
Malam itu disebuah rumah mewah lebih tepatnya Mansion,terjadi pemberontakan yang sangat mengerikan ,pemberontakan terjadi antara dua kubu yang saling menyerang dan tidak ada tanda-tanda Akan mengalah dari keduanya
Bentrokan itu terjadi mengakibatkan banyaknya korban jiwa yang berjatuhan .
Ketua dari salah satu kelompok yang tadinya diam memperhatikan kekacauan pun akhirnya bergerak , melihat beberapa anak buahnya yang mulai tumbang satu persatu
Dengan langkah yang cepat sang ketua pun menembakkan pistolnya ke arah lawan dengan brutal , suara tembakan-tembakan dan ledakan terdengar jelas ,siapapun yang melihat atau bahkan yang mendengarnya akan merinding seketika
Dor
Dor
Dor
Suara tembakan yang mampu menembus kepala dari target
Kini tiba saatnya waktu yang ditunggu-tunggu, sang ketua mengarahkan pistolnya ke arah orang yang sudah membunuh salah satu saudaranya, ia sudah berjanji akan membalas dendam atas apa yang orang itu lakukan
Orang itu tersenyum smirik ,mendekat ke salah seorang yang sangat ia benci tengah terkapar lemah diblantai , dengan kesadaran yang masih sedikit orang itu berusaha tidak menutup matanya ,karna ia harus tau apa alasan orang itu membantai habis semua keluarganya
“kau tau apa yang lebih menyakitkan daripada terkena sayatan atau bahkan peluru yang bersarang di tubuh seseorang? ”bentak orang itu dengan suara yang nyaring
“Apa maksudmu C-arli” ucap orang itu dengan lirih
“hahahahaha” tawa seseorang yang dipanggil Carli itu dengan suara yang mengerikan
“jangan pura-pura bodoh Divon , Kau yang telah membunuh adikku bukan? Kau yang dengan teganya menghabisi nyawanya dengan keji , padahal dia tidak tau apa-apa ” ucapnya degan tatapan yang tajam , dada Carli naik turun menandakan ia sedang menahan amarah yang luar biasa
“Kau mengira aku yang membunuh adikmu Carli? Bahkan kau tau sendiri Kara sudah aku Anggap seperti adikku juga , bagaimana bisa aku dengan keji membunuhnya ” jelasnya dengan suara yang lemah
“omong kosong”
Dor
Dor
Dor
Divon menutub matanya apakah ini adalah akhir dari segalanya,apakah ia harus menyerah, namun ketika ia membuka matanya ,ternyata Carli menembakkan pistol kearah berlawanan
“Kau masih beruntung Divon ,pistolku ini tidak menembus kepalamu , Tapi aku tidak yakin apakah kali ini kau bisa lolos dari yang satu ini ”ucapnya seraya meletakkan bom di tubuh Divon, terlihat hanya kurang lebih waktu yang tersisa 5 menit maka bom itu akan meledakkan seisi rumah itu , termasuk dengan dirinya .
__ADS_1
Terlihat disudut ruangan seorang wanita yang merintih kesakitan , namun bukan itu yang membuat seseorang itu menangis melainkan ia akan melihat kematian suaminya itu tepat didepan matanya, walaupun ia juga tau akan mati bersama suaminya itu namun hatinya sakit melihat orang yang dicintainya itu mati dengan sangat mengerikan
Carli berteriak memanggil para anak buahnya dan menyuruh para anak buahnya untuk menyelidiki kembali keseluruh ruangan apakah semuanya sudah tuntas
Para anak buahnya mengangguk patuh kemudian melaksanakan perintah dari taunya itu
Merasa sudah yakin semua telah selesai, anak buahnya melapor kepadanha bahwa semuanya sudah beres
“beres tuan, semuanya sudah mati tanpa tersisa”
“Bagus”
Sebelum melangkahkan kakinya keluar ,Carli menekan tombol aktif bom yang berada di tubuh Divon
“selamat bersenang - senang brather ” bisiknya
Sedangkan Divon menatab kearah Carli dengan Tajam
Kemudian , dengan santainya Carli melangkah keluar meninggalkan rumah itu dengan para anak buahnya
Kemenangan didapat Oleh Carli meskipun tidak sedikit anak buahnya yang menjadi korban ,Namun ia puas telah mengalahkan Divon dengan tangannya sendiri
Kini rumah mewah yang selalu terlihat berdiri kokoh dan terlihat damai berubah menjadi lautan darah yang sangat mengerikan.
