
Sesampainya di rumah Jean langsung saja merebahkan tubuhnya di sofa panjang miliknya bagaimana tidak ia merasa pinggangnya itu sedikit pegal-pegal setelah seharian menemani putrinya berbelanja mengelilingi mall yang begitu luas
Karena efek dari kelelahan tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya jean pun tertidur pulas dengan posisi yang masih terlentang di atas sofa panjang miliknya , dari luar terlihat Marsha yang sudah membersihkan tubuhnya setelah seharian berputar-putar mengelilingi mall , wajahnya terlihat lebih segar dan fress dari sebelumnya , ditambah dengan setelan pakaian santai dan kaos oversize menambah kesan keren baginya .
Langkah marsha menuju kamar ayahnya tak membutuhkan waktu lama akhirnya ia pun sampai di depan pintu
Tok tok tok
Hening
Tidak ada sautan suara dari dalam kamar ayahnya , mungkinkah ayahnya sedang mandi? Tapi kalau iya kenapa tidak ada suaranya ? Daripada bingung tanpa pikir panjang akhirnya Marsha membuka knop pintu kamar yang ternyata tidak dikunci
Cklekk
Pandangan pertama Marsha jatuh ke arah sofa panjang yang ternyata disitu ayahnya tengah tertidur pulas dengan posisi terlentang dengan pakaian yang masih sama dengan yang tadi , ah ternyata Ayahnya selelah itu menemaninya berkeliling mall sampai-sampai belum sempat mengganti pakaiannya dan malah langsung tertidur di sofa panjangnya
Marsha maju mendekat kearah ayahnya yang tertidur pulas , ia memandangi wajah ayahnya cukup lama , tenang dan damai yang ia rasakan , ia berfikir laki-laki inilah yang berjasa atas hidupnya dan juga kakaknya , entah apa yang akan terjadi kala itu jika Ayahnya Jean tak datang untuk menyelamatkan , mungkin ia dan juga kakaknya Deo tak akan pernah merasakan sejuknya dan segarnya udara bumi yang Tuhan berikan
“ Ayah heii , bangun mandi dulu lalu makan malam setelah itu baru ayah boleh beristirahat ” ucap Marsha menggoyangkan lengan Jean dengan pelan, namun tak ada reaksi dari Jean , membuat Marsha menghela nafas kasarnya
“ maafin Marsha , gara-gara menemani Marsha berkeliling mall ayah jadi kelelahan seperti ini ” ucap Marsha menunduk dengan suara yang lirih
Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh lembut lengannya “ kapan kamu datang ke kamar ayah sayang? ” tanya Jean dengan wajah yang belum sepenuhnya sadar
“ baru saja , oh iya ayah mandi dulu sana , bau keringat tauuu , iiihh jorok banget” ucap Marsha seraya menutup hidungnya , sedangkan Jean hanya mengangguk pasrah
__ADS_1
“ Marsha tunggu dibawah ” ucapnya seraya berlalu keluar dari kamar
**
Setelah keluar dari kamar ayahnya Marsha tiba-tiba menghentikan langkahnya ia teringat akan sesuatu hal penting , dengan buru-buru marsha pun berlari ke arah ruangan kakaknya deo sebelum ayahnya selesai dengan ritual mandinya
Tok tok tok
“ apakah kak Deo di dalam ? Marsha ingin berbicara sesuatu yang penting ke kakak” teriaknya dari arah luar
“iya, masuk saja ” satunya dari dalam
Karna telah mendengar persetujuan kakaknya tanpa ragu Marsha pun membuka pintu dengan sedikit Angunly MENURUTNYA namun tidak bagi orang lain yang mendengarnya
Suara pintu terbuka dengan sedikit kasar , membuat Deo terlonjak kaget mendengarnya
Sudah tidak sopan , tiba-tiba dengan tidak tau dirinya Marsha melangkah sedikit berlari menuju ke arah sofa empuk milik Kakaknya yang tersedia di ruangan itu
“ Kak Deo tau lusa hari apa? ” tany Marsha to the point
