
"hiks. hiks. tanggis nasya, dia ketakutan, dia sekarang berada ditaman kota sendirian, bibi yang menemaninya tiba-tiba menghilang.
"halo cantik, kenapa menanggis? tanya kenzo pada nasya. kenzo yang sedang duduk di kursi taman kota, dikagetkan dengan suara anak kecil menanggis.
"om, nasya takut. ucap nasya pada kenzo.
"sini om peluk kalau takut, kenzo menggangkat kedua tangannya.
"om bukan orang jahat kan. kata mami nasya tidak boleh dekat pada orang asing.
"om orang baik, ganteng gini masa dibilang orang jahat. ucap kenzo berlutut menyamakan tingginya dengan nasya.
panggil om ken aja, nama om, adalah kenzo.
"nasya". nasya menjabat tangan kenzo.
"nah kalau udah kenalan berarti om ken bukan orang asing lagi. nasya ngak usah takut sama om ken. sini duduk bersama om ken. kenzo mengajak nasya duduk bersamanya.
kenzo mengulurkan tangannya mengelus kepala nasya dengan lembut. kedua bola mata indah nasya menandang kenzo dengan tatapan bertanya.
"ada apa om ken? om ken kelihatan sedih? "
"tidak, om hanya rindu anak om."
"anak om dimana? "
"entahlah, om kehilangan anak om. "
"om sudah mencarinya? nasya kalau kehilangan boneka berbie kesayangan nasya, nasya akan mencarinya sampai dapat. "
"sudah, om sudah mencarinya. tapi om tidak menemukannya." tanpa menyadarinya air mata kenzo jatuh membasahi wajahnya.
"om ken menangis? om ken pasti sangat merindukan anak om ken ya. gimana kalau om ken anggap nasya seperti anak om ken sendiri. jadi bisa mengobati rindu om ken pada anak om ken.
"apa boleh om memeluk nasya? "
"boleh lah om. "
kenzo memeluk nasya erat, "kamu anak yang pintar sayang. orangtua mu pasti mendidikmu dengan baik. ucap kenzo dan melepaskan pelukannya pada nasya.
"om ken, kalau om ken anggap nasya anak om ken, berarti nasya panggil om ken papi ya. soalnya nasya ngak punya papi. nasya cuma punya mami dan kakek.
kenzo menganggukan kepalanya tanda setuju pada permintaan nasya dan mengelus lembut pipi munggil nasya.
"yey" suara nasya kegirangan.
"tadi nasya kesini sama siapa?"
__ADS_1
"nasya tadi sama bibi, tapi bibinya mau ketoilet tinggalin nasya sendiri. bibi nya lama ditoiletnya, jadi nasya pergi beli ice cream. balik dari beli ice cream bibinya ngak ada. nasya takut papi. nasya menceritakan kejadian yang dialaminya saat ini.
"oke gini aja, nasya tahu alamat rumah nasya biar papi yang antar nasya pulang. soalnya ini sudah sore, takutnya mami nasya nyariin.
"ngak tahu om, nasya baru disini. nasya ngak ingat alamat rumah nasya
"aduh gimana ya, papi mau ke kantor, tempat kerja papi. apa nasya mau ikut?"
nasya mengangukan kepalanya tanda setuju.
"ayo, nasya mau papi gendong?"
"ngak mau papi, nasya udah gede malu diliatin orang, masa udah gede digendong sih."
ha. ha. ha. tawa kenzo, mencubit pelan pipi nasya,gemes.
dengan berpegangan tangan kenzo dan nasya menuju mobil.
tiba dikantor, para karyawan kenz binggung, melihat kedatangan bos nya bersama seorang anak kecil.
"ken, anak siapa tuh lo culik? tanya vino penasaran.
"hus, gue ngak culik, gue cuma nemu di taman tadi. dia ngak tahu alamat rumahnya ya gue bawa kesini deh.
tiba diruangan kerja, kenzo meminta nasya duduk disofa, menunggu nya menyelesaikan beberapa pekerjaannya. dan meminta vino menemani nasya.
"hay" suara nasya menyapa vino.
"siapa namanya?"
"nasya." jawabnya dengan sedikit takut.
"nasya, nama yang cantik kayak orangnya. vino tersenyum memamerkan gigi putihnya.
"nasya jangan takut sama om vino, om vino adalah teman om kenzo."
"papi" ralat nasya pada vino.
"oh papi, maafin om vino ya. vino tersenyum melihat kearah kenzo yang sibuk di meja kerjanya.
"nasya lapar ngak, mau om vino belikan makanan?
driing.... (anggap suara ponsel ya)
ponsel siapa? perasaan aku kesini ngak bawa ponsel. guman vino pelan.
ponsel nasya om, nasya membuka tasnya dan mengambil ponselnya.
__ADS_1
📞 mami calling....
"halo, mami. jawab nasya.
"nasya dimana sayang? tanya nancy dengan panik dan marah.
"nasya di....
nasya terlihat takut menjawab pertanyaan maminya, dia memandang pada kenzo meminta pertolongan.
kenzo datang menghampiri nasya dan mengambil alih ponsel nasya.
"maaf bu, nasya lagi sama saya. saya ketemu nasya ditaman kota tadi, tanpa ditemani siapa pun. jadi saya membawa nasya ke kantor saya.
"oh, terima kasih banyak. bisa saya minta alamat kantor bapak. biar saya jemput anak saya disana.
"iya, dicatat ya. jl. merdeka. gedung group sanjaya.
"iya. sekali lagi terima kasih. nanti saya kesana menjemput anak saya.
sambungan telpon pun terputus, kenzo terlihat berdiri diam mematung.
*siapa dia, mengapa suaranya mirip sekali dengan nancy. batin kenzo
💗💗💗💗*
di tempat lain, nancy panik ketika bibi pengasuh nasya menelponnya mengatakan nasya hilang.
nancy langsung menghubungi no ponsel nasya, tersambung, terdengar suara nasya. tetapi tiba-tiba ada suara pria, suara ini terdengar familiar di telinga nancy.
sanjaya? group sanjaya. kenzo.
nancy lansung terduduk di kursi kerjanya, mengusap wajahnya frustasi. "kenapa dunia novel begitu sempit, kenapa harus dia yang menemukan nasya." aku belum siap bertemu dengan nya. bagaimana cara aku menjemput nasya? nancy memukul kening nya mengunakan pulpen.
akhirnya nancy meminta sopir udin menjemput nasya di kantor kenzo dengan alasan dia ada metting penting dengan client.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
terima kasih sudah mampir. semoga kalian suka ceritaku 😉😉😉