
"nessy,,haiiii"dengan wajah kagetnya ia menyapaku
"eh haiii,siapa yaa?"aku memasang wajah kebingungan
"kau sudah melupakan aku teman masa kecil"
"lughas andersan"aku dengan wajah kaget melotot ke arahnya,dulu kami berteman sangat dekat hingga dia melanjutkan study di luar negri dan kami jarang bertemu dulu aku sangat menyukainya dia pria tinggi dengan kulit kecoklatan dan sangat tampan
"siapa anak ini nessy?"wajahnya penuh pertanyaan
"perkenalkan ini sean anakku,sean sapa paman"
"hallo paman"sean sepertinya kurang menyukai keberadaan lughas
"hallo anak manis,bolehkah aku duduk di sini"
"ohh yaa silahkan"sampai detik ini aku masih bisa merasakan perasaan suka kepadanya dia sangat baik kepadaku selalu melindungiku,
"nessy kamu sekarang tinggal di mana?"
"aku tinggal di rumah lamaku bersama sean"
"saat aku kembali satu tahun yang lalu aku langsung mencarimu tapi aku tidak menemukanmu,apa kamu mengunjungi orang tuamu di korea"
"ya aku tinggal di korea sejak 4 tahun lalu,bagaimana studymu?
__ADS_1
"sangat baik aku akan melanjutkan usahaku di indonesia"
"wah itu sangat bagus"
"oh ya apa kamu sudah menikah selama aku pergi"lughas menampakan wajah gelap dan sedikit bingung
"tidak,"
"apa maksudmu,lalu di mana ayah sean"
"lughas aku tidak ingin membahas ini tolong jangan bahas ini denganku,kumohon,"
"baiklah nessy maafkan aku"aku tau lughas pasti kaget melihatku sekarang membawa anak tapi sungguh aku tidak ingin membahasnya di hadapan sean aku tidak ingin sean tahu soal ayahnya yang memiliki keluarga bahagia di luar sana,
lughas termenung karena ucapanku.
"baiklah,sean ayo pulang"
lughas menggendong sean keluar dari resto karena sean sepertinya sudah mulai akrab karena acara makan tadi ketika sampai di parkiran aku bertemu alvaro rane dan rina sepertinya mereka akan makan juga tiba tiba hatiku merasa sakit,lughas sepertinya menyadari keanehanku,alvaro menatap lughas dengan tajam karena dia bersamaku dan sean alvaro mengira lughas adalah ayah dari sean,
"nessy apa dia ayah sean" hatiku bagai tersambar petir mendengar perkataan alvaro dalam hatiku sungguh kasihan kepada sean , aku hanya diam tidak menjawab dan lughas menarikku pergi menuju mobil lamborghini alfat berwarna biru aku menaiki mobil lughas dan sampai di rumahku
"bolehkah aku mampir sebentar nes"
"boleh,ayo masuk"
__ADS_1
"apa kamu masih berkontak dengan intan dan riko yang dulu pernah kamu kenalkan padaku?"
"ketika lughas membahas tentang intan aku lupa bahwa aku belum memberitahu intan kedatanganku,aku juga sudah lama tidak mengetahi kabarnya aku sangat khawatir
"nanti aku akan cari keberadaan intan,apa kamu memiliki pacar atau bahkan kamu menikah?"aku mengajukan pertanyaan kepada lughas soal seputar pernikahan,
"tidak,"
"kenapa?"
"karena hatiku hanya milik satu orang yang sedari dulu sudah sangat kucintai"apa yang dia maksud itu aku,tapi tidak mungkin,selama aku bersahabat dengannya dulu dia mungkin mengetahui bahwa aku mencintainya tetapi dia tidak pernah menunjukan bahwa dia mencintaiku sedikitpun,
"siapa yang kamu maksud"
"ah sudahlah lupakan saja"
"baiklah,kamu begitu tampan mana mungkin tidak ada yang mengejarmu,apa kamu ingin menjadi tua baru menikah"aku berbicara dengan nada bercanda dan mengejek
"apa maksudmu menjadi tua tentu saja aku akan tetap tampan seperti ini hingga aku tua nanti"
"huhhhhh,,,,,teralalu narsis"
"baiklah apa kamu ingin membuka cabang di jakarta?"
"aku tidak tahu,aku ingin membuka cabang juga disini karena sangat ribet jika harus bulak balik korea hanya untuk menyelesaikan pekerjaanku,kasihan sean dia masih kecil"
__ADS_1
"nessy apa kamu mengenal pria tadi?apa dia ayah sean"
"ya dia alvaro,aku mengenalnya sewaktu SMA,dia sekarang sudah bahagia memiliki anak yang lucu dan istri yang elegan dan cantik,aku sangat membencinya karena dia membuat seanku menderita"tidak terasa air mata ku tumpah begitu saja