
Manusia hanya bisa merencanakan tanpa mengetahui alur kisah yang ia mulai.
Dan semua kisah akan akhir hanya akan bisa diterima
* * *
5 Tahun berikutnya.
Anak kecil dengan rambut hitam legam dikuncir berada di atas pohon yang tinggi sekitar 5 meter dari permukaan bumi yang berpasir itu. Kaki nya menjuntai dengan santai. Mengikuti aliran angin deras pesisir pantai.
" Ya ampun Nona.. Kecil.. Turun... " Jerit gadis muda dengan di bawah sana dengan cemas juga takut kalau Nona muda nya itu nekat melompat dan jatuh.
Tapi anak kecil berusia hampir 6 tahun itu nampak menjulurkan lidah nya meledek pengasuh nya yang terus meneriaki nya dari bawah. Ia makin jail membuat mba pengasuh nya itu ketakutan.
" Ne neeee neee neeee" Anak kecil ini meledek dengan tingkah nakal nya. Padahal ketinggian disana bisa membuat tulang kecil nya patah dengan mudah.
" Astaga Nona... Aduuuh aku ga bisa manjat lagi" Runtuk pengasuh ini makin panik. Apalagi disana tak ada siapa pun. Tempat Nona muda nya ini agak tertutup dari tamu yang biasa menikmati pesisir pantai disana. Ponsel pun tam bawa karena setelah Nona kecil nya ini menghilang di depan mata ia sudah ketakutan dan berlari mencari gadis kecil itu.
Hingga ia melihat anak laki laki lain yang berusia sekitar 10 tahunan. Juga sedang mencari keberadaan adiknya ini.
" Tuan.. Tuan... " Panggil pengasuh ini melompat lompat.
Anak laki laki ini segera mendekat meski ia berlari dengan kaki robot nya.
" Nona Adela disini..., panggil orang tuan.. Kalau sampai Nona kenapa-napa saya akan dipecat Tuan Besar. .. " Pekik pengasuh ini sangat cemas.
Anak laki laki ini yang tak lain adalah Jeremy mengenadah keatas melihat kelakuan adik perempuan nya yang selalu bikin ulah. Kalau tidak menghilang bikin geger 1 Resort ini dia tidak akan tenang. Atau kalau tidak menjahili pegawai Resort maka jangan sebut nama nya Adela.
" Abaaaang" Jerit anak kecil ini dengan imut. Wajah nya cantik sangat imut tapi tingkah nya seperti anak laki-laki. Dan lihat saja sekarang Adela malah berdiri dengan bangga nya memamerkan keringanan tubuh nya disana.
Si pengasuh kembali menjerit melihat Adela yang sangat membahayakan dirinya sendiri.
" Adela turun!! Abang aduin Mommy" Ancam Jeremy disana.
Mommy mereka punya taring yang mengerikan kalau sedang marah besar. Papi nya saja tidak berani menyela kalau Mommy nya marah marah karena kenakalan adik-adik nya yang super duper memusingkan kepala itu.
" Mommy. Siapa itu Mommy... Enak dimakan ga bang... " Sahut Adela dan kembali menggoyang pinggul nya. Menari naro ala k-pop. Jeremy semakin panik. Adik nya ini malah tidak berpegangan didahan itu.
" Cepat panggil Papi-Mommy Mba... Atau yang lain. Saya akan mencoba naik" Kata Jeremy disana.
" Baik Tuan..
Jeremy melihat pijakan pohon disana. Ia ragu apakah kaki robot nya bisa memanjat di batang pohon itu. Tapi keselamatan Adela lebih penting.
Perlahan ia mulai memegang batang pohon dan kaki nya merambat disalah satu batang. Rasanya ia kesusahan mengangkat kaki nya yang memang ada kelainan sejak lahir, meski di pasang kaki robot. Ternyata malah membuat pengait nya menyubit kulit kaki nya di dalam.
" Abang jangan kesini.. Nanti jatooh" Teriak Adela disana. Memperingati.
