Matcha Mafia Girl, Revenge

Matcha Mafia Girl, Revenge
Kejadian


__ADS_3

Acara pesta berjalan lancar sebagaimana mestinya, terlihat beberapa tamunya juga menikmati acaranya dengan hikmat,seketika suasana yang tadinya tenang kini terdengar heboh akibat sebagian tamu yang tertawa melihat penampilan Jean yang terlihat sangat konyol bagaimana tidak kini terlihat pakaian Jean yang semula rapi kini berubah drastis


Terlihat pakaian Jean yang menyerupai perempuan jadi-jadian baju berwarna putih dengan ukuran yang sangat ketat membuat lekuk tubuhnya terlihat ehem .... ditambah rok yang dikenakannya di atas lutut, oh sial haruskah ia tertawa atau menangis untuk hari ini


Lihatlah penampilannya sekarang gini seperti banci banci yang selalu berkeliaran di luaran sana toh tuhan sungguh penampilannya ini sangat memalukan terlebih sekarang para tamu dan rekan kerjanya yang lain tengah memperhatikannya dari atas sampai bawah.


Huftthhh suara tawa mereka terdengar sangat menjengkelkan di telinganya ,terlebih suara nyaring yang memekakkan telinganya siapa lagi kalau bukan Harry si teman lucnutnya , sungguh ingin sekali Jean menyumpal mulut temannya itu dengan segumpal kain agar tidak bisa menertawainya seperti itu


“ kau terlihat menggoda sobat” ledeknya


“ Sialan kau Harry!!!


Sedangkan Harry dengan tidak berdosanya malah tambah tertawa ngakak .


“ Sayang kapan penderitaan ayah akan berakhir” tanya Jean kepada putrinya yang tengah tertawa terpingakal melihat penampilannya, kalau saja perempuan di depannya ini bukan putrinya sudah ia pastikan wajahnya yang terlihat manis itu sudah berubah menjadi babak belur tak berbentuk


Marsha memang dengan sengaja memberikan kado ayahnya sepaket make up yang di belinya kala ia dan Jean berputar mengelilingi mall saat itu, dan ini hasilnya ia berikan kepada ayahnya untuk mendandani wajah tampanya dengan make up dengan penampilan yang sangat konyol, dan sekarang malah terlihat seperti banci


Melihat putrinya yang tertawa lepas seperti itu sedikit senyuman terbit di bibir Jean , Oke baiklah ia sedikit merasa senang apabila putrinya itu senang walaupun iya harus rela berpenampilan seperti orang tidak waras seperti ini


Setelah merasa puas menertawakan penampilan ayahnya kini Marsha menoleh ke sekitar , terlihat beberapa orang tengah memperhatikannya karena ia tertawa begitu kencang seketika ia merubah raut wajahnya menjadi datar kembali, kemudian ia meraih tangan ayahnya untuk menuju ke ruang ganti Marsha rasa ini sudah cukup untuk ayahnya berpenampilan seperti itu, ia sedikit iba melihat ayahnya yang tengah menahan malu karna penampilannya

__ADS_1


“Eitss, tapi sebelum itu” Jeda Marsha seraya mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya


“ kita berfoto dulu untuk dijadikan kenang-kenangan” ajaknya seraya memeluk erat tangan ayahnya


Sementara Jean hanya mengangguk pasrah menerima ajakan putrinya itu untuk berfoto, baginya itu tidak masalah selama putrinya merasa senang


****


Para tamu kini mulai menikmati pesta yang sebenarnya , alunan musik bertema romantis mengalun begitu indah di pendengaran telinganya ,kini para tamu pun mulai berdansa bersama dengan para pasangan yang mereka bawa masing-masing , memang rata-rata teman dari ayahnya itu masih terbilang muda-muda dan juga masih terlihat tampan.


Tanpa mereka sadari ternyata sebagian para penjahat menyamar menjadi tamunya namun semua itu tak luput dari pandangan dan pengawasan Deo , ia tak bodoh untuk mengetahui hal itu ,ia hanya sedikit curiga akan tamunya yang agak berbeda dari para tamu yang lainya saat acara ini belum dimulai , dulihat dari gerak-gerik mereka yang terlihat mencurigakan dan harus diwaspadai


Para penjahat itu mulai melancarkan aksinya sesuai dengan perintah yang diberikan oleh tuannya belum mereka datang ke tempat itu ,sesuai dengan rencana yang sudah disusun secara matang-matang mereka akan memulai aksi pertama mereka yaitu dengan mengalihkan perhatian mereka dan para tamu tamu itu dengan sedikit membuat keributan


Mereka menjalankan tugas dengan sempurna terlihat kini beberapa para tamu telah melihat pertengkaran hebat di antara kedua orang itu tanpa tahu apa masalahnya


“kau benar-benar seorang penghianat Rick, kau sahabatku namun dengan teganya kau menusuku dari belakang ” ucap salah satu dari mereka dengan berpura-pura marah dengan seseorang yang ia panggil dengan Rick itu


“ kau memang pantas mendapatkanya, dan satu lagi , kami juga saling mencintai ” sahut Rick dengan entengnya membuat pria yang tadi begitu sangat marah , dengan langkah lebarnya pria itu menghampiri Rick dan memukul dengan beringas tanpa henti , seorang perempuan tiba-tiba berteriak histeris melihat kejadian mengerikan didepannya itu


Para tamu yang mendengar seorang perempuan berteriak histeris pun menghampiri asal dari suara itu

__ADS_1


Dari arah lain terlihat beberapa rekan penjahat yang lain tengah tersenyum licik , merasa rencana pertama berhasil mereka pun akhirnya menjalankan aksi ke duanya yang mereka pastikan akan berhasil


Di tempat lain Deo yang tengah memantau pergerakan mereka melalui layar monitor hanya tersenyum samar, baginya para penjahat itu hanya bermain-main terhadapnya


Sangat mudah baginya untuk menangkap para tikus-tikus kecil itu


“ingin bermain-main rupanya , baiklah akan ku ladeni , permainan seperti apa yang tengah kalian rencanakan ”


Mendapat kesempatan emas didepan mata , dengan segera para komplotan penyusup itu berpencar untuk mencari keberadaan mangsa mereka


Marsha yang tengah menikmati suasana malam di belakang koridor hotel , tempat yang beberapa jam lalu ia datangi , tidak mengetahui bahwa bahaya tengah mengincarnya


Salah seorang penjahat yang tengah mencari keberadaan Marsha dengan beruntungnya tiba-tiba melihat seorang perempuan yang tengah memandang pemandangan malam .


Dengan langkah pelan penjahat itu mulai mendekati perempuan itu , memastikan bahwa orang didepannya itu adalah orang yang dicarinya


Dengan teliti pria itu memandangi postur tubuh Marsha dan sesuai dugaannya, ternyata benar , perempuan itu orang yang tengah ia cari


Dengan cepat penjahat itu membius Marsha dengan kain yang telah ia siapkan sebelumnya , hanya dengan cara itulah ia dapat membawa pergi mangsanya , tidak mungkin bukan ia harus melawan , yang ada ia akan kalah seperti tempo lalu


Jangan lupa terus dukung karya Author 😉😉

__ADS_1


Salam Rindu^^


__ADS_2