
Pangeran tidur!
Saat Alena kehilangan memori nya otak nya menolak menerima kenyataan kali ini hal serupa terjadi pada Jordan. Ia menolak raga nya bangun dan menerima kenyataan pahit tentang Alena di dunia nyata.
Ia tak akan memiliki wanita itu.
Wanita-kekasihnya yang selalu ia anggap ada tapi dalam kenangan dikepalanya sekarang.
Pria itu berada dalam sebuah tempat khusus dengan alat alat menempel di tubuh dan kepala nya. Matanya terpejam tak pernah ada tanda-tanda terbuka sejak kejadian itu
Dia persis seperti pangeran tidur. Terbaring lemah seolah-olah raga itu hanya cangkang kosong.
Dalam jiwa ruh nya ia seperti sedang berada di 5 tahun silam.
Ia baru saja keluar dari gedung bioskop merangkul seorang wanita dengan santai sambil membahas film yang baru ia tonton bersama.
Wanita ini tertawa renyah. Wajahnya tampak sangat senang dan menggemaskan. Dengan iseng Jordan mencuri ciuman pipi gadis ini yang juga adalah kekasih nya-Alena.
" Jord.. Ini di tempat umum.. " Jerit Alena dengan wajah malu-malu dan bersembunyi dengan rambut panjang nya. Ia memukul bahu Jordan dengan kesal.
" Yang lain ga liat juga kali. Len, baru dicium di pipi saja wajah mu jelek sekali"
Alena langsung mendaratkan pukulan ke bahu Jordan sekali lagi.
Jordan hanya tertawa ringan sambil kembali merangkul pinggang kekasih nya itu, tapi matanya menangkap pasangan tidak terlalu jauh dari ia, tapi pasangan itu berjalan seolah mengikuti.
Ia sangat mengenal wanita itu. Dia Devi, mantan sahabat Alena yang sampai sekarang masih saja terus menghubungi nya, datang ke rumah nya.
Rasanya puluhan kali ia menolak tapi wanita cantik itu tetap tidak mau menyerah meski ia tau sekarang ia dan Alena sudah pacaran sekitar 1 tahun yang lalu.
Ia melihat pasangat Devi yang tampak tak asing. Pria yang juga punya wajah rupawan. Tubuh nya tinggi atletis dengan rambut hitam pekat.
Ada yang aneh dengan pria itu ia melihat kearah kekasih nya. Alena tanpa berkedip. Sedangkan Devi disana menyunggingkan senyum manis.
Jordan segera memalingkan wajah.
" Kita nyari makan yuk sayang" Ajak Jordan segera melingkarkan tangan nya di tangan Alena dan menuruni Ekskolator. Tanpa curiga Alena mengangguk.
Merek kembali mengobrol sambil sesekali bercanda.
Jord dan Alena teejalin dari sebuah persahabatan jadi sikap kedua nya terkadang masih konyol satu sama lain.
Alena cenderung sedikit konyol dan tidak tau mau tapi Jordan melengkapi nya dengan humor yang ia punya.
Siapapun yang melihat akan merasa iri dengan pasangan kekasih ini. Mereka tampak kompak satu sama lain apalagi kedua nya punya paras yang unggul satu sama lain.
"Aduduh.. Aku tuh pegel kalo ketawa terus tau ga Jord!! " Keluh Alena menekan perut nya mereka baru saja membahas banyolan receh yang mereka buat.
" Makanya jangan ketawa terus. Nanti perut nya sakit!
Jordan laku berhenti dan tau tau ia bersimpuh dengan menghafap perut Alena.
"Kasian kan ini tempat penanaman saham terbaik... " Goda Jordan mengusap perut Alena lalu menyenderkan kepala nya disana.
" Ihk saham apa! Saham kecebong ya.. Ck... Aduuh Jord. Ngapain sih. Bangun-bangun malu tau di liatin orang"
Alena senyam senyum saat pengunjung Mall disana melihat kelakuan muda mudi ini. Walau terkesan alay tapi mereka terlihat romantis disana.