" Diam aja disana Del... Jangan ga berpegangan.. "
Adela segera memeluk salah satu batang. Ia bukan takut dengan ketinggian disana tapi ia takut bergerak dan membuat pohon itu akan goyang. Ia takut malah kakak nya itu yang akan jatuh. Apalagi melihat kakak nya susah payah memanjat dengan keadaan seperti itu. Adela tentu sangat sayang dengan kakak nya itu. Jeremu dari kecil memang tak banyak tingkah tidak suka marah bahkan suka mengalah.
" Jangan bang jangan... Adela bisa turun sendiri kok.. " Pekik Adela lalu menjulurkan kaki nya. Namun karena fokus nya terbagi kaki satunya malah lepas dari pijakan. Akibat nya 1 kaki yang terpeleset membuat tubuh kecil itu melorot apalagi angin dipantai sore yang cukup deras.
Dengan sukses gadis kecil ini terjun bebas dari sana.
Teriakan nya menggema di pesisir pantai yang merupakan salah satu kawasan Resort di Batam.
" Adelaaaa
Alena yang berada 15 meter dari sana berlari sekencang mungkin. Ia mengenakan jubah mandi dan masker muka green tea. Ia sama sekali tidak tahu kalau putri nya itu lagi lagi bikin kegaduhan. Sejak Adela menghilang 15 menit yang laku ia sudah ikut menelusuri Resort tempat nya sekarang tinggal juga mengelola tempat itu!
Dan tiba-tiba Mbak Nina, yang biasa bantu ia menjaga Adela berlari kearah nya mengatakan dimana Adela saat ini.
Didepan matanya sendiri putri nya itu terjun bebas. Bahkan kaki nya ikut melemah saat putri nya nyaris membentur pasir. Tapi beruntung ada seseorang yang menangkap Adela. Rasanya jantung nya bisa berdetak lagi.
Dengan cepat ia berlari ke sana.
Tapi perlahan kaki nya melambat melihat siluit pria yang menyelamatkan Adela.
Walau serasa impossible tapi ini sungguh nyata.
Pria dengan kaus casual itu tak berbeda dari dia 5 tahun yang lalu. Bahkan Alena mengucek matanya menyakini ia tidak bermimpi di sore hari.
Jooo jordaaan
Seolah mendengar nama di panggil walau hanya sekilas pria bermata biru ini menoleh ke seorang wanita yang wajah nya tertutup krim berwarna hijau.
" Adela... Ooh..Abang sampai jantungan.. " Cicit Jeremy langsung memeluk saudara perempuan nya itu.
"Abaaang... " Pekik adela membalas pelukan kakak nya.
Lalu ia bersembunyi saat melihat sosok sang Ibu dari kejauhan.
" Terimakasih Om.. " Kata Jeremy kepada pria didepan nya itu yang mengulas senyum.
" Sama-sama.. Lain kali jaga adik nya dengan benar ya... " Kata pria ini yang memang adalah Jordan.
Jeremy mengangguk. Jordan menarik punggung nya dan kembali melihat wanita yang datang menghampirinya. Ia tersenyum pada Alena.
" Te terima kasih.. " Ucap Alena gugup. Ingin rasanya ia menyapa Jordan. Tapi ia urungkan seolah ada sesuatu yang melarang nya.
" Jord...
Suara lain memanggil di belakang..
Dan ada gadis muda dengan rambut sebahu berlari kearah nya. Serasa dejavu Alena seolah melihat dirinya dimasa silam pada gadis itu. Gadis itu mirip ia waktu duduk di masa SMU.
Baju kaos kebesaran dengan jeans yang robek-robek dan rambut lurus sebahu. Gadis ini juga tampak berwajah polos tanpa make up. Tapi ia tetap terlihat cantik saat ia tersenyum seperti melihat ia sendiri disana.
" Kamu kemana saja. Kamar nya sudah di siapkan... Kita istirahat yuuuuk...
" Cicit gadis itu sambil melihat kearah anak anak disana juga wanita yang tampak mengerikan dengan masker hijau di wajah nya.
