
aku mengajak nya ber canda ria dengan perkataan tentang wanita tiba tiba mata lughas menjadi gelap dan ter lihat sangat rumit.
aku tahu bahwa mungkin lughas masih mencintaiku , tapi aku benar benar tidak bisa bersama dengan nya , saat aku sedang melamun lughas mengajak aku pulang ,
****
setelah sampai di rumah, aku tidak melihat alvaro disini , aku menelpon nya dan setelah panggilan tersambung
"alvaro?"
"ada apa!"
tetapi aku mendengar suara yang sangat dingin , semakin membuat hati ku menjadi lebih dingin , aku menggertak kan gigi ku karena sangat kesal , aku berkata
"ada yang ingin aku bicarakan"
"baiklah aku akan pulang"
__ADS_1
aku merawat sean di rumah , karena sean tidak ingin lama lama berada di rumah sakit .
alvaro tiba dengan menggandeng tangan kecil rina , tubuh rina menyusut ke belakang seolah dia sangat takut pada ku , seolah aku ini monster yang akan memakan nya ,rina berkata
"ayah aku sangat takut"
alvaro nya melihat semua itu menjadi semakin kesal pada ku dan berkata
"rina kamu masuk kamar papa ada yang ingin dibicarakan dengan bibi "
"mengapa kau sangat kekanakan sekali nessy! kau tahu kan rina hanya anak berusia 5 tahun bagaimana mungkin kau tega melukainya "
setelah mendengar perkataan nya benar saja hati ku terasa hancur , dingin , dan terasa sangat sesak , aku hanya diam dan meninggalkan dia dengan melempar sebuah kata
"kau jangan menyesali apa yang terjadi ke depan nanti!"
aku masuk ke kamar sean dan tidur di sebelah nya , aku dalam otak ku selalu terbayang di saat sean dan rina jatuh bersamaan alvaro hanya peduli pada rina , apa dia tidak menyayangi sean , pikiran itu membuat ku terasa sesak ,
__ADS_1
keesokan pagi nya aku berangkat ke seanpin , saat di perjalanan aku mampir ke mall, untuk membeli jam canggih , walaupun harganya sangat fantastis untuk seharga jam anak anak tapi aku tetap membelinya dengan harga 500 juta ,
aku segera menyelesaikan pekerjaan ku , aku mendapat kabar dari alvaro bahwa dia akan ada perjalanan bisnis dan tidak akan pulang dalam beberapa hari , aku berfikir bahwa ini adalah kesempatan bagi ku untuk membuktikan semua kebenaran ini ,
saat sampai rumah aku masuk ke dalam dan benar saja bocah licik itu sedang berlaku dengan sombong dan arogan , dia melihat ku datang dan menjulurkan lidah ke arah ku bermaksud untuk meledek diri ku , tapi aku tersenyum dan memperlihatkan jam itu pada rina aku berkata
"lihat lah , jam ini dibelikan oleh ayah mu untuk sean , "
dalam sekali lihat rina seperti nya tahu bahwa ini adalah barang mahal , dia langsung merebut nya dari ku dan langsung memakaikan pada tangan nya, aku tersenyum licik saat dia sudah masuk ke dalam jebakan ku ,
***
aku sedang mengerjakan pekerjaan ku , saat itu rina keliling keliling di belakang ku , dan naik turun tangga , aku melihat apa yang dia lakukan , aku sangat terkejut dengan apa yang kulihat, rina ternyata sedang menghancurkan tanaman yang selama ini aku rawat dan jaga , aku benar benar marah , tapi aku harus sabar jika ingin rencana ku berhasil , aku hanya mendekatinya dan berkata
"rina apa yang kamu lakukan, ?" dengan wajah bingung.
"wanita jelek , wanita jelek " hanya itu yang keluar dari mulut rina, karena aku sudah tidak tahan akhirnya aku memutuskan untuk pergi dan tidur ke kamar
__ADS_1