Matcha Mafia Girl, Revenge

Matcha Mafia Girl, Revenge
Terjebak?


__ADS_3

Sesampainya di tempat tujuan, kini Jean dan Harry pun turun dari mobil mewah mereka masing-masing, melihat sekeliling apakah ada hal yang mencurigakan, dan nihil, ternyata mereka cukup pintar dalam menyembunyikan sesuatu mereka lupa siapa orang yang tengah mereka hadapi kali ini


“Let's play Jean ” seru Harry dengan semangat


'Riveria Odyssey' dengan Resor Terracina , Sperionga, dan lainya yang terkenal . Teluk-teluk kecil yang indah , diselingi oleh kota-kota kecil dan pegunungan menghiasi pantai , ini adalah laut Tyrrhenian, jernih ,biru,tenang . Adalah bagian dari laut Mediterania yang mencuci pantai barat Italia, Laut Tyrrhenian terletak diantara Corsica, Sardino dan Sisilia


Di tempat inilah Jean dan juga Harry akan menyelesaikan misi yang sebenarnya 'mungkin' , tidak lupa dengan senjata yang sudah mereka siapkan di jas hitam panjang milik mereka


Jarak tempat parkir mobil Jean dan Harry sengaja mereka jauhkan sedikit dari tempat acara , hanya untuk berjaga-jaga saja nantinya.


Walaupun dalam keadaan saat malam pun tidak dipungkiri bahwa tempat ini benar-benar sangat menakjubkan, dan sayang jika dilewatkan begitu saja .


Dengan pakaian rapi , mereka seperti tamu-tamu yang lainnya tidak akan ada yang menyangka bahwa mereka berdua adalah seorang ketua Mafia yang sangat kejam dan sadis ketika beraksi membereskan musuh yang mencari gara-gara kepada mereka .


Waktu telah menunjukkan pukul 19.00 malam, dengan santainya Jean dan Harry mesuk kedalam acara tersebut


Terlihat acara tersebut sangat mewah dengan dekorasinya yang sangat menawan , lilin-lilin kecil yang menjadi penghias setiap sudut tempat dan meja-meja yang berada disana , lampu kerlap-kerlip menambah kesan meriahnya acara malam ini


kedatangan mereka berdua membuat suasana yang tadinya ramai , seketika berubah menjadi sunyi,sepi


Pandangan para tamu tertuju kepada Jean dan juga Harry yang terlihat sangat menawan menggunakan jas hitam panjang


Hingga tiba-tiba seseorang memanggil nama salah satu diantara keduanya, spontan Jean dan Harry pun menoleh kearah orang itu


“apakah kau pria yang bernama Harry ” tanya orang itu basa-basi


“Ah iya ” jawab Harry singkat , orang itu hanya menyunggingkan senyumnya


“Dann...” tanya orang itu sambil melihat kearah Jean dengan bingung, pasalnya bos nya itu bilang bahwa hanya ada satu 'Tamu' spesial yang akan datang, tapi ini kenapa malah dua


“ ah ya , perkenalkan dia Jean , tidak apa-apa bukan jika saya mengajaknya untuk datang kesini ” Tanya Harry dengan senyum tipisnya


“Tentu , tentu saja tuan tidak apa-apa,tidak perlu dipermasalahkan ” jawab orang itu dengan sopan dan menundukkan badannya


“ oh ya kau tau dimana Baskara , tamu sudah datang namun dengan sombongnya dia tidak menyambut ku” tanya Harry dengan bercanda


“beliau sedang menerima telepon sebentar tuan , dan beliau menyuruh saya mengantarkan tuan-tuan ke ruang privat beliau ”


“mari saya antar tuan-tuan ketempat privat Tuan Baskara takut nantinya beliau sudah selesai dengan urusannya dan nantinya akan menunggu terlalu lama”ajaknya kepada Harry dan juga Jean


Harry dan Jean mengangguk , mengikuti kemana orang ini akan mengantarkan mereka

__ADS_1


Setibanya di ruangan yang orang itu maksud, Harry dan juga Jean pun disuruh untuk duduk dan menunggu Tuan baskara yang ternyata belum selesai dengan urusannya


Dengan santainya Harry dan Jean pun mengangguk mengiyakan


Orang itu pun pergi , meninggalkan ruangan .


Selang beberapa menit datanglah seorang pria dengan pakaian yang rapi menghampiri Harry dan juga Jean


“ah maaf sudah membuat mu terlalu lama menunggu Harry dan juga .....? ”binggung tuan Baskara , pasalnya ia belum mengenali pria yang berada disamping Harry itu


“panggil saja Jean ” ucap Jean dengan wajah datarnya


“ salam kenal tuan Jean ” ucap baskara kepada Jean , sedangkan Jean hanya mengangguk


Baskara pun duduk di tempatnya lalu mulai membahas hal-hal penting


Setelah beberapa jam berlalu obrolan mereka pun akhirnya telah selesai


Tiba-tiba ada yang bersuara


“ ah sepertinya perutku merasakan sedikit nyeri , tidak apa-apa bukan kalau saya tinggal sebentar” pamit Tuan Baskara seraya merintih


“ Tentu saja, perlu aku antar Bas , takutnya nanti ada apa-apa” tawar Harry


Sedangkan Harry dan Jean saling pandang satu sama lain , merasakan sedikit aneh oleh sikap Tuan Baskara itu .