" Iya Len.. Ini tadi adik nya mau jatuh... Aku langsung lari mengejar nya... " Kata Jordan menjelaskan.
Gadis muda ini nampak kaget, dan menutup mulutnya. " Astaga... Dari pohon ini kah?? "
Jordan mengangguk.
" ya ampun Adik kecil kamu berani sekali.. Jangan di ulangi ya... " Kata nya memperingati.
Adela mengangguk dan hampir menangis lalu ia kembali bersembunyi di belakang kakaknya lagi. Adela tampak menggemaskan disana dengan kedua mata hitam nya yang seperti sepasang mutiara hitam.
" Aah saya Ibu nya. Terimakasih pada kalian" Kata Alena saat gadis muda ini kembali melihat kearah nya. Alena mendadak gagu dengan kosakata nya sendiri.
__ADS_1
" Sama sama"kata wanita itu sambil tersenyum manis. Lalu kembali menyebik kearah Jordan bahkan mengamit lengan nya Jordan membalas nya dan tersenyum riang. Rasanya bongkahan batu 5 tahun yang di dera Alena meletus keluar. Ia sangat senang melihat ada wanita bersama Jordan. Tapi ia juga heran kapan Jordan terbangun dari koma nya.
Ia dan keluarga nya meninggalkan London 3 tahun yang lalu setelah kehamilan nya yang ke 2. Ia ingin tinggal di Batam lagi setelah Suami nya Devan membangun membeli Resort disebelah Kantor nya dulu.
" Saya Lena dan ini tunangan saya Jordan Collison.. " Kata gadis ini memperkenalkan diri dengan ramah.
" Oh hallo... Lena - Jordan.. Hmm kalian selamat datang di sini.. " Sahut Alena agak bingung dengan menyebutkan namanya atau tidak.
" Terimakasih... " Sahut Lena dan diangguki Jordan juga yang kembali tersenyum.
"Jord.. Kita masuk yuk. Mr. Alex nanti malam mau mengajak kita makan malam" Kata gadis ini lagi, jordan mengangguk lagi.
" Kami permisi dulu.. Mbak. Bye bye kalian yang imut imuuut" Lambai gadis bernama Lena itu pada Jeremy dan Adela. Lalu tersenyum pada Alena.
Beberapa detik kemudian pasangan itu berlalu disana menyisakan pemandangan yang menakjubkan bagi Alena. Sampai ia lupa untuk bernafas.
5 tahun lama nya. Ia sudah tidak bertemu lagi dengan Jordan. Ada rasa bersalah nya yang harus ia kubur. Laku hari ini!!!
Sampai sampai Jeremy harus memanggil Mommy nya berulang ulang baru Alena sadar kealam nyata lagi.
*
*
" Dengar Papi.. Jangan lagi kamu manjat manjat pohon. Nanti kalau jatuh kaki nya patah atau leher nya patah gimana. Mau ga punya kaki sama leher??? "
Adela yang lagi disidang hanya manggut manggut saat Papi nya ini menasehatinya. Ia sudah mendapat omelan besar dari Mommnya sekarang malah dapat ceramah dari Papi nya juga.
" Gadis pintar.... " Devan mengusap rambut putri nya ini dengan sayang.
Lalu tiba-tiba saja kepala nya di di semprot dengan cairan berwarna kuning dari sisi kanan.
*****.
Cairan berwarna biru datang dari sebelah kiri. Mewarnai wajah nya yang sudah tampan semakin tampan.
Dua bocah laki laki yang berumur 2 tahun itu jingkrak jingkrak penuh tawa setelah menembaki Papi nya dengan tinta berwarna.
" Montel dahat nangan dekat dekat tuan putli.. (Monster jaht jangan dekat-dekat tuan putri) " Seru salah satunya lalu menembaki Devan dengan tinta biru lagi kali ini ke badan topless Devan.