" Bodo amat sama orang. Yang penting perut untuk junior Jordan dan Alena baik baik saja... "
Jordan makin intens mengusap perut Alena. Makin merah wajah Alena jadi bahan tontonan.
" Kruuuuyuuuuuk
Tau tau perut nya malah bunyi Alena makin tergelak saat Jordan kaget dengan suara perutnya.
" Perasaan tadi kamu sudah makan gorengan 10 ya Len.. Tapi cacing peliaraan mu malah demo..
" Hehe.. 10 sih masih kurang Jord. Ini harus diisi lagi " Rangkul Alena mengangkat Jordan agar berdiri."Hmm.. Kita makan .. Ono aja ya Jord.. "
Alena menunjuk salah satu Restorant di Mall itu.
" Apapun itu yang penting cacing kamu ga Teriak-triak lagi...
Alena hanya tertawa lepas lalu menaruk lengan Jordan dan menggiring nya ke Restouran itu.
Tapi tak disangka 2 pasangan lain tadi juga makan di Restoran yang sama. Dan duduk tidak jauh dari mereka.
Alena tampak aneh setelah melihat pria yang bersama Devi. Keceriannya berubah dratis.
" Apa kamu mengenal pria yang bersama Devi? " Tanya Jordan membuat kekasih nya ini kaget dengan pertanyaan nya.
Ia juga melihat kearah pria itu yang diam diam melihat kemeja nya juga.
" Itu! Hanya kenalan lama. Namanya Devan! Devi pernah menyomblangkan kami berdua! " Aku Alena disana tampak gugup. Ia segera menyedot ice chocolate nya dengan rakus.
Bibir Jordan tersenyum pahit! Ia tidak tahu sama sekali hal itu. Terakhir ia mengikuti Alena saat msih Smp dan sudah tidak mengikuti nya lagi setelah ia menjadi teman 1 sekolah di Smu.
" Benarkah apakah mantan pacar atau gebetan?? "
Alena terlihat enggan membahas nya" Alis nya berkerut jari nya mulai mengaduk aduk minuman nya " Mereka menipu ku! Aku pikir Devan juga menyukai ku. Ternyata ia malah kepergok di hotel dengan Devi" Cerita Alena dengam suara tajam. Tersirat rasa kekecewaan nya disana. Dan Jordan menangkap rasa sakit di mata kekasihnya ini.
" Serius???
" Hemm. Ya... Mereka penipu dan pengkhianat jadi cocok kan" senyum Alena terbit lagi membuat Jordan merasa kembali tenang.
" Cepat lah makan. Habis ini kita kembali ke kampus kan.. "
" Kamu merusak selera makan ku saja Jord! Bahkan jam kuliah masih 30 menit! " Cicit Alena disana merengut. Ia pun segera menyantap makan sore nya itu dengan lahap.
" Aku cuci tangan dulu...
Alena pamit setelah menyelesaikan makan nya.
Jordan mengangguk lagi pula ia sedang sibuk mengirim pesan pada orang nya yang ia selipkan di perusahaan Papa Alena.
Tak lama kemudian Alena kembali ada yang berbeda bibir kekasih nya ini membengkak. Dan lagi matanya menangkap pria mantan gebetan Alena itu juga baru menghempaskan bokong nya di kursi nya.
" Ada apa? "
" Hah apa.. "
Tanya Alena balik. Matanya menunduk pelan.
" Apa kalian bertemu saat mencuci tangan? " Tebak Jordan membuat Alena tersentak.
__ADS_1
" Hmm tidak. Kami hanya berpapasan setelah aku selesai hmm udh yuk Jord. Buruan kita balik. Aku enggan banged ketemu mereka disini"
Ajak Alena yang resah.
Jordan menghentikan aktivitas nya dan menyembunyikan ponsel pintar itu kesaku nya.
" Baiklah tuan putri!! "
Senyum Alena kembali terlihat. Ia segera mengamit pinggang Alena.
