbu Mami yang masih mengeluarkan aura negatif.


" Mami.. Mami.. Mami kepala mu.. Jelaskan semua nya sama Mami Dev.. Jelaskan kenakalan apa lagi yang kamu bikin hah.. " Mami langsung menjewer kuping Devan dengan bringas. Bahkan tubuh mami yang lebih rendah dari Devan saja berhasil menjangkau dengan melompat sedikit dan langsung menarik ke bawah.


Kuping itu langsung memerah semerah darah. Devan yang kadang punya aura menakutkan malah seperti anak kecil di jewer sebegitu extrem nya oleh Mami.


Mami mengurut dada nya dengan nafas naik turun. " Dan kamu Alena! Kali ini kamu ga akan bisa lari lagi! Mami udah tau kalian serumah. Mami ga mau dengan kamu hamil diluar nikah sama bocah tengil ini. Mami mau nikahkan kalian segera!! " Bentak Mami disana tak bisa diganggu gugat.


Alena hanya menggigit bibir bawah nya meringis dengan ancaman Mami.


" Apa menikah??? " Devan kaget tapi telinga nya kembali di tarik Mami dengan kencang sampai lolongan Devan tak mengubah niat Mami untuk melepasnya.


" Kenapa? Kamu berniat ga nikahin Alena.. Tadi aja kalian sudah berciuman gimana dirumah.. Mami yakin kamu sudah berbuat asusila dengan Alena!!


" Ga ada kok kita Mi" Sela Alena tapi kembali beringsut setelah dapat pelotatn Mami yang menyeramkan.


" Bukan gitu Mami. Devan belum melamar Alena dengan romantis!! Dari dulu Devan ga ada moment ngelamar dia kan..


Ini kesempatan Devan buat kenangan yang indah dengan Alena..


" Ga ada lamar-lamaran.. Kalian ini ga muda lagi. Udah beranak pinak! Mau mikirin moment lamaran romantis apa mau cepat-cepat di halalin. Atau Mau kamu dia di ambil orang lagi hah...


" Yaa yaa Mami yang bener deh. The best... Lepas dulu Mami sakit banged.


Bro bantuin.. Donk.. Kamu ini kerjaan nya yang ajak ajak mami. Jadi kacau kan.. " Dumel Devan kearah Dave yang hanya bisa lenggak lenggok kegirangan.


" Mau nyembunyiin apa lagi kamu Dev.. Mau produksi anak sembunyi-sembunyi lagi.. Haah"


"Aaaaaa ampun mami. Ga kok.. Aduh lepas donk mi...


Alena ikut bingung dengan kondisi tak terduga ini, tapi dalam hati ia sangat senang bisa ketemu dengan orang-orang didepan nya ini.


Ia pun memeluk Susan dan leburkan rasa kangen nya. Juga pada Dave memeluk sebentar. Ia juga kangen dengan prajurit itu.


" Kok ga kasih kabar sih Sus..


Tanya nya kembali pada Susan.


" Biar suprise Len. Ini juga kita di culik dari kemaren tau ga! Mertua kamu galak banged! Tau tau datang ke kantor langsung ngamuk. Nyalahin kita yang ga ada kasih tau tentang Adela. Papa kamu juga jadi di serang Mami. Idih serem banged ga kebayang waktu kamu ngamuk kerumah Mami waktu itu"


Alena hanya cengengesan ia juga lupa bagaimana kemaren bisa nyerang ke rumah Mami dengan emosi yang tak terbendung.


Kedua nya lalu kembali berpelukan.


" Aku senang banged kamu ikut kesini Sus.. Nita gimana? Apa dia juga ikut? "


Susan mengurai pelukan nya. " Yeaah. Mertua kamu kan mau nya perfect dan jemput juga Nita di Batam. Kata nya biar komplit"


"Jadi Nita ada nih. Terus dimana dia? "


Susan senyum senyum geli sendiri.


" Ini parah Len. Tadi pas kita nyampe kan. Nita liat Rudy lagi bule cantik banged. Nah Nita langsung ngibrit tuh bikin drama di bawah. Rudy langsung ia tarik dan sekarang ga tau deh mereka di mana"

__ADS_1


" Itu mungkin Clara, dia asisten Devan juga Sus. Punya tunangan juga. Tapi bagus deh kalau Nita nyerang Rudy lagi. Hubungan mereka kelamaan. Aku udah sampe lahiran anak. Ga ada ubah status nya aja mereka"


" Iya bener banged! Sama sama cinta tapi sama sama gengsi, oh.. Papa dan adek kamu juga ikut lho Len.. Tadi langsung di anter ke rumah kalo kita kesini dulu. Mami mau ga sabaran kau ngedamprat Mantan suami mu.. " Sambung Susan sambil ketawa pelan. Mereka kembali melirik ke samping Mami masih mengomel dan tangan nya terus menjewer Devan tanpa mau melepaskan nya.


" Papa dan Arya juga ikut ya.. "


Susan melirik Alena yang menghela nafas. Seperti ga terlalau senang kalau Papa dan adik nya ikut.


" Kan kamu mau dinikahin disini Len. Jadi papa kamu di boyong. Ntar Devan mau jabat tangan siapa masa aku sih..


" Dinikahin? Tapi...


Susan mendeteksi sahabat nya ini ada yang disembunyikan.


" Kita ke toilet bentar yuk. Aku mau buang isi kandung kemih juga nih.. Pegal juga di pesawat hampir 2 hari" Ajak susan mengamit tangan Alena.


Alena menggangguk sambil melihat kearah kekasih nya yang tampak menderita disiksa Mami sedemikian rupa.