Devan mendengus melihat tetesan cairan dari rambut nya. Ia baru saja mandi. Dan sebentar lagi ia akan janji makan malam dengan seseorang. Lalu ini. Bocah-bocah nakal nya malah bikin ulah. Baru saja pagi tadi ia kebakaran jenggot salah satu putera kembar nya merusak file perangkat lunak yang lagi ia kembangkan dan nyaris selesai siap diluncurkan. Tau tau mereka masuk dan memainkan komputer nya saat ia lengah. Meninggalkan ruang kerja nya 5 menit ke kamar mandi.
" Dariel... Daniel... " Teriak Devan dengan kesal. Suara nya menggema di kediaman nya yang besar.
Bocah bocah nakal itu lalu berlarian dengan menggemaskan, apalagi sang ibu masih suka mengenakan anak anak nya kostum animal.
Kali ini putera kembar nya itu mirip zebra dengan ekor kesana kemari.
Pipi nya gempal nya pun dengan memerah dan rambut nya sama sama berbentuk spicy.
Daren dan Daniel adalah anak kembar hasil goyangan Alena dan Jordan. Mereka program anak kembar alhasil jadilah dup gembul yang super nakal itu selalu membuat Devan harus banyak bersabar setiap menjadi subjek kenakalan anak anak nya. Atau ada saja kerugian yang diulah anak anak nya itu.
Alena muncul dengan nafas tersengal. Ia baru mengejar duo kembar itu dari ruang bermain disana. Ternyata anak anak nya itu malah menyerbu ke kamar kakaknya Adela yang lagi dinasehati suami nya.
Alena langsung menutup mulut menahan tawa melihat rambut gelap suami nya yang super ganteng di mata nya itu malah penuh dengan tinta kuning dan biru.
" Ya ampun.. Sayang.. Itu isi nya tinta!!! Mereka mengisi nya dengan tinta yang ada di ruang kerja kamu.. "
Devan memukul jidat nya. " Tamat sudah! Ia pun memegang tinta itu dengan tangan nya benar saja itu adalah tinta printer. Padahal ia sudah meletakkan printer di tempat tinggi tapi kenapa bisa ada ditangan putra-putra nakal nya itu.
" Cat warna abang habis jadi Adela bantu nyari. Eeeh ga tau nya diambil Dariel sama Daniel Pi.... " Cicit Adela dengan meringis. Tapi malah tidak bis menahan tawa melihat cairan tinta itu menitik di wajah Papinya.
Mau marah tapi keadaan rambut nya sudah seperti itu.
Alena datang dari belakang.
" Ga papa kok.. Nanti ada yang bantu bersihin. Ya kan sayang... " Devan menarik kedua tangan istri nya itu lebih erat.
" Hmmm mau ga ya....
" Harus mau doong.. Sebagai bentuk penebusan kenakalan Dariel dan Daniel..
" Halah itu akal akalan bapak nya aja...
Devan terkekeh lalu menarik Alena kedepan nya. Istri cantik nya ini masih terlihat seperti dulu. Cantik nya ga memudar. Malah keseksian nya yang meningkat.
" Modusin istri sendiri boleh dooong.. " Sungut Devan meletakkan tangan Alena ke pinggang nya. Ia tersenyum penuh arti. Bibir ranum Alena tampak mengundang nya disana. Ia menunduk untuk mengecap bibir itu. Tapi teriakan gadis kecil disana mengurung kan nya.
" Hhhhft kalian kan punya kamar sendiri Papi... mommy... " Teriak Adela disana dengan kesal pipinya memerah sampai ketelinga walau masih kecil gadis itu sangat kesal kalau kedua orangtua nya genit-genitan didepan nya. Adela pernah bilang itu polusi mata!
Alena dan Devan kaget dan melihat bagaimana wajah Adela merengut dengan kedua tangan di pinggang nya.
" Iya sayang... Ini juga mau di pergi sama Mommy.. " Usap Devan ke kepala puteri nya. Lalu ia mengangkat Alena ala bridal stlye sampai Adela memekik dan buru buru mendorong pantat Papi nya keluar dari kamar nya. Ia mendengus dengan pipi merah.
