Married By Accident (MBA)

Married By Accident (MBA)
bab 41


__ADS_3

Revan terlihat duduk dengan gelisah di kursi kosong yang berada di cafe 45. dia sedang menunggu kedatangan nancy dan ken. 15 menit berlalu datanglah nancy bersama ken.


dari kejahuan terlihat nancy berjalan berdampingan dengan ken, tangan ken bertengker manis di pingang nancy. membuat hati revan bertambah sakit.


mengapa kau begitu mudah memaafkan nya nancy, bukan kah dia membuat hati mu terluka begitu parah. apakah sulit membuka hati untuk ku, apakah tidak ada ruang dihati mu sedikit saja untuk ku. aku yang selalu ada untuk mu,selalu setia menemani mu suka maupun duka. apakah perasaan sayangmu untuk ku hanya sebatas teman, padahal aku berharap lebih. begitulah cinta, tak harus memiliki. melepaskan dia demi kebahagiaan nya,itulah cinta sejati.


"maaf van telat, apakah kau lama menunggu kami?"


"tidak juga, aku baru sampai 10 menit yang lalu."


"silahkan duduk, revan berdiri mempersilahkan nancy dan ken duduk.


hening sesaat, tak ada suara diantara mereka bertiga, suasana cangung diantara mereka tak terhindarkan.


hemmm, batuk ken dengan sengaja memecahkan kesunyian diantara mereka.


"aku kenzo" menjulurkan tangannya ke arah revan memperkenalkan dirinya.


"revan" menyambut uluran tangan dari kenzo.


"aku mau berterima kasih pada mu van, telah menjaga mereka dengan baik untuk ku."


"tak perlu berterima kasih padaku, aku melakukan semuanya tulus, karena aku menyayangi mereka."


"aku bersyukur mereka mendapatkan kasih sayang tulus dari orang sebaik kamu van. bolehkah kita berteman?"


"tentu saja boleh, aku sangat ingin berteman dengan mu ken. aku harap kita bisa berteman dengan baik.

__ADS_1


"hemm, sepertinya aku lapar, apakah kalian tidak lapar. ucap nancy mencairkan suasana.


"mari kita pesan makanan dulu. revan mengangkat tangan nya, memanggil pelayan.


"saya pesan bbq ribs dan lemon ice, kalian pesan apa?


"kita samain aja, ucap nancy dan ken bersaman.


"ya udah, tiga porsi bbq ribs dan tiga lemon ice, satu air mineral itu saja.


"baik tuan," pelayan pun pergi.


"aku harap kamu bisa jagain nancy dan nasya dengan baik.jangan buat mereka menanggis. aku akan memukul mu dengan tinjuku jika hal itu terjadi."


"pastilah, aku akan menjaga mereka dengan baik seperti menjaga nyawaku sendiri. mereka sumber kebahagian ku, mereka segalanya bagiku dan harta terindah yang aku miliki.


"aku percaya padamu ken."


"iya,..


pelayan meletakkan pesan mereka dimeja.


"selamat menikmati"


mereka pun menikmati makanan nya tanpa bersuara.


"pelan-pelan makan nya, ken mengelap sudut bibir nancy dengan mengunakan jempolnya.

__ADS_1


"hus jangan begitu ada revan, aku malu. bisik nancy pada ken.


revan hanya tersenyum melihat perlakuan ken pada nancy.


aku harap kau bahagia nancy, aku akan menemukan gadis yang mencintaiku suatu saat nanti.


"van, kita duluan ya. pamit nancy setelah menghabiskan makanan nya.


"iya, titip salam buat nasya.


"oke, sesekali datanglah kerumah. nasya pasti sangat merindukan mu.


"aku pasti datang kalau tidak sibuk."


"thanks van, ken menepuk belakang revan.


kita duluan ya, ken juga pamit pada revan.


"iya ken, jaga mereka baik-baik untuk ku."


revan hanya menatap punggung dua insan yang sedang jatuh cinta itu, hingga mereka menghilang dibalik pintu cafe.


semoga kalian selalu bahagia, doaku untuk kalian.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2