
Di rumah
Dari arah tangga terlihat Marsha yang tengah berjalan menuju ruang tengah dengan baju santainya
Ia heran mengapa rumah terlihat begitu sepi, dimana Kakak dan juga ayahnya itu, biasanya jam segini mereka akan heboh menonton bola bersama juga dengan paman Harry
“ apa yang sedang kau cari Sha? ” tanya Deo yang baru saja keluar dari kamarnya
“ ehhh, tidak ada kak , hanya saja aku kira tadi Kakak dan ayah tidak ada dirumah , begitu juga dengan paman Harry ”
“oh ya , ayah tadi bilang sedang ada urusan sebentar, tapi kenapa belum juga kembali, sudah berjam-jam ayah tadi perginya padahal” heran Deo merasa Aneh , tidak biasanya ayahnya akan pulang telat seperti itu
Tiba-tiba Marsha teringat akan sesuatu, bahwa setiap mobil dirumah ini dipasang alat pelacak , alat itu dipasang oleh ayahnya sendiri untuk berjaga-jaga, begitupun dengan mobil miliknya dan juga kakaknya Deo
“ Kak, firasatku sedikit tidak enak , bagaimana kalau kakak lacak saja dimana posisi ayah sekarang” titah Marsha dengan raut wajah yang sedikit cemas , bagaimanapum ia sangat menyayangi ayahnya itu dan tak ingin terjadi sesuatu kepadanya
“ Baiklah , ayo kita ke ruangan kakak ”
Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Deo menemukan lokasi ayahnya saat ini
“ Pantai Tyrrhenian ” guman Deo
“Apa! Pantai Tyrrhenian , pantai yang terletak di barat tanah besar Italia dan yang bersempadanan dengan pulau Sardina dan Corse di barat serta pulau Sialia di selatan ” pekik Marsha kaget , apa yang sedang dilakukan ayahnya itu malam-malam di Pantai Tyrrhenian.
Deo akui adiknya itu memang sangat pintar untuk mengenali suatu wilayah , jadi tak heran jika adiknya mengetahui tempat itu
Yang ia heran kan cuma satu, kemana perginya sifat dingin dan datar milik adiknya itu , kenapa sifat adiknya itu sekarang sedikit menyebalkan
“ coba sekarang Kakak retas CCTV yang ada disana , apakah bisa? ”sedangkan Deo mengangguk
Cukup membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk meretas , karna lokasi ayah6itu sedikit CCTV yang terpasang, setelah beberapa menit akhirnya berhasil, untungnya tempat yang ayahnya berada ada CCTV yang terpasang di sudut ruangan
Deo dan Marsha saling pandang
“ Apakah ditempat itu sedang mati lampu? ”
Hening, dengan serius kedua kakak beradik itu melihat kearah monitor , Dan tiba-tiba
Dorr
Deo dan juga Marsha langsung melotot
***
Pantai Tyrrhenian
Suara tembakan yang berhasil melesat ke tengah-tengah diantara Jean dan Harry berdiri, untung peluru itu tidak mengenai mereka berdua
“ wah-wah sepertinya sedang ada yang mau bermain-main dengan kita Jean ” bisik Harry
Sedangkan Jean masih diam,ia seperti mengenali suara orang yang berada di depannya ini ,Jean merasa tidak asing
__ADS_1
“ Hei kau! Tunjuknya mengarah ke Harry
“ Kau pasti bingung kan kemana perginya Baskara bodoh itu. hmmz, kurasa mungkin dia sedang bersenang-senang di dalam Neraka sana ” tawa orang itu mengelegar
“ Apa maksudmu? Kau memanfaatkanya lalu kau membunuh Baskara ? ”
“Anak pintar”
“ Bajingan kau” marah Harry, sungguh perasaan sesal tiba-tiba memenuhi dadanya, dugaanya tentang Baskara yang akan merencanakan hal yang tidak-tidak ternyata salah besar
“ Apa maumu” Suara dingin Jean kepada orang itu, sungguh Jean merasa sangat muak dengan orang ini , terlalu banyak basa-basi, pikirnya
“ apa mauku ya” ucapnya seraya meletakkan tangan kanannya di dagu
“ Mauku kalian Mati di tangan ku!!