" Anak itu sikap nya mirip siapa sih. Pemarah sekali" Gerutu Devan yang tidak sadar diri.
Alena hanya senyam senyum. Ia malah asik menggambar tinta biru di pipi Devan membentuk nya seperti kumis kucing sementara itu Devan membawa nya kekamar. Tanpa menghiraukan Jeremy yang mengejar adik kembar nya. Ia berteriak marah karena lukisan nya baru di serang adik kembar nya.
Pengasuh disana hanya mengurut dada melihat kehebohan setiap malam dikeluarga itu.
" Biarlah di luar seperti taman bermain anak anak yang penting setelah masuk kamar di kunci. Semua permasalahan selesai" Seru Devan terkekeh sambil mengunci pintu dan suara ribut-ribut diluar langsung teredam.
Devan membawa istri nya itu ke bath up. Meletakkan nya seperti anak kecil.
" Aku udah mandi Dev.. Wajah mu aku bersihin sama Miceller Water dulu" Alena menarik punggung nya tapi suami nya ini malah masuk kedalam bath up dan melepas celana dengan seenak nya. wajah Alena langsung nemerah.
" Kenapa kamu malu malu begitu...
Goda Devan yang melihat wajah Alena sangat merah.
" Siapa yang malu- malu." elak Alena membuang muka.
Devan terkekeh melihatnya.
" Bukan nya sebentar lagi ada janji makan malam Dev..
" Yaa mereka bisa menunggu. Lagian Dariel dan Daniel baru saja membuat nya terlambat kan" Bisik Devan sambil mengisi bak mandi itu dengan air hangat lalu menyampirkan rambut Alena kesamping.
" Hmm terserah boss saja lah lagian kenapa aku juga harus ikut nanti malam..??
Devan membantu Alena melepas baju rumahan istrinya itu. " Yaa jadi kamu ga mau nemenin..? "
" Bagus nya aku ikut atau tidak ?" Tanya Alena balik.
Ia sebenarnya ingin membahas penjamuan makan malam yang Devan ajak. Apalagi tadi sore ia mendengar nama suami nya disebut oleh gadis bernama Lena itu. Tapi Devan tipe yang malas membahas tentang Jordan. Pernah sekali ia bergumam penasaran dengan kabar Jordan. Devan malah cemburu buta. Jadinya ia tutup mulut saja sekarang kalau menyinggung nama Jordan.
__ADS_1
" Ikut donk.. Ada kejutan juga untuk mu.. " Sahut Devan yang sudah berhasil membenahi pakaian yang melekat di tubuh Alena.
Selama 1 jam Devan mengundur penjamuan nya itu hanya karena durasi percintaan panas nya dengan istri tercinta nya. Kalau saja tidak mengingat janji yang terlama di undur sudah pasti Alena akan di sekap dalam kamar semalaman suntuk oleh nya.
Dan sekarang pasangan suami istri ini sudah berpakaian sangat rapi juga elegan.
Devan melirik gaun yang di kenakan Alena. Alena mengenakan gaun dengan kerah tinggi. Ia tau istrinya sedang menutupi kiss mark yang ia buat di sana.
Tapi ia malah risih dengan aset Alena yang tampak sangat besar dengan gaun seperti itu
Ia pun mendekat dan dengan nakal malah meremas salah satu nya.
" Ini terlalu berbahaya! Gantilah yang lain atau tutupi dengan rompi atau apalah... " Bisik Devan malah menggeriyangi kedua payudara istrinya itu.
Alena sudah terbiasa dengan tangan nakal suami nya itu yang suka mendrible payudara nya. Mengadon nya seperti sedang mengembangkan adonan kue.
" Ini biasa saja Dev. Kenapa sih tumben kamu mengkritik pakaian ku untuk malam ini..? Tanya Alena penasaran. Suami nya ini masih terus mengelas.
" Aku ga suka sayang. Milik ku di liat orang lain.. Apalagi pria.. " Sahut Devan lalu mengecup bahu Alena.
