
Hotel Granbaita Dolomites adalah sebuah hotel berbintang lima dengan fasilitas yang sempurna Granbaita adalah tempat yang sangat fantastis tempat yang cocok untuk digunakan sebagai tempat pesta ataupun hal yang lain
Di sana para tamu akan disajikan oleh pemandangan yang cantik, kolam renang yang sangat bagus dan area sauna baru yang juga sangat sangat mewah
Balkon besar yang bagus cocok digunakan untuk melihat pemandangan indah dari tempat itu ditambah dengan kursi yang tersedia membuat siapa saja bersantai sambil melihat pemandangan luar
Hotel Alpine yang terletak di domites ini berjarak 4,7 km dari Gardena Pass dan 5 km dari Gunung Nakhofel
dari kejauhan terlihat seseorang yang tengah sibuk mengurusi acara malam ini dengan telaten orang itu menyusun makanan dan minuman agar terlihat rapi dan cantik, dia ada di sana memang itu adalah sebagian dari pekerjaan sampingannya.
Saat ini waktu baru saja menunjukkan pukul 19.00 sedangkan undangan untuk para tamu yaitu pukul 19.30 masih ada waktu 30 menit lagi untuk bisa ia gunakan untuk merapikan dan menyelesaikan tugas-tugas lainnya yang belum selesai.
Saat ini Marsha dan juga Deo sudah sampai di tempat itu sedangkan untuk Jean masih dalam perjalanan dan sebentar lagi akan sampai di tempat tujuan
Marsha yang masih memakai celana santainya pun buru-buru masuk ke dalam untuk menggantinya dengan gaun yang disiapkan pelayannya di sana ,memang saat ini Marsha datang di tempat itu menggunakan motor kesayangannya untuk mempercepat waktu katanya
15 menit berlalu kini marsha sudah mengganti pakaiannya dengan gaun di bawah lutut yang berwarna biru muda ditambah dengan manik-manik yang menempel di gaunnya itu menambah kesan anggun tak lupa dengan rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai begitu saja membuat penampilan Marsha benar-benar terlihat sangat menawan walaupun wajahnya hanya sedikit polesan make up namun tetap saja kesan cantiknya tidak akan pernah berkurang
High heels yang berwarna senada dengan gaun yang Marsha kenakan melengkapi penampilan nya malam ini para tamu yang mulai berdatangan seketika memandang ke arah Marsha dengan tatapan kagum dengan kecantikan alami yang dimilikinya
Kesan wajah yang selalu terlihat datar dan dingin kini terlihat jauh berbeda dari biasanya , kini wajah itu terlihat begitu manis dan juga cantik.
Untuk menunggu acaranya yang sebentar lagi akan dimulai , Marsha izin kepada kakaknya untuk pergi sebentar mencari tempat yang sedikit jauh dari keramaian guna mengfreskan pikirannya yang sedikit kalut dengan masalah yang akhir-akhir ini datang kepadanya
Lama berputar mencari tempat yang sesuai kini Marsha pun telah menemukan tempat yang dicari nya yaitu teras yang sedikit bertempatkan dengan para pelayan-pelayan yang berada di hotel itu , dengan segera ia duduk di bangku yang sudah disediakan
Mata Marsha terpejam untuk beberapa saat kemudian tiba-tiba saja mata itu terbuka dan menoleh ke arah kiri , terlihat seseorang pria muda atau eeee remaja muda menggunakan pakaian pelayan tengah mengangkat kardus, Marsha memicingkan matanya berfikir seperti pernah melihat pria ehh ralat remaja itu ,tapi di mana?