Namun tanpa mereka sadari , terlihat disebuah kamar dua orang anak kecil yang tengah bersembunyi di lemari pakaian
Seorang gadis cilik yang tengah menahan tangisnya,dengan erat gadis itu memeluk lengan kakaknya yang juga tengah merasakan hal yang sama seperti adiknya
Dari arah pintu terdengar suara seseorang yang tengah berlari tergesa-gesa kearah persembunyian mereka , dengan jantung yang berpacu dengan cepat , kedua adik berkakak itu memeluk erat satu sama lain
“Kakak Aku takut”ucap seorang gadis berumur 7 tahun itu dengan suara yang gemetar
“ssttt,kamu gak boleh takut oke ,ada Kakak disini, sekarang dengerin kakak ngomong , Jangan ngeluarin suara apapun , kakak bakal coba cek keadaan di luar bagaimana situasinya ”ucap bocah berumur 12 tahun itu dengan gayanya yang sok dewasa
Gadis itu mengangguk patuh
Belum sempat kakinya ia langkahkan, tiba-tiba pintu terbuka lebar menampilkan seorang pria berjas hitam dengan luka-luka yang berada di sekujur tubuhnya
Dengan nafas yang memburu pria berjas itu dengan cepat membius kedua anakn itu dengan kain yang telah ia siapkan, dengan tergesa pria itu mengakat kedua bocah itu pergi menuju ke suatu tempat
Dengan langkah yang pasti ia berjalan mengendap-endap menuju pintu keluar yang berada di belakang rumah mewah itu , dengan waspada pria itu melihat kanan dan kiri sebelum melangkah keluar , takut masih ada musuh yang tersisa
__ADS_1
Ia tak boleh gagal membawa kedua Anak ini sesuai perintah tuanya , setelah beberapa kali hampir terjatuh akibat banyaknya mayat yang membuat kakinya tersandung, pria itu pun akhirnya sampai di luar rumah , ia berlari kearah hutan belantara dengan tergesa setelah jauh berlari berkilo-kilo dari tempat kejadian , akhirnya pria itu sampai di sebuah gubuk tua yang terlihat reot namun tidak begitu parah , ia letakkan kedua Anak tuanya itu dengan hati-hati
“om akan segera kembali membawa orang tua kalian ,tunggu semuanya akan segera kembali ” ucap pria itu dengan pelan sambil melihat kedua bocah itu dengan mata yang memanas
Setelah Selesai mengucapkan kalimat, pria itu keluar dan dengan terpaksa mengunci pintu itu dengan rantai yang ia bawa , agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, mengingat ia meletakkan kedua bocah itu di tengah-tengah hutan belantara
Setelah selesai dengan urusannya,pria itu kembali berlari menuju ke rumah mewah tuanya demi menyelamatkan mereka .
Dari kejauhan terdengar suara yang menggema
Duarrr
Duaarr
Duarrr
Suara bom yang mengelegar begitu dahsyatnya menyapa telinga , dengan sekejap rumah itu pun hancur lebur tidak tersisa .
musuh yang melihat itu tersenyum smirik ,lalu pergi meninggalkan lokasi tanpa meninggalkan jejak , dengan kelicikannya musuh merekayasa seolah-olah kejadian tersebut terjadi karena murni sebuah kecelakaan
Kejadian itu pun banyak memakan korban termasuk pelayan-pelayan,dan para penjaga rumah itu dan naasnya pemilik rumah mewah itupun menjadi salah satunya .
Helikopter pun meluncur memadamkan api yang menyala membakar rumah itu dengan hebatnya agar tidak merambat kearah hutan dan mengakibatkan kebakaran yang meluas , memang letak rumah mewah itu sedikit berdekatan dengan hutan yang rimbun dan gelap .
Disisi lain seseorang yang mendengar ledakan yang bertubi-tubi hanya bisa meneteskan air matanya dengan deras , ia mengingat tuan dan nyonya-nya yang masih berada di dalam ,dengan sekuat tenaga orang itu pun melangkah maju menuju lokasi yang jauh dari para petugas yang sedang memadamkan api
Sebagian api sudah dipadamkan oleh petugas ,tinggal beberapa bagian lagi maka api akan padam
Ia masih teringat rumah yang dulunya ia tempati untuk mengabdi kepada tuanya yang sangat baik terhadapnya dan keluarganya, kini semua hanya tinggal kenangan dan bayang-bayang yang tersisa
Tangan orang itu mengepal kuat sampai terlihat jelas guratan - guratan merah, ia akan berjanji mencari siapa dalang di balik pemberontakan ini ,ia bersumpah akan membalas dendam atas semua ini , ia juga akan berjanji merawat kedua anak tuanya itu dengan baik sampai mereka tumbuh dewasa
Masih teringat jelas di ingatanya , Tuanya itu memintanya menjaga kedua anaknya saat mereka tengah mengerjakan pekerjaan, Entah mengapa tuanya itu berbicara seolah-olah dia tidak bisa bersama menemani kedua anaknya itu sampai tumbuh dewasa , ternyat ini alasannya? Ataukah ini firasat buruk yang sering ia dan tuanya bicarakan dan takutkan ? Entahlah....
Namun tanpa tuanya minta pun ia akan tetap menjaga kedua anak tuanya itu dengan tulus , Tanpa pikir panjang ia pun mengiyakan permintaan tuanya itu dengan senang hati
“jadi ini alasan tuan meminta saya menjaga Tuan muda dan Nona muda sampai mereka tumbuh dewasa” orang itu berucap pelan diiringi dengan derasnya air mata yang mengalir di pipinya
Kemudian orang itu pun berlari kearah hutan menjemput kedua anak tuanya untuk pergi dari tempat ini , ia yakin musuhnya akan sadar ketika mereka belum tuntas dalam pemberontakan yang mereka lakukan
Hay-hay Jagan lupa terus dukung karya aku dengan cara like dan komen 😉😉
__ADS_1
Kata-kata
"Memandang rendah orang lain itu suatu hal yang seakan menegaskan bahwa kamu adalah satu-satunya manusia yang hidup tanpa Suatu kekurangan"