30 menit telah berlalu namun Tuan Baskara pun tak kunjung kembali juga, Harry merasakan seperti ada yang janggal , apakan mereka telah dijebak, jika memang iya , sungguh Sial


“ Jean aku rasa kita sedang dipermainkan oleh Baskara bajingan itu ”


“yah aku juga merasa seperti itu Harry ” jawab Jean dengan santai


Jean sengaja bersikap tenang seperti itu karena ia tau ada kamera tersembunyi di ruangan itu ,namun sialnya Harry tidak menyadarinya


Tiba-tiba semua saklar mati, lampu-lampu pun padam seketika tanpa tersisa , lilin-lilin kecil yang tadinya menghiasi meja yang berada di ruangan itu pun turut padam


Aneh, tamu - tamu yang berada di luar sana pun tidak terdengar suaranya sama sekali , sunyi,sepi , hanya itu yang sedang mereka berdua rasakan


“Apa-apaan ini , kenapa semua lampu mati dan lilin-lilin ikut padam ” umpat Harry


“entahlah Harry , tapi sepertinya kita harus waspada , aku merasakan firasat yang buruk disini, aku merasakan bahaya sedang mengintai kita berdua , jadi tetaplah tenang , fokus dan waspada , Pegang senjata yang kita bawa untuk berjaga-jaga, sepertinya mereka sedang tidak main-main Harry”

__ADS_1


Peringat Jean


Harry mengangguk,ia jadi berfikir kesalahan apa yang mereka perbuat , sepertinya dia dan juga Jean tidak memiliki masalah kepada Baskara ,orang yang dikenalinya beberapa bulan yang lalu


Tapi intinya mereka harus waspada sekarang, dan jangan gegabah untuk melakukan sesuatu, takutnya akan ada korban jiwa akibat dari kecerobohan mereka, mengingat didalam acara ini terdapat tamu yang tidak sedikit , tapi apakah mereka benar-benar tamu atau...?


Karna ia dan juga Jean tidak tidak tau apa rencana yang sedang mereka susun untuknya dan juga Jean ,namun Harry siap tentunya dengan apa yang akan terjadi setelah ini


Jean berbisik kepada Harry untuk melihat keadaan diruangan ini apakah tidak ada benda-benda tajam yang mereka pasang untuk mereka berdua


“ Jean bodoh , kau tau ini gelap lantas bagaimana aku mengeceknya ” ucap Harry kesal


“ Dasar bodoh ! kau bawa alat pendeteksi itu bukan, gunakan alat itu untuk mengecek apakah semua aman atau tidak ” geram Jean


Sedangkan Harry menepuk jidatnya “ sorry, aku lupa kalau membawa alat itu Jean ” ucapnya kemudian mengaktifkan alat canggih itu


Setelah beberapa menit kemudian


“ semuanya aman , tidak ada benda-benda yang berbahaya disini ”


Jean mengangguk, ia hanya khawatir mereka memasang bom diruangan itu


“ ingat walaupun aman , kita harus tetap waspada ” peringat Harry sekali lagi


Tiba-tiba di sudut ruangan sebuah lampu menyala dengan sendirinya, walaupun tidak terlalu begitu terang, namun remang-remang mereka berdua bisa melihat keadaan sekitar


Setelah lampu yang menyala tiba-tiba, kini terdengar suara langkah kaki , dengan tenang Jean dan juga Harry pun diam tak bergeming


“ Bagaimana pestanya apakah kalian menikmatinya, aku harap begitu” ucap seseorang yang tiba-tiba datang dengan tawa renyahnya


Disisi lain Jean dan Harry mendengarkan orang itu berbicara , mereka rasa orang itu bukanlah suara tuan Baskara, suara tuan Baskara itu sedikit kalem dan agak tipis , sedangkan orang ini berbicara dengan suara yang terdengar berat


“ hahh, sepertinya orang-orang yang mengatakan bahwa kalian hebat itu hanya omong kosong”


“hmmm,, sepertinya aku harus membuktikanya sendiri , sesuai apa yang dikatakan orang-orang diluaran sana ” sambungnya dengan seringai


Jean dan Harry masih diam , berusaha mengamati siapa orang yang berada di depannya,bdalam keadaan yang gelap ditambah orang itu yang memakai topeng , membuatnya sulit untuk mengenali orang itu dengan jelas


“ Hei !


“Sebenarnya apa yang kau mau tuan , aku rasa kami tidak ada Masalah denganmu ” Tanya Harry dengan sedikit kesal

__ADS_1


Sedangkan orang itu malah tertawa, membuat Harry ingin sekali menonjok orang didepannya itu sampai puas


Jangan lupa dukung Karya akubini dengan cara like ,komen 😉😉


__ADS_2