Saat melintasi meja pasangan itu tampak sekali pipi kanan pria itu merah seperti bekas tamparan.
Jordan mengabaikan nya lagi pula ia risih dengan pandanfan Devi yang mirip seperti parasit.
*
*
*
" Ya segera saja hancurkan perusahaan itu! Aku ingin besok kamu melakukan nya. Agar wanita itu merangkak memohon ampun pada ku! Itu balasan karena sudah membuat Alena menderita!!
Jordan berteriak pada suruhan nya yang memang sudah mengincar perusahaan Papa Alena. Ia ingin menjatuhkan perusahaan Papa Alena agar sekali tepuk 2 burung yang mati.
Pertama ia akan melihat bagaimana ibu tiri Alena yang jahat itu akan kehilangam harta. Membuat nya dunia seakan kiamat. Dan memohon ampun padanya.
Kedua ia akan mengajukan pertolongan pada Om Andi, Papa Alena untuk unjuk gigi dan membuat kesepakatan pernikahan pada Alena. Ya walaupun mereka sekarang sudah bertunangan secara pribadi. Tapi Jordan ingin mengikat kekasih nya itu agar tidak diambil orang terlebih setelah bertemu dengan pria yang pernah Alena sukai ia merasa tersaingi dengan sosok Devan.
Setelah memutuskan telepon secara tidak sengaja ia melihat bayangan seseorang di belakang. Saat ia dekati orang tersebut sudah pergi.
Rasa was was melingkupi perasaan Jordan, percakapan nya seolah di curi dari sana hingga kaki nya menginjak sesuatu di lantai.
Gantungan ponsel yang ia kenal. Dan itu milik Alena.
Itu artinya ia baru saja ketahuan melakukan sesuatu yang buruk. Alena pasti marah!! Ia harus menjelaskan nya.
Dengan cepat ia menghubungi nomor Alena. Tapi panggilan nya tak dijawab jawab.
Jordan segera lari dari sana. sampai sampai ia menabrak seorang pria.
" Sorry Randy.. Aku buru-buru! Apa kamu liat Alena?? " Tanya nya pada pria hitam manis didepan nya ini yang juga adalah senior Alena di Rock Climbing.
" Alena.. Tadi aku melihat nya lari dari gerbang.. Mungkin kesana" Randy menjelaskan kearah luar gerbang kampus.
" Oke Bro. Terimakasih" Jordan segera lari mengikuti arah petunjuk Randy.
Ia terus mencari di sekitar penjual gorengan tempat biasa Alena sering ngemil. Tapi kekasih nya itu tidak ada. Apalagi ini malam lingkungan sekitar sudah tak seramai siang.
10 menit ia mencari tak kunjung melihat Alena hingga ia berhenti di kios fhoto copy. Dari gang sana terdengar suara kaki diseret. Tampak siluit beberapa orang menyeret seseorang. Disana. Matanya terus mengawasi dan firasat buruk terus menguar. Hingga lampu sorot disana seolah membakar amarah nya. Bagaimana tidak lampu disana jelas memperlihatkan siapa yang jadi korban penculikan itu.
Ia harus tenang dan melihat situasi. Ia sendirian disana sedangkan preman preman itu ada 3 dengan senjata tajam walau ingin sekali menyelamatkan Alena saat itu juga tapi ia tetap akan berpikir panjang. Bisa-bisa nyawa nya melayang dan Alena akan tetap dibawa kabur.
Diam diam Jordan mengikuti mobil yang membawa Alena. Ia juga sudah menghubungi pihak kepolisian dengan menyebutkan jenis mobil dan plat yang ia lihat didepan sana.
Hingga mobil hitam itu masuk ke kawasan ke gudang tak terpakaim
Ia pun berhenti tak jauh dari pagar pembatas, Agar tak membuat mereka curiga Jordan turun dari mobil. Mengendap diam diam dan naik ke atas pagar menjulang itu. Cukup susah juga karena di atas pagar banyak beling kaca.
Dan itu membuat waktu termakan beberapa menit.