“ Thursday ” jawab Deo singkat , sedangkan Marsha hanya mendengus pelan mendengar jawaban singkat kakaknya
“kak Deo tidak lupa bukan , lusa adalah hari dimana ayah akan berulang tahun ” jelasnya dengan sabar,ingat hanya sedikit
“ jadi?”tanya Deo enteng yang membuat Marsha menjadi geram , yang lebih membuatnya jengkel adalah kakaknya itu masih saja asyik mengerjakan dokumen-dokumen yang berada ditangannya, tanpa menoleh kearahnya
__ADS_1
“jadi bisakah kalau kita merayakan hari ulang tahun ayah lusa ” jawab Marsha yang menahan geramnya terhadap kakak satu-satunya itu
“ tidak usah kau ingatkan Sha, Kakak tau apa yang harus kakak lakukan , makanya Kakak sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari ” mendengar jawaban Kakanya yang seperti itu Marsha yang awalnya kesal campur geram pun kini merubah raut wajahnya menjadi ceria , ia berlari kearah deo yang tengah tersenyum lebar kearahnya, dengan tiba-tiba ia pun memeluk kakaknya dengan erat
“ Terimakasih ” ucapnya pelan
“ sama-sama, kakak tidak tau lagi dengan cara apa kakak harus membalas semua kebaikan dan Budi ayah yang begitu besar kepada kita dan juga 'keluarga' kita dahulu , dengan cara kakak mempersiapkan hari ulang tahunnya seenggaknya itu lah bukti kalau kakak sangat menyayangi ayah begitu tulus dan dalam , hanya itu Sha hanya itu yang bisa Kakak lakukan” ucap Deo sambil membalas pelukan adiknya tak kalah erat
“ kita bukan hanya kakak saja yang menyayangi ayah” ralat Marsha
“ iya kita maksud kakak”
Deo ingat betul , perjuangan ayahnya dulu saat ingin menyelamatkanya dan juga adiknya dari tagedi mengerikan dimalam itu , Ayahnya, jean datang dan dengan beraninya menantang maut demi ingin membawanya pergi dari bahaya yang tengah mengancam nyawa keluarganya kala itu
Ia juga ingat ayahnya itu merawat dan juga mendidik mereka berdua dengan ikhlas tanpa pamrih walaupun sebenarnya Jean tau kalau ia tidak akan digaji untuk melakukan itu namun apa? jawaban Jean kala itu menambah rasa sayangnya terhadap ayah angkatnya itu , Jean Saputra
“ Ayah Sangat menyayangi kalian berdua jadi jangan pernah berfikir kalau ayah melakukan ini semua hanya karna uang ” ucap Jean tegas kala itu , dan sampai sekarang kata-kata ayahnya masih teringat jelas dibenaknya .
Tanpa disadari dari arah pintu Jean mendengar semua pembicaraan anak-anaknya itu sampai selesai , betapa beruntungnya ia mempunyai mereka dihidupnya , ia tak tahu sehampa apa dirinya tanpa mereka terlebih dirinya semakin hari semakin bertambah umur namun belum juga mendapatkan pasangan hidupnya , huhhh sungguh memiliki Deo dan juga Marsha adalah anugrah terindah yang Tuhan titipkan untuknya
“ Ayah juga menyayangi kalian berdua sangat, ayah tak ingin kehilangan kalian dihidup ayah , ayah ingin selamanya kalian berdua menemani hari tua ayah dan sampai ajal menjemput ayah, namun sebelum hari itu tiba ayah juga ingin melihat kalian menikah dan memberikan ayah cucu yang lucu , ayah menantikan hari itu Deo, Marsha ” ucapnya lirih , tanpa disadari setetes air mata jatuh di pipinya , dengan segera ia mengusap air mata sialan itu sebelum anak-anaknya melihat dan berujung ia akan diledek habis-habisan oleh mereka berdua
hai untuk para pembaca setia author , author meminta maaf baru bisa update cerita Matcha Mafia girls Revenge sekarang , dikarenakan author lagi mengikuti *** selama 2 Minggu kemaren , author harap kalian tidak lupa sama cerita dan alur cerita yang aku buat yaa😉😉
Salam rindu untuk kalian semua ☺️
__ADS_1