Married By Accident (MBA)

Married By Accident (MBA)
bab 30


__ADS_3

lama aku menunggu dengan perasan, dag.dig,dug. aku sungguh gugup saat ini.


sehingga seorang pria paruh baya menghampiriku, berpakain rapi, mengenakan setelan jas, terlihat sedikit uban menghiasi rambutnya. wajah tampannya yang mulai memudar tersenyum padaku.


"nancy," suaranya menggagetkan ku. sontak saja aku berdiri, mempersilakan dia duduk.


kami sama-sama bungkam, diam tidak tahu harus berkata apa. kecanggungan diantara kami terlihat jelas. hingga isak tanggisnya terdengar menyayat hatiku.


"kamu cantik nak, seperti bunda mu." kamu sangat mirip dengan nya. seandainya dia masih hidup, dia pasti sangat bahagia bisa melihatmu tumbuh menjadi gadis yang cantik. suara ayah memecahkan kesunyian diantara kami.


"deg," aku seperti disambar petir mendengar ucapan ayah, "tunggu dulu, ayah maksudnya apa? bunda sudah meninggal? tanyaku.


"iya sayang, bunda mu sudah menghadap tuhan mendahului kita. apakah kakekmu tidak menceritakan tentang bundamu?


"tidak, ayah tolong ceritakan semuanya padaku," pintaku pada ayah.


ayah mulai bercerita.


ayah rasa kamu tahu bagaimana kisah cinta ayah dan bunda yang tidak direstui oleh kakekmu dikarenakan status sosial ayah lebih rendah dari keluarga bundamu. walaupun pada saat itu bundamu sedang hamil, kakek mu, bersikukuh tidak merestui hubungan kami. berkali-kali ayah memohon restu pada kakekmu, tetapi dia tidak mau mendengar ayah. sehingga pada suatu ketika ayah mendapat kabar bahwa ibu meninggal dunia ketika berjuang melahirkan kamu. betapa terpukulnya hati ayah kehilangan bundamu. ayah memdatangi kakekmu, meminta kamu supaya dirawat oleh ayah. tetapi kakekmu tak mengizinkan nya, bahkan ayah ingin menggendongmu sekali saja tak di izinkan kakekmu.membuat ayah tambah terpukul kehilangan kalian sekaligus. selama ini ayah berusaha mencari keberadaanmu setelah mengetahaui kamu kabur dari rumah kakekmu. ayah diam sejenak dari berceritanya menatap wajahku yang basah oleh air mata.


aku terisak, menanggis. jadi selama ini aku salah, aku membenci bunda yang telah bertaruh nyama menhadirkanku didunia ini. membenci dan memakinya tanpa tahu kebenaran sebenarnya. betapa besar pengorbanannya untuk ku, dia rela kehilangan nyawa untuk ku. aku menyesal selama ini membencinya. selama ini aku berpikir bahwa bunda pergi jauh meninggalkan ku karena tidak menginginkan ku, berpikir kehadiranku menghalangi mimpi dan cita-cita bunda.

__ADS_1


aku sungguh orang yang tidak tahu bersyukur.


tanggisku semakin menjadi-jadi.


"kenapa mereka tega menutupi kebenaran tentang bundamu dari mu. membuatmu salah paham begini. ayah terlihat geram.


"wajar kakek bersikap seperti itu padaku, ucapku disela-sela tanggisku.aku merenggut nyawa putri kesayangan nya.


"bersikap seperti apa maksudmu? apakah kakekmu bersikap buruk padamu? tanya ayah penasaran.


"aku mengangguk, sangat buruk ayah. kakek sangat membenciku, dia sungguh jijik melihat muka ku, dia selalu memarahiku dengan alasan yang tidak jelas. aku melewati masa kecil yang menyakitkan. masa dimana anak lain sedang bermain dengan bahagia, sementara aku berkutat dengan pekerjaan rumah tangga, mulai dari mencuci piring, mencuci baju dan bahkan memasak. aku melakukan semua pekerjaan itu dengan tangan munggilku. aku bahkan tak diizinkan bersekolah, mereka tidak mau mengeluarkan uang untuk menyekolahkanku. aku menerima perlakuan mereka padaku mengerjakan apapun yang mereka suruh padaku. tetapi tidak dengan sekolah, aku bersikeras mau sekolah, aku memohon pada kakek agar dia mengizinkan ku bersekolah, aku akan membiayai sekolah ku sendiri. dari umur sembilan tahum aku mencari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan sekolahku. aku menjual es lilin disekolah, es yang kubuat sendiri dengan tangan munggilku. untung tuhan memberikan kecerdasan padaku, jadi aku selalu mendapat beasiswa,karena aku selalu rangking 1 disekolahku. aku diam mengakhiri ceritaku.


"biarkan mereka ayah, setidaknya mereka membiarkan ku hidup, terlepas seperti apapun perlakuan mereka terhadapku. aku hidup, sehingga dapat bertemu ayah hari ini.


mari kita melupakan masa lalu yang menyakitkan itu, melanjutkan hidup dengan bahagia.aku beranjak dari dudukku dan memeluk ayah.


cukup lama kami berpelukan melepas rindu yang tertahan bertahun-tahun lamanya.


"mana suami mu? tanya ayah setelah melepaskan pelukannya.


"aku pergi meninggalkan nya. jawabku singkat tanda enggan membahasnya.

__ADS_1


oh jawab ayah lagi, dia tidak bertanya lebih tentang suamiku. sepertinya ayah paham aku enggan menbahasnya.


setelah pertemuan itu aku tahu bahwa ayah ku seorang penggusaha kontruksi yang sukses. pemilik roby star, perusahaan ternama yang membangun gedung-gedung besar dikota. aku sungguh kagum dengan kerja keras ayah, dari seorang kuli bangunan bisa menjadi pengusaha sukses itu adalah pencapaian yang luar biasa.


ayah menggirimku keluar negeri, ke negara k tepatnya. aku melahirkan seorang putri cantik dan melanjutkan kuliah ku disini. melupakan masa lalu ku yang kelam bersama kenzo.


.


.


.


.


.


.


menurut kalian sedih ngak sih kisah hidupnya nancy?


ceritanya belum tamat ya, masih ada kelanjutannya. ditunggu up selanjutnya. selalu dukung author, biar semangat nulisnya. 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2