Setelah sampai di dekat sana ia mengintip dan sangat kaget salah satu pria disana malah memasang kamera di beberapa sudut. Dan Alena. Kekasih nya itu diikat dengan kondisi mulai sadar.
Jordan mengepalkan tangan ia lalu membuka daun pintu jendela sana. Dan menerobos masuk. Tentu saja hal itu membuat mereka yang disana kaget.
Mata nya mengunci pada pria bajing*an yang hendak memperkosa Alena. Dengan kemarahan tak terhingga Jordan menyerbu Devan dan memukuli nya membabi buta. Pria itu tak sempat membalas wajah dan tubuh nya mendapat pukulan hebat.
Tapi anak buah Devan disana tidak tinggal diam mereka menyerang Jordan dengan senjata tajam.
Bak film action Jordan melawan 4 pria bersenjata. Bahkan ia mendapat sabetan pisau di lengan nya. Tapi itu tidak menyulut kan kemarahan nya.
Pergelutan terus berlangsung hingga tempat itu diserbu pasukan polisi yang segera menyikapi keadaan. Pria-pria disana di tangkap termasuk pria bertopeng itu. Devan!!
Jordan sendiri bangun dengan badan penuh luka. Ia mendekati Alena yang juga sudah sepenuhnya sadar. Matanya bengkak karena menangis. dengan tangis pula ia menghambur ke tubuh Jordan. Jordan sudah menyelamatkan nya dari mimpi buruk. Dari awal malapetaka yang takdir membawanya kehidupan yang menyakitkan.
" Maaf kan Aku Alena... Kamu mendengar percakapan ku! Dan kamu jadi mengalami hal ini karena aku. Maaf kan aku...
Alena memeluk Jordan erat ia masih agak syok dengan kejadian barusan. Tak henti-hentinya ia menangis.
" Aku akan membuat pelaku nya mati di penjara! Mereka tidak akan bisa lolos... " Janji Jordan terus merekatkan pelukan nya. Itu janji nya di dunia alam sadar yang ia atur sendiri jalan ceritanya.
Hadir di masa awal mula biang masalah terjadi. Ia menggagalkan pemerkosaan Alena. Di titik itu ia memperbaiki takdir mereka berdua yang seharus nya berpisah Dan menyingkirkan orang-orang yang merusak masa depan nya.
Itu dunia yang ia ciptakan sendiri dan ia merasa betah berada di alam bawah sadar nya sana. Hidup menjalani seperti mimpinya selama ini.
*
*
" Alena...
Sebuah tangan menyentuh bahu Alena yang menatap Jordan terbaring di sana. Sebuah tangan besar yang merengkug bahunya.
Lalu orang ini membungkuk. Aroma maskulin Devan terasa menenangkan pikiran nya.
" Apalah kamu sudah selesai? Acara kita akan segera dimulai.. " Bisik suara Baritton ini dengan sayang. Meski ia mencoba meredam rasa cemburu. Alena-kekasihnya dan sebentar lagi akan menjadi Istri resmi nya lagi malah meminta menjenguk Jordan. Pria malang yang enggan membuka mata setelah 2 bulan lalu sejak kejadian itu.
Alena mengangguk. " Beri aku 1 menit lagi" Pinta nya yang sudah dengan cantik mengenakan kebaya berwarna putih dan berdandan seperti puteri kerajaan keraton.
Devan meluruskan punggung nya ia melihat sepintas ke Pangeran tidur disana dengan menyipitkan mata. Ia sedikit prihatin dengan kondisi Jordan. Tapi jalan kehidupan tidam ada yang mengetahuinya.
Walau Jordan adalah saingan terberat nya tapi ia juga berharap pria itu kelak bisa bangun dari Koma nya dan menjalani kehidupan yang lebih baik.
" Baiklah.. Aku akan tunggu 20 detik" Sahut Devan tidak mau di ganggu gugat.
Alena mengusap tangan calon suami nya ini dengan sayang sebagai tanda ucapan terimakasih meski permintaan nya 1 menit malah di potong 20 detik.