" Hmm baiklah. Aku akan pakai blazer.. Okey.. "
Devan tersenyum ia lalu mengamati jenis Blazer yang Alena kenakan. Sampai Blazer itu cukup aman dimana nya baru ia mengijinkan Alena selesai berpakaian.
Bahkan ia mengurangi kadar ketebalan lipstik Alena. Ia tidak mau Alena tampil teralu cantik terlebih ia akan mempertemukan istrinya ini dengan mantan nya. Dan keputusan ini ia harus semedi dulu selama setahun.
*
*
*
Alena menarik nafas ia bisa melihat punggung Jordan dari belakang. Perasaan nya dengan Jordan sudah lama hilang. Ia hanya gugup bagaimana Jordan saat melihat nya.
Devan dengan posesif mengamit tangam Alena sambil menggiring nya ke meja Resto yang sudah cukup lama di tunggu oleh pasangan disana.
Seorang pria berbisik ke telinga Jordan. Memberitahu kalau Devan dan Alena sudah datang. Ia segera berdiri bersama Lena. Gadis yang saat ini adalah tunangan nya dan berbalik kebelakang.
Tampak wajah tegang dua pasangan itu disana tapi tidak bagi Jordan. Ia sama sekali merasa tak mengenali 2 wajah disana.
Ya Jordan sudah mehapus ingatan nya tentang Alena dan Devan.
Ia bangun dari Koma sudah 2 tahun yang lalu dengan keadaan seperti itu. Baginya tidak pernah mengenal nama Alena atau Devan lagi.
" Dev... Dia Jordan kan" Bisik Alena mencengkram tangan Devan. Walau ia sudah bertemu ia masih ingin di yakinkan.
" Ya. Dia Jordan. Dia sudah sadar 2 tahun lalu. Dia mehapus kita dari otak nya.
Gadis disebelahnya itu mirip dengan kamu kan. Baginya kamu yang sekarang tidak pernah ada di memory nya tapi perasaan nya masih ada dan perasaan itu perlu inang baru. Aku mengirim Lena ke kehidupan nya sekarang.
JADI AKU HARAP KAMU JANGAN BAPER DAN COBA CLBK... "
Devan menekan kan kalimat terakhirnya dengan nada mengancam.
Alena tersenyum mendengar nya. Terlebih ternyata suami nya ini diam diam terus mengamati Jordan dan membantu mantan nya itu agar bisa hidup bahagia dengan orang baru.
" Bagaimana kalau kami CLBK? Goda Alena membuat Devan meeratkan tangan nya. Ia lalu berbisik lagi.
" Aku akan memaksa mu memproduksi gen Humours lebih banyak dari Gen Halilintar"
Alena terkekeh geli. Ia lalu mengembang kan senyum saat kedua pasangan didepan nya ini mengulurkan tangan.
" Alena.. " Alena mengenalkan diri dan mejabat tangan Jordan.
" Jordan. Mrs. Alex.. " Sahut Jordan sudah tidak merasa mengenali Alena lagi. Ia lalu tersenyum pada Alena dan Devan yang tampak tak bisa bernafas disana karena gugup. Tapi kemudian Devan bisa lega setelah melihat reaksi Jordan pada istri nya.
Jadi posisi nya sebagai Suami satu-satunya Alena akan damai sentosa sampai akhir hayat.
Sedangkan Alena sendiri sungguh merasa plong dengan keadaan Jordan sekarang rasa bersalah nya sudah tertebus selama 5 tahun ini. Dan bebas dari kritikan readers tentunya 😃
Ia tersenyum melihat interaksi Jordan dengan gadis bernama Lena itu. Walau mereka berdua mengingatkan dengan ia dimasa muda saat masih pacaran dengan Jordan. Tapi rasa itu hanya berupa kenangan tanpa terlibat rasa kerinduan sama sekali. Dan ia cukup puas dengan itu.
*
*
Devan melepas baju yang baru ia pakai. Tubuh nya masih sama seperti dulu. Malah otot nya makin terbentuk. Lalu ada tangan mungil menyusup di belakang nya Alena menyander kan kepala nya di punggung Devan.
