
Terlihat seorang pria berjas hitam yang tengah duduk di sebuah tepi danau , ia melamun kembali teringat akan kenangan-kenangannya bersama tuanya dulu apalagi saat pertemuan konyol Antara tuanya dengan seorang perempuan menyebalkan, yang pada akhirnya tuanya itu mencintai perempuan itu dengan amat sangat
Terkadang ia merasa geli dengan sikap tuanya itu , bagaimana tidak , Tuanya itu selalu bersikap Arogan, tempramen, Menyeramkan,dan kejam saat diluar ,namun seketika itu semua akan menghilang ketika sudah bersam istrinya
“Dasar Bucin” ucapnya seraya terkekeh pelan
Flashback
Pertemuan Antara Divon dan Angelina Mungkin Agak sedikit konyol , Dimana saat Divon sedang memarahi Anak buahnya karena lalai saat mengerjakan tugas yang ia berikan , tiba-tiba datanglah seorang perempuan yang dengan kasar menarik tangan anak buah Divon ke belakang punggungnya
“eh eh , masnya jangan galak-galak dong sama adiknya, bisa kan dibicarakan baik-baik tidak perlu pakai kekerasan, masnya gak liat nih adiknya sudah babak belur kayak gini” ucapnya sambil melihat kearah pipi orang itu dengan iba
“Sama adiknya kok kasar banget” sambungnya dengan ceramah yang panjang lebar sambil menyumpah serapahi orang itu , tanpa tau kalau orang yang sedang ia marahi adalah seorang Bos besar
Sedangkan orang yang ditarik Angelina sudah keringat dingin mendengar perempuan satu ini mengatai bos nya seperti itu
“Anda siapa berani-beraninya menghalangi saya , terlebih anda menuduh saya yang tidak-tidak !
Terserah saya mau apakan dia ,karna saya berhak melakukanya, dan satu lagi dia anak buah saya bukan adik saya ” ucap Divon dengan suara yang keras dan tatapan yang sangat tajam
Sedangkan Anak buah Divon yang mendengar bosnya berbicara panjang lebar kali tinggi pun terlihat cengo, bagaimana tidak biasanya bosnya itu sangat irit bicara dan tak suka meladeni wanita cerewet seperti perempuan yang berada di depannya ini, menurut bosnya itu sangat merepotkan dan buang-buang waktu saja
Disisi lain Angelina yang salah mengira tentang seseorang pria dihadapannya pun meneguk ludahnya dengan susah payah, Namun bukan Angelina namanya kalau tidak bisa melawan perkataan pria angkuh di hadapannya ini
“yahh , walaupun dia bukan adik anda kan setidaknya anda tidak perlu melakukan tindakan kekerasan dan bla..... Blaaaa.. blaaaa” omel Angelina panjang yang membuat Divon naik Darah
“Anda sudah bicaranya Nona? ” Tanya Divon dingin yang membuat anak buah Divon merinding seketika, ia paham betul kalau bosnya sudah bersikap seperti itu menandakan hal yang tidak bagus
__ADS_1
“cepat usir dia dari hadapan saya , sebelum saya melakukan tindakan yang kejam terhadapnya ” perintahnya Dingin
“B-baik tuan” Ucapnya dengan sedikit gemetar
Anak buah Divon menghampiri Angelina yang tengah berdiri takut-takut melihat Sikap Divon yang ngeri, kalau boleh , ingin rasanya ia menampol wajah Arogan pria itu dengan sangat keras
“Ayo nona silahkan anda pergi dari sini sebelum nyawa anda yang menjadi taruhannya ” bisik anak buah Divon yang langsung membuat Angelina mengangguk cepat
Setelah bodyguard itu menyuruhnya pergi Angelina langsung lari terbirit karna takut nyawanya Akan melayang begitu saja, ia masih mempunyai impian untuk menikah bersama orang yang dicintainya, bukan malah mati konyol ditangan pria arogan itu
“Jean Cari data-data perempuan itu, berani sekali dia menceramahi ku tanpa henti ” perintahnya dengan Dingin
“Baik Tuan , Laksanakan ” ucap Jean cepat, takut tuanya itu kembali mengingat kejadian yang tadi dan membuat badannya tidak bisa bangun selama 3 hari
Flashback off
Yah orang yang ditolong Angelina waktu itu adalah Jean , Asisten pribadi Divon , orang yang sudah dianggap seperti saudaranya sendiri
Dan Jean juga lah yang membius kedua Anak Tuanya itu dan membawa lari dari kejadian beberapa bulan yang lalu, Jean bersyukur dia dapat menyelamatkan kedua anak tuanya itu dengan selamat
Kalau ditanya mengapa Jean bisa selamat dari kejadian pemberontakan waktu itu , kalau dipikir pikir mustahil bisa lolos dari kejadian itu ,mengingat musuh begitu sangat banyak mengepung Mansion mewah tuanya itu
Flashback
Duar
Duar
__ADS_1
Duar
Suara tembakan menghiasi pendengaran Jean , dengan luka yang cukup parah, Jean dengan hati-hati merangkat keatas kelantai dua untuk menuju ke suatu ruangan yang menjadi tempat persembunyian kedua anak tuanya itu
Beruntungnya para pemberontak itu tidak menyadarinya saat Jean diam-diam pergi menuju ke lantai atas
Dengan susah payah akhirnya Jean pun sampai ke tempat tujuannya , kamar milik anak majikannya itu , karna panik musuh akan mengetahui keberadaannya,dengan terpaksa Jean pun membius kedua bocah itu ,lalu membawa keduanya keluar rumah melalui jalan yang berbeda dari yang ia lalui tadi , dirasa sudah aman Jean melakukan aksinya dengan hati-hati ,sampai akhirnya Jean pun berhasil keluar dari mansion itu
Dengan langkah yang pasti Jean pun membawa kedua bocah itu kedalam hutan belantara yang gelap dan rimbun
Flashback off
“Huftttt ”
Helaan nafas keluar dari mulut Jean
Sepi , sunyi dan hampa yang Jean rasakan , ia rindu menjalankan tugas bersama rekannya yang sekarang telah pergi meninggalkannya sendiri , Jean benar-benar sangat rindu apalagi dengan Omelan bos kurang ajarnya itu
Tanpa sadar Jean menitihkan air matanya yang sedari tadi ia tahan
dari kejauhan terlihat rekan Jean yang juga berhasil lolos dari pemberontakan itu menatap Jean dengan wajah yang tak kalah sendu
“gue janji bakal bantu Lo untuk menyelidiki semua ini Jean ” ucapnya dengan tangan yang terkepal kuat
Hay-hay Jagan lupa terus dukung karya aku dengan cara like dan komen 😉😉
part terpendek🤞
__ADS_1