Married By Accident (MBA)

Married By Accident (MBA)
bab 10


__ADS_3

tepat pukul 11.00 nancy dan anita tiba di praktek bidan kampung. berjalan kaki sekitar 1 kilo memasuki hutan. melewati jalan setapak yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki.


terlihat ada beberapa orang yang sudah mengantri. rumah praktek bidan kampung ini tidak terlalu luas, cuma terlihat ruang tunggu yang muat 4-5 orang saja, ruang daftar, kamar bersalin. tempat ini menyeramkan bagaimana tidak rumah praktek bidannya di tengah hutan begini.


(wow, banyak juga nih pasiennya, gila ya yang mau arborsi ternyata lumayan juga. ungkap anita dalam hati)


"kamu yakin beb? tanya anita pada nancy berbisik ketelinganya.


"iya, udah terlanjur juga disini. balas nancy berbisik ke telinga anita.


"pikir matang-matang dulu. nanti nyesal lo.


"udah akh. aku yakin ini terbaik. ucap nancy memejamkan matanya.


uuheaa... uuheaaa. nancy mengatur nafar mengusir kegugupannya.


(vino kok ngak ada kabar sih, batin anita)


"antri no berapa? tanya anita


"no 6 masih lama. kamu kenapa gelisah gitu?


"gelisah lah, tempat ini serem tau. aku tunggu diluar ya. tar kalau giliran kamu panggil aja aku diluar. sumpek disini sempit ngak bisa nafas aku. ungkap anita memberi alasan. padahal yang membuat anita tidak betah sebenarnya, suara wanita yang menjerit kesakitan membuat anita merinding ketakutan.


anita gelisah mengecek ponsel berulang kali, walaupun sinyal timbul tenggelam anita berharap vino menghubunginya.


sementara didalam ruangan, nancy tampak gugup dia terus meremas tangannya sendiri berharap ketakutannya menghilang.


aaahhh sakit bu... !!! sakit (teriakan wanita berteriak kesakitan)


(sudah benarkan keputusan aku. mudahan ini yang terbaik, mendengar suara teriakan itu membuat nyali ku cuit, apa sesakit itu yaa? ) ungkap nancy dalam hatinya.


menunggu kurang lebih 2 jam lebih akhirnya nama nancy dipanggil juga.


"antri no 6 atas nama nancy silakan bersiap setelah ini giliran anda. ucap perempuan muda yang keluar dari ruang bersalin.


" iya, sebentar saya panggil teman saya dulu ya.

__ADS_1


"temannya tunggu diluar aja bu, tidak boleh ikut masuk. jelas petugas itu sekali lagi.


"beb, giliran aku, panggil nancy pada anita.


"sekarang?


"iya, aku disuruh siap-siap habis ini giliranku.


"ayo, ajak anita pada nancy.


"kamu tunggu di luar aja. ngak boleh ditemanin kata petugasnya


"oh gitu. ya udah aku tunggu diluar aja balas anita.


nancy memasuki ruang bersalin dengan perasaan dag.. dig...dug


"silahkan bu, celana nya dilepas pakai sarung yang sudah disediakan kemudian berbaringlah disana, bidan itu menunjukan sebuah meja persis meja operasi lengkap dengan alat medisnya. perawat tolong bantu dia perintah bidan dengan muka dingin.


nancy mengikuti perintah bidan tersebut, berbaring dimeja operasi. dia sudah menyiapkan mental yang cukup untuk mengontrol ketakutannya. tetapi kenyataannya badan nancy bergetar hebat, keringat dingin membasahi tubuhnya.


"siapa pun yang berani mengugurkan anak ku tidak akan aku beri ampun. teriak kenzo di luar ruang bersalin.


nancy merasa kenal dengan suara tersebut, nancy pun keluar. betapa kagetnya dia melihat kenzo ngamuk di luar ruang bersalin.


"kamu !!!...teriak nancy.


"melihat nancy kenzo langsung menghampiri dan mengendong nancy keluar dari tempat itu di ikuti anita dan vino dari belakang.


nancy memukul dan meronta-ronta minta diturunkan, tetapi kenzo tetap tidak menurun nancy. akhirnya nancy pasrah digendong kenzo. berjalan kaki hampir satu kilo sambil mengendong nancy bukanlah hal yang mudah bagi kenzo. terlihat keringgat membasahi tubuhnya.


sesekali nancy berkata " turunin aku, aku ngak akan kemana-mana kok. nancy merasa kasian melihat kenzo bercucuran keringgat.


"diam, gimana kamu bisa jalan tanpa mengunakan sandal dan hanya memakai sarung sebentar lagi kita sampai dimobil. suara kenzo ngos-ngosan.


setibanya di mobil, kenzo menurunkan nancy menyuruhnya memasuki mobil. kenzo melepaskan jasnya memakaikan dibadan nancy yang hanya mengunakan sarung.


didalam mobil keempat orang itu membisu tanpa suara hanya terdengar deru mesin mobil melaju meninggalkan tempat itu. mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

__ADS_1


setelah agak jauh, terdengar isak tanggis nancy memecah kesunyian di antara mereka.


"kenapa menghentikan ku? apa peduli mu? bukankah kamu tidak yakin ini anakmu? teriak nancy di sela isak tanggisnya.


ciitttt, kenzo menhentikan laju mobilnya dan berhenti dipinggir jalan.


"kamu sudah gila. kamu mau bunuh anakmu sendiri. kalau memang kamu ngak menginginkan nya kasih ke aku biar aku yang rawat kamu minta berapa pun aku kasih. teriak kenzo pada nancy.


"heh sesederhana itu kah menurutmu. apa kamu pikir semua bisa dibeli dengan uang. aku tidak butuh uang mu. aku cuma tidak mau anak ini lahir tanpa ayah dan ibu nya. terlahir menjadi anak haram itu sangat menyakitkan. aku tidak mau anak ini merasakan apa yang aku rasakan. berteriak nancy marah pada kenzo.


kenzo mengusap mukanya dengan kasar dan berkata "maafkan aku, aku egois tidak mengerti kondisimu. kenzo berlahan mengenggam tangan nancy, aku akan menikahimu secepatnya itu solusi terbaik saat ini. ucap kenzo menatap mata nancy.


nancy tidak mampu berkata apa-apa dia hanya menanggis.


sementara dibelakang, anita dan vino hanya sengol menyenggol menonton drama kenzo dan nancy.


setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh mereka tiba di kota.


'kalian akan tinggal di apartemen ku sementara waktu. ucap kenzo memandang nancy.


"tapi.... sebelum menyelesaikan kalimatnya kenzo lebih dulu memotong pembicaraan.


"saya tidak mau dibantah, pokoknya kalian akan tinggal di apartemenku. perintah kenzo.


"gue mau, tapi mampir kekoslah dulu ambil baju ganti. ucap anita dengan antusias.


nancy melotot ke arah anita, tetapi anita seakan tidak peduli dan cuek.


"ngak perlu nanti saya suruh anak buah saya yang mengemas barang-barang kalian. berikan alamat kosnya pada vino biar dia yang urus. kata kenzo dengan sombongnya.


"ngak perlu, biar kami sendiri yang mengemas barang-barang kami. ada beberapa barangku yang tak boleh di sentuh orang lain. nancy ngotot minta pulang kekos dulu.


kenzo menarik nafas dan menghembuskan, untuk menenangkan dirinya menghadapi nancy yang keras kepala.


"sudahlah terserah kalian saja. dimana alamatnya? tanya kenzo


"lurus aja sekitar satu kilo, ada gang melati belok aja disitu. kosannya warna biru ya. perintah anita

__ADS_1


__ADS_2