Masa Muda

Masa Muda
membuat keputusan


__ADS_3

dahulu aku sering memimpikan menikah dengannya tapi sekarang aku tak layak untuk nya yang sangat sempurna itu lughas menyapa ku membangunkan lamunan ku dan menggendong sean ayo masuk aku akan antar kalian.


"oh tidak usah merotkan mu" lughas mengerut kan kening nya dan berkata pada ku


"apa nya yang merepot kan aku hanya mengantar mu dengan sean aku tidak berharap lebih nessy tolong jangan selalu menolak kebaik kan ku aku akan sangat sedih"

__ADS_1


"baik lah ayo kita pulang" saat aku pulang aku selalu memikir kan tentang menikah dengan alvaro aku tidak ingin salah langkah dalam hal ini tapi sean membutuh kan ayah nya aku tidak ingin dia hidup dalam kesedihan tapi tentu aku tidak ingin mengurus rina sudah sampai di rumah alvaro menelpon ku dan mengabari dia sudah keluar dari rumah sakit dan ingin segera menikah dengan ku aku selalu menolak untuk mengurus rina dan alvaro setuju dia akan menitip kan rina pada nenek dan kake nya aku sangat senang padahal alvaro sangat menyayangi rina tapi dia rela menyerah kan rina untuk di asuh oleh nenek dan kake nya keesokan hari nya alvaro menjemputku dan sean untuk ke kantor urusan sipil untuk membuat buku nikah dan kami sudah resmi menikah alvaro mengajak aku melihat rumah baru kami saat aku mengunjungi lantai dua aku melihat sebuah kamar yang sangat besar di loteng itu bisa melihat bintang kamar seperti princes berwarna ping sangat indah dan luas aku terbengong melihat nya dan alvaro berkata bahwa kamar ini di awal nya persiap kan untuk rina sean berkata padaku


"momy disini bisa melihat bintang sean ingin tidur di kamar ini nanti" aku langsung menarik lengan sean dan turun kebawah


"sean ayo ambil mau yang mana lagi"

__ADS_1


"sudah mommy sean hanya ingin ini, ini saja sudah mahal harga nya" sean memilih balok balok yang harga nya 250 ribu saat itu kami mendengar suara gadis manja sedang memilih mainan rina ingin yang itu yang itu dan yang itu papa dia memilih semua mainan yang mahal aku tau suara gadis itu adalah rina dan alvaro yang sedang belanja lalu dia melihat ku dan berjalan ke arah ku sean langsung berlari dan memanggil


"daddy" dengan bahagia saat itu gadis kecil itu turun dari keranjang dan menghampiri sean lalu menampar dan memarahi sean dasar anak haram yang jelek sini aku ingin mainan ini, ini milik ku aku sangat marah hingga tubuh ku bergetar aku mendekat pada rina dan menampar wajah rina, dia menangis dengan sangat keras nya seketika mata alvaro menjadi gelap dan rumit aku berkata pada rina


"jangan sekali lagi mengatai anak ku seperti itu atau aku bukan hanya akan menampar wajah mu aku juga akan melempar mu ke laut"

__ADS_1


__ADS_2