
Pagi di Australia...
Terlihat seorang pria sedang membuka gorden di sebuah ruangan dimana nampak satu sosok pria yang sedang tertidur pulas diatas kasur super mewah dengan ukuran oversize, nampak cahaya matahari terpantul pas di wajah tampan pria tersebut sehingga mengganggu tidur lelapnya...
"Selamat pagi bos..." Sapa pria dengan wajah tak bersalah dengan bangganya tersenyum sampul kepada pria yang dipanggil sebagai bosnya.
"...Kau sudah bosan hidup Bram ? Hemm" jawab pria tampan diatas kasur super mewah tersebut dengan nada marah.
"Ayolah lional ini sudah pukul 8 pagi, setengah jam lagi ada pertemuan untuk grand opening di Universitas xxx dan kamu sudah menyetujui undanganya,Apa bos lupa ?" Jawab Brama dia adalah sekretaris dan asisten pribadi kepercayaan sekaligus teman seperjuangan lional dari pertama masuk kuliah di Amerika.
Tiba-tiba sebuah bantal mendarat lekat pas dikepala Brama, serangan mendadak dari lional tidak mampu untuk Brama hindari.
"Arghhh..."sahut Brama dengan nada kesakitan, "Bangun sekarang lional,aku bersusah payah menjadwalkan ulang semua kegiatanmu hari ini tapi kerajaanmu hanya tidur " terdengar nada ketus dan jengkel dari mulut Brama,dan itu membuat lional mengerti dari nada tersebut bagaimana tidak,dia dan Brama sudah hampir 10 tahun bersama dan mereka sudah saling mengenal satu sama lain.
"Kau..." Ketus lional sambil menunjukya.
"Bisakah kau berhenti bermalas-malasan seperti ini lional, lama-lama aku jengah melihatmu seperti ini, seperti babi mandi lumpur saja " hardik Brama kepada lional yang bangun dengan mata tertutup.
"Memangnya kau pernah lihat babi mandi lumpur dengan mata tertutup...hah " terdengar nada bertanya dari mulut lional yang masih setengah sadar.
"Ya aku hampir setiap hari melihatnya di mansion-mu ini" jawabannya dengan cepat. Namun beberapa detik Brama berkata..."dan itu kau,kau tidak lihat dirimu sendiri yang bermalas-malasan seperti ini, sungguh disayangkan jika suatu hari ada wanita yang mau jadi istrimu,pasti badanya akan kurus dalam beberapa Minggu saja karena mengurusmu..hahahahah" terdengar suara tawa dari Brama yang tidak sadar kalau lional membuka matanya karena lelucon yang tidak dianggap lucu baginya.
"Sepertinya aku butuh sekretaris dan asisten baru" jawab lional ketus dan dingin kepada Brama.
__ADS_1
Dan itu membuat lelucon yang dibuat Brama hilang seketika suara tawanya pun lenyap di kesunyian dalam kamar super mewah dan kedap suara tersebut.
"Heyy..kamu pikir aku takut kalau kau mencari yang lain,lagian sudah lama aku ingin beristirahat dari pekerjaan ini,huffttt..." Terdengar suara kecapean dari mulut Brama. "Lebih baik kamu bersiap-siap sekarang kita akan menghadiri acara Opening di tempatmu mengajar,kau tidak mungkinkan melewatkan acara ini kudengar pihak universitas xxx juga mengundang gadis cantik penulis terkenal disini,kamu pasti tau orangnya" Brama berfikir itu akan membuat lional bersemangat untuk ke acara tersebut,tetapi yang terjadi...
"Kau saja yang pergi,aku mau melanjutkan tidurku sebentar malam kita ada pertemuan dengan kolega dari Inggris,aku dengar dia merupakan orang penting disana kalau kita berhasil bekerjasama denganya,kita akan dengan mudah mengahcurkan simafia Landon brengsek itu" terlihat wajah marah lional, memikirkanya saja sudah membuat emosinya muncul apalagi jika harus berurusan denganya.