__ADS_1
Lama memandangi remaja itu tiba-tiba tanpa sengaja remaja itu menoleh ke arah Marsha dan membuat pandangan mereka beradu untuk sesaat, remaja itu hanya tersenyum tipis ke arah Marsha sebentar kemudian berlalu melanjutkan pekerjaannya membawa kardus yang tengah di bawanya itu
Lama berfikir akhirnya Marsha ingat bahwa remaja itu adalah orang yang bersembunyi di balik pohon di hutan ketika ia tengah dihadang oleh beberapa pria waktu itu, ia kembali berfikir bukankah remaja itu komplotan dari para penjahat itu, terus apa yang dia lakukan di tempat pesta ayahnya ini , oke baiklah ia akan menyelediki tentang ini setelah acara pesta selesai .
Setelah beberapa menit marsha termenung dan memikirkan kejadian tadi ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam dan ternyata acaranya sudah akan dimulai terlihat kakaknya dan juga ayahnya itu tengah menunggu kedatangannya dibdalam
“ Marsha tidak telat kan ” ucapnya pelan
Sementara di hanya melirik ke arah adiknya itu
“Darimana saja , ayah sudah menunggumu sedari tadi ”
“Maaf Marsha tadi berada di teras belakang dekat dapur kak , biasa mencari tempat yang sedikit tenang”
“ Baiklah kalau begitu”
Terlihat kini MC sudah memegang sebuah microfone pertanda acara akan segera di mulai , kini semua orang tengah menyanyikan lagu ulang tahun untuk ayahnya Jean tak lupa Marsha dan juga Deo yang berada di sisi kanan dan kirinya
Haru dan rasa bahagia yang kini tengah jean rasakan
“Terimakasih anak-anak ayah, ayah sangat-sangat bahagia malam ini , Dad loves you two” ucap Jean seraya memeluk erat kedua anaknya
Setelah selesai dengan acara peluk-pelukan barusan kini tiba saatnya pemotongan kue ,kue potongan pertama Jean berikan kepada Deo putranya dan yang potongan kue kedua yaitu untuk putri tersayangnya , Marsha
“ Terimakasih ayah” ucap keduanya berbarengan
“oh iya ini kado ulang tahun untuk ayah ” ucap Marsha seraya menyodorkan sebuah kado berwarna hijau untuknya
__ADS_1
“ahaaa, terimakasih cantik”
“ tapi ayah harus membukanya sekarang juga dan kenakan atau gunakan apa saja isi dari kotak itu ,apapun isinya”
“ baiklah” ucap Jean bersemangat tanpa rasa curiga sedikitpun, dengan segera jean membuka kado hadiahnya dengan tidak sabar, ia yakin hadiah dari putrinya itu sangat istimewa dan sangat berharga baginya
Kini kado telah terbuka keseluruhan ,terlihat beberapa alat kecantikan di dalamnya , Jean mengeryit heran
“ Make-up ” tanya Jean heran seraya melihat kearah Marsha , seketika firasat buruk menghampiri Jean
“ Marsha akan mendadani ayah dengan itu” ucapnya seraya tersenyum lebar kearahnya, sedangkan Deo hanya menggeleng Pelan melihat adiknya berniat mengerjai ayahnya
Dengan cepat Jean pun menggeleng tanda tidak setuju akan usul putrinya itu, mau ditaruh kemana mukannya itu ketika para rekan rekan kerjanya akan melihat penampilanya yang sudah pasti akan mengerikan
“ jadi ayah tidak mau? ” tanya Marsha pura-pura sedih
Jean yang melihat raut wajah putrinya yang lesu itu pun akhirnya dengan terpaksa mengiyakan permintaanya
“ oke fine , ayah akan menuruti permintaanmu ” putus Jean akhirnya
Dengan semangat Marsha merubah raut wajahnya yang tadinya sedih kini terlihat ceria
Dari arah belakang terlihat Harry berbisik ke Jean
“ aku sudah tidak sabar untuk melihat penampilanmu kawan ” ucap Harry meledek , disertai tawa yang menjengkelkan di pendengaran telinga Jean
“ Sialan kau Harry!!
__ADS_1
jangan lupa terus dukung karya author 😉😉
Salam Rindu ^^