Saat masuk kamar mandi. Susan langsung ngacir ke salah satu bilik kamar kecil disana. Sedangkan Alena menuju Wastafel untuk membenarkan rambut yang tadi di acak Devan. Mengikat nya menjadi kuncir kuda hingga matanya malah menangkap sesuatu di dekat kran Sebuah kotak biru dari kain bludru. Kotak cincin.


Yang lebih detail nya ada tulisan kecil disana.


To: Alena.


Tulisan nya khas dan ia tau itu tulisan tangan siapa.


Deg..


Tangan nya mengulur tapi tau tau tangan Susan sudah mendahului nya.


" Waaah sumpah nih Len kamu di lamar di toilet. Ya ampun.. Ini gokil. Ga kereen ah... " Seru Susan heboh sambil terus mengangkat kotak cincin itu saat Alena berusaha merebut nya.


" Kembalikan Sus.. Itu bukan dari Devan" Jerit Alena kesal.


Susan langsung mematung" Bukan dari Devan. Jadi-


Alena segera merampas kotak itu. Ia tampak resah.


" Ini aku merasa tak nyaman kalian malah datang rame-rame ke Inggris" Keluh Alena memang merasa keselamatan orang-orang tersayang malah akan berbahaya di negara ini walau jujur ia sangat bahagia melihat mereka semua datang ke sini demi dia.


Alena membuka kotak cincin itu dan disana tampak berlian berkilauan sangat indah berwarna biru. Bahkan keindahan nya mampu menghipnotis yang melihat nya.


" Wow.. Ini berlian hope diamond kan.. , minggu lalu aku sama Eric lagi survey cincin dan liat jenis ini. Ini fantasis banged Len harga nya.. Dan ini jenis berlian termahal " Pekik Susan terkesima sambil terus menatap kilauan berlian berwarna biru bening itu.


" Ini cincin yang waktu itu dilamar Jo ke aku Sus" Kata Alena dengan suara rendah nyaris berbisik. Mata Susan nyaris jatuh karena kaget.


" Jo.. jordan!! " Pekik nya langsung di tutup mulut nya dengan Alena. Ia tau dinding disana punya telinga dan tak mau membuat Keributan terlebih ada Ibu Negara disana.


Susan masih agak lambat merespon prihal yang ia dengar barusan.


" Kemaren dia ada menghubungi ku dan ada dinegara ini" Tambah Alena sambil melepas cincin itu dan ada lilitan kain putih tertarik didalam nya. Susan yang kepo ikut mendekat dan membaca tulisan disana.


" Putri mu cantik sekali seperti kamu. Aku menyesal sudah menyakiti nya. Aku akan menebus kesalahan ku- j"


Susan memekik lagi dan meremas lengan Alena. " Apa Devan tau dia ada di Negara ini Len?


Alena masih menatap dalam tulisan itu. Ia merasa jiwa nya seperti tidak disana. Jordan sudah melihat Adela dan itu membuat nya sangat terancam bahkan diluar sana Devan sudah menambah kuat pengamanan tapi bukti nya kotak cincin ini bisa sampai ditangan nya dengan mudah.


" Devan sudah nyaris membunuh nya Sus. Aku yakin dia kembali untuk membalas Devan! " Kata Alena dengan suara tak bernyawa. Punggung nya bersandar di sana dengan mata kosong.


" Tenang lah Alena. Semoga saja Jordan tidak bertindak buruk. " Susan merangkul Alena dengan sayang, menenangkan sahabat nya itu yang tampak gelisah.


" Kamu juga mengenal dia kan. Tapi aku rasa dia memang tak akan menyerah dengan mu. Sampai kapan pun dia mungkin tidak akan melepaskan mu Alena. Mungkin hanya penjelasan dari kamu dia akan mengerti! "


" Aku juga pikir begitu! Tapi Devan sudah mengancam ku agar tidak menemui nya! Aku hanya mengiyakan. Tapi aku punya firasat buruk Sus. Aku takut Jo akan mencelakai Devan...


" Jangan berpikir yang aneh-aneh dulu Len. Sekarang mending kita temui Mami kamu dulu dan cincin ini aku rasa kamu harus mengatakan nya pada Devan. Aku takut dia akan salah paham kalau kamu menyimpan nya.


Alena mengangguk lalu kedua nya segera keluar dari sana.


*


Diruangan Devan sudah rame dengan suara Mami yang masih merotet membacakan dosa dosa anak nya dari pernikahan siri nya dengan Jessy hingga menghasilkan Jeremy yang juga baru kebuka saat Devan dan Alena bercerai berlanjut dengan keberadaan Adela yang di bawa kabur ke Inggris oleh Devan. Semua nya komplet Mami putar kembali seperti kaset rusak, membuat si pelaku nya hanya diam seribu bahasa. Bagaimana kalau Mami tau kalau ia pernah ada skandal besar dengan Alena pernah memperkosa Alena. Bisa bisa saat ini Mami bakal mengebiri nya saat ini juga.

__ADS_1


Di kursi kebesaran sodara nya Dave hanya cengengesan melihat Devan tak berkutik disana. Mami nya memang punya jiwa sebagai malaikat pencabut nyawa kalau masalah mengomeli begini. Dari nol Mami akan senang hati membuka kebusukan si pelaku walau sudah pernah membahas nya mami akan sangat senang memutar kembali semua kesalahan biar urat malu nya tercabut. Ia pun sudah sangat kebal dengan omelan Mami seperti itu.


Dave terus berputar- putar disana seperti anak kecil yang baru menaiki kursi putar, sampai mata nya tak sengaja menangkap sesuatu yang aneh di seberang sana gedung yang tinggi dan jarak nya cukup jauh. Disebuah jendela gedung itu terbuka tampak ada benda berbentuk slinder hitam, ia yang mengerti didunia militer tentu mengenal benda itu. Itu adalah sebuah senjata api!


__ADS_2