Matanya kembali melihat ke Jordan. Dari tadi jarinya enggan menyentuh Jordan. Tapi entah kenapa ia ingin menyentuh jari pria itu.
Itu mirip dengan mimpi dulu yang pernah ia alami saat ia sentuh Jordan, pria itu bangun. Apakh mungkin ia bisa melakukan keajaiban seperti mimpi itu.
Jari nya mengusap tangan Jordan yang sedingin es.
" Jord. Terimakasih sudah mencintai ku. Kamu pria hebat yang mencintai seseorang tanpa cela. Aku yakin kelak kamu akan bahagia" Ucapnya dengan tenang dan menarik tangan nya disana.
Tak ada yang terjadi.
__ADS_1
Suara mesin jantung masih bergerak seperti zigzak.
Rupanya Jordan memang lebih bahagia di alam bawah sadar nya disana.
Alena lalu berdiri dari sana dan disambut Devan. Ia menoleh kearah Diego dan tersenyum.
Sebelumnya Diego mengirimi nya pesan kalau ia berterimakasih pada Alena karena sudah memberikan Jordan kesempatan hidup sekali lagi. Walau keadaan nya begini. Pria asal Spayol itu tetap mengucapkan terimakasih nya dengan tulus dan mendoakan kebahagian nya pada pilihan Alena.
*
*
*
" SAH!! "
lapalan kata itu menggema dan semua nya lantas bersorak dalam bahagia dan haru.
Cerita pasangan Alena dan Devan memang sangat penuh liku sebagian yang mengetahui perjalanan nya merasa terharu akhirnya pasangan ini kembali lagi dengan perasaan baru yang akan menguatkan cinta mereka.
Alena segera menghadap kearah Devan suami nya sekarang. Dan mencium punggung tangan Devan dengn khitmat hingga ada suara siulan di sana membuat nya sangat kikuk. Itu suara Dave dan Arya. Mereka sudah menjadi duo pengacau.
" Cium....
Teriak mereka disana. Sungguh mengacaukan suasana khidmat itu.
Mami segera mengepalkan tangan kearah Dave. Putera bungsunya itu kalau jahil tidak melihat keadaan.
" Terimakasih atas semua nya Alena. Aku sangat mencintai mu..
Kalimat singkat itu membuat yang mendengar memerah telinga nya apalagi sang penghulu didepan sana yang sudah senior hanya terbatuk batuk.
Alena tersenyum pias ia lalu menatap dalam ke arah Jordan dan tau tau bibir nya malah di cium oleh Devan.
Suara Dave berseru girang disambut bisikan dari tamu yang sebagian adalah hanya keluarga besar kedua belah pihak. Mereka semua senyam senyum malu menyaksikan ciuman mesra ala Devan.
Alena segera mengurai dan memeluk malu kearah suami nya.
*
*
" Selamat Alena.. Kamu jadi nyonya besar lagi" Pekik Nita yang sudah cantik dengan kebaya berwarna pink. Menyambut Alena saat pengantin itu masuk ke kamar nya. Usai gempor melakukan foto keluarga di luar sana.
Alena senyam senyum. Ia merasa sangat bahagia sekarang. Lalu memeluk sayang pada Nita
" Noh.. Dia sudah rujuk sama suami nya. Kamu kapan resmi sama Mr. Robot itu?? " Cecar Susan yang juga sangat elegan dengan sanggulan kecil di rambut nya.
Nita Mengerinyit. " Hmm emang status perlu ya.. Yang penting kan sudah menjalani masa pacaraaaan" Pekik Nita dengan wajah sumringah. Hubungan nya memang sudah naik level dengan Rudy walau tidak ada ungkapan pernyataan cinta.
Susan berdecak geli melihat tingkah Nita yang masih saja ababil.
" Kamu sendiri Sus!! Adek aku kayak nya cinta banged sama kamu! Tiap hari dia nanya apa aja kesukaan tante Susan" Goda Alena yang langsung di bekap mulutnya oleh Susan.