Dorrr
Dorr
Peluru melesat dengan cepat mengarah ke Jean , beruntung dengan sigap Jean dapat menghindari peluru itu
Harry yang melihat itu langsung saja mengambil pistol yang berada di dalam Jaz hitam miliknya dan langsung membidikkan pistolnya kearah orang itu
Dorrr
Dorr
Sedangkan orang itu malah mengangkat tangan kanannya ke atas , mengintruksi kepada semua anak buahnya untuk menyerang mereka berdua
Paham akan intrusksi tuanya semua anak buahnya pun maju dan mengarahkan senjata api mereka kearah Jean dan Harry
Puluhan peluru mengarah ke mereka berdua , dengan lihat Jean dan menghindar dan sesekali membidikkan pistolnya kearah lawan
“ sial, kita kalah jumlah”
Dengan terpaksa Jean pun akhirnya mengeluarkan senjata yang paling legendaris , yaitu katana kesayangannya
Tanpa ragu Jean melangkah maju dan menyabetkan katana itu dengan brutal
Srekkk
Srekk
Glundungg
Suara kepala yang menggelinding akibat tebasan Jean
Entah kepala siapa yang menggelinding didepannya itu , tapi yang pasti itu kepala anak buah orang itu , beberapa anak buah orang itu yang melihat kepala rekannya terputus hanya menelan ludahnya dengan kasar
Masih beberapa musuh lagi yang masih tersisa , dengan tidak sabaranya Jean menyabetkan katananya itu dengan brutal
__ADS_1
Sringgg
Dukk
Kini katana milik Jean terlihat begitu mengerikan, lumuran darah menghiasi tajamnya katana yang Jean pegang
Disisi lain
Harry mengedarkan pandangannya mencari diman pemimpin itu tadi, namun nihil ternyata orang itu telah lari dari tempat itu tanpa sepengetahuanya
“siall !!
Teringat akan Jean , Harry pun melangkah mendekati Jean yang tengah mematung memegangi katana miliknya itu
“ kau baik-baik saja Jean? ”
“ iya , bagaimana dengan mu?” tanya Jean balik
“ tentu saja baik” jawab Harry enteng
Tiba-tiba terdengar suara
Tittt
Tittt
Titt
Jean dan Harry saling pandang , seperti tidak asing dipendengaran mereka
“ sialan orang itu meletakkan bom di sudut ruangan tempat ini ” geram Harry seraya menarik tangan Jean untuk lari keluar
Setelah cukup jauh berlari tiba-tiba
Duarrrrr
Tempat itu meledak dengan dahsyatnya menghancurkan bangunan itu dan bangunan yang berada disekitaran , kini tempat acara yang tadinya terlihat cantik dan indah berubah menjadi sangat kacau tak terbentuk
Puing bangunan itu hancur lebur tanpa tersisa , mayat-mayat yang berada didalam ruangan tadi pun ikut hancur akibat dari ledakan dasyat itu
Tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara yang tak asing bagi keduanya
“ ayahh!!!!
“ Paman Harry!!!!
Teriak seorang gadis yang mengenakan hodie hitam kesayangannya itu dengan didampingi oleh seorang laki - laki tampan disebelahnya, siapa lagi kau bukan Deo , dan juga pemilik suara nyaring memekakkan telinga Jean dan Harry itu adalah Marsha
“ Mampus , kali ini aku tidak ikut-ikutan Jean ” bisik Harry kepada Jean
Sedangkan Jean sudah berdiri dengan raut wajah yang sedikit tegang
__ADS_1
jangan lupa terus dukung karya aku yaaa 😉😉