
"ken, nancy, kalian. ucap mama lirih, berdiri dari duduknya.
"apa-apaan nih ma? ken marah pada mamanya.
"ken kecewa sama mama." berbalik hendak pergi dari hadapan mamanya.
"ayo kita pergi. " ucapnya pada nancy.
"kok balik? tapi kita kan baru sampai. " protes nancy pada ken.
"ken,... teriak
"maafkan mama, dengar dulu penjelasan mama." pinta mama pada ken.
"apa yang mau mama jelaskan? sudah berapa kali ken bilang, ken ngak mau nikah, ken masih punya istri. stop jodoh-jodohin ken lagi atau ken tidak akan datang kesini lagi.
"maaf sinta pulang dulu, " sinta berdiri pergi dari rumah itu. dia merasa tidak nyaman, karena perkataan ken. sepertinya kehadiranku tidak di inginkan, pikir sinta.
"maaf ya sin, nanti tante telpon lagi.
"permisi, " sinta berlalu melewati ken dan nancy. sejenak dia menatap sinis pada nancy.
"mama, " suara nancy memanggil mama, mendekati mama, mencium punggung tangan mama, dan memeluknya.
"maafin nancy ma, bisik nancy pada mama.
mama hanya diam mematung, tak membalas ucapan nancy, " mama marah pada nancy? tanya nancy.
"bukan sayang, jawab mama sadar dari terkejutnya. "nancy dari mana saja? maafin ken yang udah buat kamu menanggis. membalas pelukan nancy
"ngak papah kok ma, nancy melepaskan pelukan nya. nancy melihat kiri dan kanan mencari keberadaan nenek..
"nenek mana ma? tanyanya karena tidak mendapati nenek.
hmmm, ada dia tidur dikamarnya.
"ma, kenalin nih nasya. cucu mama kata nancy, meminta nasya menyalami mama.
"nasya." suara indah nasya menyebut namanya.
mama meneteskan air mata. berlutut, menyamai tinggi nasya. "cucu nenek sudah besar. mama mengelus pipi munggil nasya.
nasya menatap maminya, minta penjelasan. maminya hanya mengangguk.
paham dengan maksud maminya,
__ADS_1
"nenek" ucap nasya dengan ragu.
"iya, ini nenek sayang. apa nenek boleh memeluk nasya? pinta mama pada nasya.
"boleh nek."
mama memeluk nasya, cucu nenek sudah besar. akhirnya nenek bisa bertemu denganmu. mengusap lembut kepala nasya.
"ayo kalian duduk, mama mau keatas memanggil nenek, ucap mama pergi menaiki tangga dan hilang masuk kekamar nenek.
tak lama kemudian nenek turun bersama mama. nenek tersenyum bahagia melihat kehadiran nancy.
"nenek, ucap nancy. berdiri dari duduknya memeluk nenek. "nancy rindu nenek, ucapnya. "maaf nancy ngak pernah kabarin nenek,"ucapnya lagi.
"nenek yang minta maaf padamu sayang, nenek tak mendidik ken dengan baik, sehingga dia sering membuatmu menanggis. sampai kau pergi darinya, nenek menyentuh pipi nancy.
ya tuhan, betapa keluarga ini menyayangiku, bodohnya aku meninggalkan mereka selama lima tahun ini.
"mana dia anak mu? nenek ingin melihatnya.
"buyut aku disini," suara nasya sambil mengacungkan tangannya. nasya duduk disamping mama.
"sini dekat dengan buyut,buyut ingin memelukmu,
kami menghabiskan waktu dengan mengobrol melepas rindu. tak terasa malam pun tiba, setelah makan malam bersama, aku dan nasya harus pulang. walaupun nenek dan mama meminta kami menginap.
"ma, lain kali kami akan menginap. kami pulang dulu ya. aku akan sering-sering kesini mengunjungi kalian." pamit nancy pada mama.
"iya, janji ya harus sering datang, mama ingin bermain bersama nasya."
aku mencium pungung tangan mama, bergantian dengan nasya dan ken.
"mama titip maafku untuk nene, dia pasti marah karena kami pulang. ucapku sebelum pergi.
"iya sayang, mama tunggu kabar baik dari kalian. "
didalam mobil, nasya yang duduk disamping papinya mulai menguap beberapa kali, pertanda dia mulai mengantuk.
"ken, bisa kita menepi dulu? pindahkan nasya di belakang. sepertinya dia mulai mengantuk, pinta nancy pada ken.
ken menepikan mobilnya dipinggir jalan, mengendong nasya dan membaringkan nya di jok belakang dengan pahaku menjadi bantalnya.
ken kembali melajukan mobilnya menuju rumah ayah.
"kenapa senyum-senyum? tanya nancy.
__ADS_1
"aku senang, seperti mimpi rasanya bisa bertemu kembali dengan mu."
"maafkan aku." nancy menundukan kepalanya
"hey jangan sedih gitu, aku tak pernah menyalahkan mu. jadikan apa yang terjadi pada kita sebagai pelajaran untuk kedepannya."
"aku akan menemui ayahmu, kita akan menikah lagi, dengan ayahmu sebagai walimu. kita menikah Karena saling mencintai bukan seperti sebelumnya.
"apakah kamu mau menikah dengan ku?
nancy kaget mendengar ucapan ken, sungguh tak disangka ken begitu mencintainya. semakin membuat nancy merasa bersalah karena meninggalkan nya dulu.
"apakah tidak terlalu cepat? "
"aku tak ingin kehilanganmu lagi." dan ingin nasya memiliki adik secepatnya. ucap ken mengoda nancy."
"apa sih, baru ketemu pikiranmu sudah mesum aja." nancy dengan muka merah kepiting malu pada ken.
"aku sangat merindukanmu, aku ingin menghalalkan mu secepatnya." hahaha
"terserah padamu lah ken, aku ikut saja maumu."
setibanya dirumah ayah, ken memparkirkan mobil, dia keluar membuka pintu mobil disampingku.
"loh kok disini, sana gendong nasya aku tidak kuat mengendongnya." usir nancy pada ken yang malah ada di dekat nancy.
"aku ingin mendapatkan kiss dari mu sebelum mengendong nasya.
"ngak, tunggu kita halal. cepat sana, nancy mendorong tubuh ken menjauh darinya.
dengan berat hati, ken mengendong nasya memasuki rumah.
.
.
.
.
.
.
terima kasih udah mampir, selalu dukung author mendapatkan 🔥👍 supaya tambah semangat menulisnya.
__ADS_1