" Heh.. Jangan di bekap bekap dong itu bibir penuh riasan. " Teriak Nita menarik Susan. Beruntung make up Alena tidak amburadul karena Susan.
" Sorry! Habis dia bicara nya keras sekali.
Eric kan di sebelah sini" Cicit Susan mendelik kesal pada Alena yang cengar cengir tanpa rasa bersalah.
" Hho sorry!! Oh ya.. Anak aku mana ya?? Perasaan tadi habis foto ia sama Mami dan Mami diluar lagi ngobrol dengan genk nya.? Tanya Alena mencari sosok bayi nya yang gempal itu.
" Tadi aku lihat dia main sama Om nya di belakang Len. Biasa pengasuh nya Dave.. ' kata Nita.
Alena merasa tenang setelah mendengar nya. Dan benar saja saat membuka tirai jendela bayi gempal nya yang sudah bisa jalan walau masih sering jatuh lagi di jaga sama Dave serta keluarga nya yang lain.
Rasa bahagia masih melingkupi nya. Kali ini Alena menatap dirinya di cermin. Ia masih mengenakan kebaya putih dan riasan di wajah nya. Ini kedua kalinya ia memakai pakaian pernikahan dengan pria yang sama tapi beda perasaan. Sekarang pun ia sudah menjadi Ibu. Rasanya semua nya sangat luar biasa mengingat segala kejadian yang ia hadapi untuk mencapai masa sekarang.
Kamar tau tau sudah sepi. Alena kaget saat ada tangan mengulur membelit perut nya
" Dev.. Kamu disini!! Tidak menjamu tamu??
Devan menghirup puas puas aroma rambut Alena apalagi ada aroma melati yang menyegarkan pikiran nya.
" Tamu? Aku rasa ada Papa, Papi dan Mami.. Diluar. Aku ingin menagih janji kamu dulu..
" Ja janji..? "
Alena menoleh kaget ia bahkan lupa janji apa yang ia ucapkan.
Dan ia ingat janji nya tadi pagi saat membujuk Devan untuk menjenguk Jordan ia berjanji sensual kepada suami nya itu.
" Aah itu! Apakah harus sekarang? Aku rasa kita punya malam malam pengantin yang panjang setiap malam...Dev. Aku rasa kita akan jadi bual-bualan mereka kalau tau ngamar secepat ini!!! " Sela Alena menyingkirkan tangan Devan yang sudah menelusuri lehernya.
" Kamu memang jago berbelit belit Alena. Dan aku tak peduli dengan omongan mereka. Kita sekarang sudah sah lagi kan.. Aku ingin meminta hak ku... " Bisik Devan ke telingan Alena lalu menjilat telinga itu dengan pelan.
Alena menggenggam tangan Devan ia merasa geli juga merasa terangsang karena nya.
Jemari Devan sudah melepaskan resleting Alena. Tangan nya masuk perlahan dan meraih apa yang ia raih.
Membuat siempu nya menggelinjang.
Devan melempar jas nya dan merengkuh tekuk Alena lalu mencium bibir itu dengan lembut dan sensual sambil melepaskan satu persatu yang Alena kenakan.
* sensor * :D
Manusia hanya bisa merencanakan tanpa mengetahui alur kisah yang ia mulai.
Dan semua kisah akan akhir hanya akan bisa diterima.
_____________The End___________
Woho.. Udah kelar juga ni novel.
Tiap hari thor usahain biar bisa up.
Maaf yaa kalau ending nya ga sesuai ekpentasi kalian. 🙏
Salam sehat selalu....
Ditunggu cerita yang berikut nya.... 🌺🌺😁
Jangan lupa cek profil besok-besok ya. Ntar ada terbit yang baru.
Tinggalin jejak kalian tentang cinta segita tiga ini di kolom komentar yaaaaaa 😁 Biar semangat thor nya buat yang baru.
__ADS_1
.*.。ଘ( ᐛ ) ଓ+(*´﹀`*)..。*゚+
Byeee byeee.....