
Setelah di perjalanan tadi Marsha mengabari bahwa ia tak bisa datang untuk pergi latihan meskipun ia harus dimaki maki oleh vierra tak apalah penting ia harus cepat-cepat pulang ke rumah untuk mengobati lukanya yang lumayan perih
Brakkk
Suara pintu mobil yang Marsha tutup mengalihkan pandangan Jean yang tenggah membaca koran di teras depan
Jean menatap bingung ke arah Marsha baru tadi putrinya itu izin padanya untuk latihan bersama temannya vierra tapi kenapa sekarang sudah pulang ke rumah? apakah Vierra sedang ada urusan lain , atau memang tidak datang untuk melatih, entahlah....
“Hei ada apa? Kenapa latihannya cepat sekali” tanya Jean menatap heran ke arah Marsha yang berjalan tergesa-gesa menuju kedalam rumah,Jean belum menyadari bahwa lengan putrinya itu terluka sebab Marsha menutupi lukanya itu menggunakan jaket hitam miliknya
“ sebentar, nanti akan aku jelaskan ayah” ucap Marsha seraya melangkah menuju kamarnya untuk mengambil kontak obatnya
Setelah beberapa menit Marsha di dalam kamarnya untuk mengobati luka nya kini Marsha pun selesai dan ia pun menghampiri ayahnya yang tengah berada di depan teras
Dengan ragu Marsha pun duduk di hadapan ayahnya , ia berpikir apakah ia harus menceritakan kejadian tadi kepada ayahnya itu
Seandainya ia memberitahu kepada ayahnya itu ia yakin pasti ayahnya itu akan marah dan akan mencari siapa orang yang berniat mencelakanya sampai dapat
“ ayah apakah perusahaan sedang mengalami masalah dengan perusahaan lain?”
“ tidak, memangnya kenapa? tumben sekali kamu bertanya tentang perusahaan”
“ tidak apa-apa Marsha hanya ingin tahu perkembangan perusahaan ayah bagaimana”
“ baiklah, oh ya kamu tadi belum menjelaskan kepada ayah kenapa latihannya pulang begitu cepat apakah vierra tidak datang untuk melatih ?”
“ tadi Marsha merasa badan Marsha sedikit lelah jadi Marsha memutuskan untuk tidak pergi latihan dulu ayah”
“apa kau sakit sayang? ”tanya Jean khawatir
“ hanya tidak enak badan ,ayah tidak perlu khawatir”
“ ya sudah kalau begitu Marsha ingin istirahat di kamar dulu ayah ” ucapnya seraya berdiri meninggalkan ayahnya diteras sendiri
__ADS_1
Sedangkan Jean hanya mengangguk ,namun dibalik itu, Jean merasa ada yang aneh dengan sikap Marsha barusan ,tumben sekali putrinya itu menanyakan tentang keadaan perusahaan , padahal Marsha itu sangat malas sekali ketika membahas soal hal yang seperti itu
“Aku harus menyelidikinya” ucap Jean seraya berdiri mengambil jas hitamnya kemudian pergi meninggalkan rumah dengan membawa mobil untuk menuju ke suatu tempat
*****
***** ^^
*****
kepergian Jean waktu itu adalah untuk menyelidiki tentang hal apa saja yang dialami putrinya hari itu sehingga membuat sikap dan perilakunya sedikit aneh , berkat bantuan dari organisasinya dengan mudah Jean pun akhirnya mengetahui kejadian yang dialami Marsha siang itu
Kejadian beberapa hari yang lalu dimana saat putrinya Marsha diikuti oleh beberapa mobil hitam membuat Jean tak tenang dan pada akhirnya ia pun berinisiatif untuk memerintahkan pengawal untuk menjaga putrinya ,Marsha
Namun kalian tau watak Marsha bagaimana, ia menolak dengan lembut inisiatif ayahnya yang sedikit konyol itu ,dengan gigih Jean pun beralasan untuk meyakinkan bahwa semua itu untuk kebaikan dirinya sendiri , namun mau sampai mulut berbusa pun Marsha akan menolak itu semua
“ayolah ikuti kemauan ayah kali ini saja sayang, ayah hanya khawatir kalau seandainya ada orang yang ingin berniat mencelakanmu”
“tapi kanan..”
