Masa Muda

Masa Muda
merencanakan


__ADS_3

alvaro tetap tidak mau menyerah dan mengejarku dia berteriak


"nessy aku masih sangat mencintaimu"


mendengar perkataan alvaro itu aku menutup mata sambil menghela nafas panjang hatiku sakit ketika mendengarnya mengatakan hal itu tapi aku tetap menetapkan hati dan pergi dari situ,akhirnya aku sampai di rumahku aku turun dari mobil indra dan mengucapkan selamat tinggal,


"mama,om tadi siapa?apa dia papaku"


"bukan sayang,mama udah berapa kali bilang kamu jangan bahas soal papa ya"meski sean masih ber umur 3 tahun tapi dia sangat pintar,


"emm oke aku mengerti,aku ingin pergi ke taman kanak-kanak maa"


"emm iya mama besok anterin kamu ke sana"


malam telah berlalu keesokan harinya aku dan sean akan mendaftar ke taman kanak-kanak ter elit di jakarta tapi tidak di sangka aku bertemu rane dan anaknya rina,rina umurnya tidak jauh dari sean paling hanya beda 1 bulan atau 2 bulan,seketika sekujur tubuh rane kaku melihatku ada di hadapannya dia sangat takut posisinya terancam atas kehadiranku,dia menghampiriku dan bicara padaku,


"wah wah wanita jalang mana yang ada di hadapan gue ini,"mungkin jika aku yang dulu aku lebih memilih menghindarinya tapi aku sudah berbeda,


plakkkk tamparanku mendarat di pipi kanan rane sangat keras


"siapa yang lo sebut wanita jalang,lo sadar diri t*i"

__ADS_1


"lo..lo..beraninya lo menampar gue,"baru saja rane akan melayangkan tamparannya kepadaku tapi tangan alvaro mencegah tangannya dan menepisnya sangat keras sepertinya alvaro sangat marah,ya jelas dia marah karena rane wanita yang dia cintai aku lukai alvaro pasti akan menamparku dan membalas dendam rane dengan tangannya,tapi tidak di sangka alvaro tidak melakukan itu alvaro membawa rane dan rina pergi dari hadapanku,aku menghela napas panjang dan pergi ke kantor kepala sekolah untuk mendaftarkan sean,ketika sean sudah masuk kelas kanak-kanak aku keluar dari situ dan pergi ke taman belakang yang sangat sepi,tibatiba ada yang memelukku dari belakang dan dia adalah alvaro,


"apa yang anda lakukan tuan lepaskan saya"


"sayang kamu masih marah kepadaku aku bisa jelaskan semua ini,hubunganku dengan rane tidak seperti yang kamu bayangkan"


"apa maksudmu lepaskan aku",tapi alvaro malah menciumku dengan penuh gairah seolah sudah tidak melakukannya sangat lama,aku tidak bisa melawan kekuatan alvaro,harus ku akui alvaro semakin kuat dari 4tahun yang lalu,akhirnya alvaro melepaskan ciumannya dan menatapku dengan penuh kasih sayang,


"sayang aku sudah lama mencarimu dimana kamu bersembunyi,aku sangat merindukanmu sayang"benarkah yang alvaro katakan dia merindukanku,dalam sekejap hatiku menjadi hangat,hal ini memang sudah aku perkirakan dari 2 tahun lalu aku memang merencanakan merebut alvaro kembali agar rane merasakan terpuruk,dan tidak ku sangka akan segampang ini.


"anak itu anak siapa?"


"aku akan menerimanya kalo kamu mau bersamaku lagi sayang"didalam hati aku mengumpat kepada alvaro bego anak sendiri ga kenal,


"emmm,terus gimana sama anak dan istri kamu tercinta itu"seketika wajah alvaro menjadi muram karena perkataanku


"apa yang kamu katakan sayang,aku benar-benar hanya mencintai satu wanita dalam hidup ini yaitu kamu bagaimana bisa kamu mengatakan itu kepadaku,kamu harus percaya padaku sayang,aku akan bercerai dengannya segera,aku antar kamu pulang"saat sedang perjalanan pulang rane menelpon alvaro dan mengatakan bahwa rina jatuh dari tangga dan kondisi nya cukup parah untuk anak seusia rina"alvaro langsung menghentikan mobilnya dan berkata padaku


"rina masuk rumah sakit,kondisinya parah aku harus menjenguknya"


"aku bersama sean akan turun,ayo sean"tanpa melihat wajah alvaro aku langsung turun dari mobil dengan wajah kecewa dan dingin,alvaro segera pergi ke rumah sakit

__ADS_1


"alvaro rina jatuh dari tangga tadi"aku melihat kondisi rina sedang tidur dan sudah membaik alvaro memikirkan nessy yang tadi ia tinggalkan alvaro takut usahanya tadi sia sia membujuk nessy untuk kembali bersamanya alvaro bergegas pergi hendak meninggalkan rumah sakit dan menemui nessy di rumahnya tapi rane mengejar dan berteriak "alvaro kamu mau kemana"


"aku akan pergi dari sini kondiri rina sudah membaik"


"tapi dia akan menangis memanggil ayah kalo kamu gaada disini alvaro apa kamu punya simpanan di luar?apa kamu kembali ke wanita jalang itu"alvaro semakin marah akhirnya dia menyadari sesuatu sebenarnya rane tidak cantik dia hanya pintar ber dandan


"kita cerai saja"


"apa???alvaro kamu jangan bercanda"meski apapun yang terjadi rane tidak akan pernah mau bercerai dari alvaro karena dia sangat bangga dengan status alvaro sekarang,


"alvaro maaf,maaf kan aku,jangan berkata cerai yah tidak seharusnya aku mencurigaimu"


"kamu tau kan pernikahan tidak ada cinta akan berakhir dengan cerai"alvaro pergi meninggalkan rane sendiri sana,ketika alvaro pergi muncul seorang lelaki di hadapan rane dia indra


"rane apa yang kau sengaja mencelakai rina untuk kepentingan dirimu sendiri"mata rane langsung melotot tak percaya bagaimana bisa indra tau tentang hal itu


"bagaimana kau tahu"


"aku hanya menebak saja bagaimana bisa kau melukai anak kandungmu sendiri seperti itu aku benar2 wanita yang sangat kejam pantas alvaro tidak pernah mencintaimu"


"apa yang kau katakan indra,ayah dari anak ini saja aku tidak tau orangnya bagaimana mungkin aku perduli dengan dia,mengapa kamu sangat khawatir dengan rina apa kamu tau siapa sebenarnya yang mendonorkan spermanya kepadaku?"

__ADS_1


__ADS_2