"Come on Lio, sekarang waktunya untuk bersantai bukan memikirkan pekerjaan sesatmu itu. sampai kapan kamu ingin terjun kedunia gelap itu,ingat ibumu menyuruhku menyeret kau keluar dari dunia Mafiamu yang suka membunuh tampa ampun" jawab Brama yang berusaha membujuk lional untuk datang ke pertemuan kampus tersebut.
"Hemm..." Dengan jelas senyum smirk dari bibir lional yang merasa lucu dengan perkataan Brama.
" apa kau lupa Bram,aku tidak ingin orang tuaku kau sangkut pautkan dengan pekerjaanku itu, cukup kau pastikan keamanan mereka" tegas dan dingin jawaban dari lional kali ini dan itu membuat Brama memilih diam daripada harus berdebat panjang dengannya.
"Siapkan file dan pakaianku,aku akan bersiap-siap sekarang,kau keluarlah jika sudah menyiapkan semuanya" pintah lional dengan cepat karena sudah jengah dengan drama brama pagi ini.
Lional yang sedang bersiap mulai dari mandi yang terkesan terburu-buru karena mengejar waktu, sampai memakai bajupun dengan asal,dan tak lupa dia membaca bahan presentasi pembukaan acaranya.
Tak berselang lama lional pun keluar dari kamarnya...
"Hmmm..." Sahut lional yang tidak disadari oleh Brama kehadirannya di ruang tamu mansion lional.
"Seandainya aku dari pihak musuh,sudah ku tebas kepalamu Bram" Brama terkejut mendengar suara ketus dari lional.
"Yakhhh..." Suara jeritan Brama, Dengan cepat memperbaiki posisinya untuk menyambut lional.
__ADS_1
"Hehehhe... stop saying like that lional" kata Brama dengan muka cengengesan didepan lional,dan di balas dengan kekehan kecil dari lional.
Walaupun lional terkadang jengkel tapi Brama mampu mengembalikan mood dari bos sekaligus sohibnya itu.
Didalam perjalanan dengan keadaan jalan yang seolah-olah mendukung keadaan lional hari ini terkesan lancar jaya hingga tepat sampai ke Universitas xxx. Disana sudah banyak wartawan yang menunggu kedatangan lional karena selain menjadi Dosen dia juga merupakan CEO muda dari perusahaan batu bara terbesar di Asia.
Dengan cepat Brama membuka pintu mobil yang di tumpangi lional, Terlihat kaki panjang dan tak terlalu besar melangkah keluar dari mobil tersebut sehingga dengan jelas muka dingin,dan tampan itu menjadi pusat perhatian dan pemberitaan dimedia tv lainnya.
Belum melangkah masuk ke gedung Universitas xxx, tiba-tiba saja ada kejadian yang hampir membuat lional naik pitan.
Seorang gadis dari jauh berteriak dengan keras yang terdengar dengan jelas di telinga orang yang ada di tempat tersebut " li-lionaaal...aku mencintaimu izinkan aku untuk menjadikanmu suamiku seutuhnya" dan dengan sekejap gadis itu menjadi pusat perhatian.
"Chiii...bunuh dia Brama,buat dia menyesal karena membuatku malu" sangat jelas terdengar suara dingin dengan lekat terdengar di telinga brama. "Jangan khawatir akan aku selesaikan, kembalikan raut wajah jelekmu itu seperti semula jika kau tidak ingin wajahmu itu jadi bulan-bulanan netizen hehe.." lelucon Brama untuk mengembalikan mood partnernya itu.
"Cari pria lain saja,saya sudah punya kekasih" jawab lional dengan nada ketus dan dingin tergantung ditelinga wartawan dan tamu undangan lainnya.
Degg....
itu bagai petir menyambar untuk gadis yang nekat tersebut.
Tanpa lional sadari, bahwa dalam gedung itu ada seorang gadis yang memerhatikan kejadian tersebut, tanpa sadar dengan jelas Gadis itu berkata...
"Cihh, Pria Sombong..." Dengan mimik muka yang meremehkan lional karena tidak suka dengan sifat angkuh yang ditunjukkan lional.
__ADS_1
Bersambung..