“ sudahlah ayah , mau ayah sampai menanggis-nanggis pun Marsha juga akan tetap menolak tawaran ayah ” ucap Marsha sekali lagi dengan tegas
Jean mendengus kesal mendengar jawaban putrinya yang menolak inisiatifnya
Melihat Marsha yang menggunakan pakaian serba Hitam dengan rapi pun membuat Jean menjadi heran
“ Mau pergi kemana ?”
“jalan-jalan” jawabnya singkat
*******
“ oh ayolah kaki ayah sudah merasakan pegal sayang ” keluh Jean lesu
__ADS_1
“salah sendiri ayah ikut, padahal Marsha kan sudah melarang ayah untuk tidak menemani untuk pergi belanja bukan ” jawab Marsha yang mendengar keluhan ayahnya itu
Sedangkan Jean hanya mendengus kesal, tidak taukah putrinya itu bahwa ia sangat mengkhawatirkan keselamatanya
Yah, hari ini Jean tengah menemani putrinya kedalam sebuah mall ,Jean hanya takut kejadian beberapa hari yang lalu akan terulang kembali dan mungkin lebih parahnya akan ada orang yang ingin mencelakai Marsha
Dan lihatlah sekarang gara-gara ayahnya yang kekeh ingin ikut dengannya untuk pergi ke mall sekarang orang-orang melihat kearahnya seakan-akan dirinya adalah seorang tersangka . ...
🥲 Sabarr Sabarr , wkwkw
Sudah hampir 1 jam Jean menemani Marsha berputar mengelilingi Mall sebesar ini namun belum juga Marsha membawa barang sekecil pun yang dapat ia beli, oh ayolah ia hampir frustasi gara-gara menemani putrinya yang hanya berputar-putar tanpa ingin membeli sesuatu , Jean jadi berfikir apakah semua perempuan akan seperti itu ketika sedang berbelanja di Mall?
Sebenarnya Marsha tau kalau ayahnya itu sedang frustasi menemaninya berbelanja, namun sengaja ia lakukan agar ayahnya itu kapok dan tidak akan mengintili dirinya lagi saat ingin pergi ke suatu tempat ketika dirinya ingin
“ apa yang sebenarnya ingin kau cari sayang, sudah hampir 1 jam ayah menemanimu yang hanya berputar-putar tidak jelas seperti itu, kita sudah mengelilingi seluruh tempat namun kau belum juga menemukan barangnya ”
“ Aku sedang mencari sesuatu yang unik ayah” ucap Marsha sekenanya
Sedangkan Jean hanya mengeryit kan dahinya heran
“ sesuatu yang unik” guman Jean pelan sambil berfikir
Saat sedang asik berfikir tiba-tiba Marsha menghentikan langkahnya dengan mendadak , ia ingat akan sesuatu
“ ayah Marsha memang ingin mencari barang yang unik tapi kenapa tiba-tiba Marsha menginginkan Make-up ”Ucap Marsha seraya memutar badannya menghadap ke arah ayahnya dengan tersenyum manis
Sedangkan Jean hanya mengangguk, tanpa rasa curiga sedikitpun akhirnya Jean pun menemani putrinya untuk mencari toko make-up di mall itu
30 menit berlalu, akhirnya Marsha pun mendapatkan barang yang diinginya , terlihat wajah kusut Jean yang bosan menemani putrinya memilih-milih make-up,padahal dirinya saja tidak tau tentang benda-benda kecantikan itu
Marsha yang melihat wajah kusut ayahnya pun jadi tak tega , dan akhirnya ia mengajak ayahnya untuk pergi keluar dari mall itu dan mencari restoran terdekat
jangan lupa terus dukung karya author😉😉
__ADS_1