" Terimakasih Dev.. Terimakasih kamu sudah memaafkan Jordan dan membantu nya menata hidup nya lagi"
Alena sudah menanyakan hal itu pada asisten baru suami nya. Gerry.
Karena Rudy sudah menikah dengan Nita 1 tahun yang lalu dan Rudy juga sudah menjadi manager di perusahaan di London. Sekarang Nita lagi mengandung besar anak pertama mereka.
Gerry mengatakan kalau suami nya memang membantu pengobatan Jordan dari dulu. Alena berpikir kalau Devan merasa bersalah karena membuat Jordan mengalami sakit keras akibat penyiksaan yang dulu.
Gerry lebih gampang di korek informasi ketimbang Rudy yang pelit informasi.
Devan tersenyum. Ia menatap pantulan dirinya di cermin sana. Ia tidak sebaik Jordan yang mencintai Alena tanpa cela tapi ia ingin membuktikan kalau ia juga pantas untuk Alena. Pantas menjadi suami terbaik pada Alena dan ayah yang baik pada anak anak nya.
Seseorang tidak ada yang hidup nya sangat sempurna perlu kesalahan dan perubahan untuk mencapai titik itu.
So Reader.. Apakah Devan sudah pantas buat Alena :D.
Devan berbalik dan melingkarkan tangan nya di pinggul istrinya yang sudah polos tanpa pakaian. Tak ada benang di tubuh istri nya saat ini. Lekuk tubuh istri nya masih sangat bagus walau sudah 2 kali melahirkan apalagi saat hamil Dariel dan Daniel. Perut Alena seperti gentong. Tapi tubuh nya kembali kebentuk semula setelah melahirkan. Tapi apapun bentuk Alena wanita itu tetap sumber kebahagian nya. Ditambah umbul umbul yang meramaikan kehidupan nya sekarang.
Apalagi Alena sangat pandai memanjakan nya di ranjang seperti sekarang ini kadang Alena yang selalu punya inisiatif melayani nya dengan agresif. Tak ada seorang suami yang akan menolak disuguhkan dengan hasrat seperti itu. Ia merasa sangat di hargai dan kagumi istrinya sendiri seakan dirinya selalu di inginkan berkali kali.
" Jadi apa saja yang di katakan Gerry padamu??
Tanya Devan dengan jari mulai menelusuri setiap inci kulit Alena.
Alena memejamkan mata kegelian.
" Apapun yang aku ingin tau!!! " Jawab Alena
Devan tersenyum lebar melihat reaksi Alena yang terlihat nakal disana. Jarinya semakin gencar beraksi dan bibir nya mulai menjamah bibir ranum istrinya itu dengan lembut.
" Apa perasaan mu setelah bertemu dengan Jordan? " Tanya Devan lagi. Kali ini ia membalik alena dan mulai menjamah aset istri nya itu dari sana. Menghirup tekuk Alena dengan dalam. Menyimpan nya dalam rongga paru-parunya. Rasanya ada kebahagian tersendiri. Dan itu menjadi kebiasaan nya. sehari tidak menyelami aroma vanila dari Istri nya rasanya seperti kebiasaan orang Indonesia yang tidak makan kalau tidak makan nasi.
Alena menyekit. Ia merasa terbuai dengan perlakuan Devan seolah setiap inci sentuhan Devan memberikan makna seberapa besar pria nya ini mencintai nya mendambanya setiap saat dan memberikan rasa bahagia yang dalam. " "Aku bahagia Dev. Rasanya sangat lega. Jordan sudah bangun dan sehat lagi. Dia juga merasakan cinta yang sama besar padanya! "
Alena lalu berbalik. Matanya menggeriyang kearah suami nya ini. Mengalungkan tangan nya ke ceruk leher Devan lalu berjingkit dan mengecup bibir tipis suami nya ini dengan sensual meresapi sentuhan lembut bibirnya disana. Perasaan nya tak kan pernah berubah kelak dan nanti.
🌺🌺
__ADS_1