
" Ia..ia..ia " Rose dengan ekspresi muka bosan mendengar perkataan Lional yang sudah dia dengar hampir beribu-ribu kali dari putranya itu setiap berpisah dengannya...
Tibalah Louis dirumah sakit...
"Boss Saya sudah membawa pengawal yang bos minta..." Ucap Louis ke lional
" Bawa mereka kemari.." Ucap Lional cepat
"Kalian Kemarilah..."
Terlihat 4 Orang Pria bertubuh kekar dan berotot berjalan kearah Lional,dan sesampainya mereka dengan serentak membukkukkan badan
"Hormat kami bos besar...." Ucap mereka serentak
"Ehmm...(singkat)Kalian sudah tau tugas kalian"lional bertanya
"Ia bos besar kami sudah tau" jawabnya dengan serentak lagi
"Emm... lakukanlah...."
Lional pun masuk kedalam ruangan dimana brama sedang dirawat...
Hati lional bagai teriris pisau yang tajam melihat temannya yang sangat dekat terbaring lemah dsana,kini dia merasa sangat kehilangan sosok dari Brama yang sangat rewel jika membangunkanya saat pagi dan selalu bercanda denganya
"Heii sobat bangunlah..."
Diapun menarik salah satu kursi yang disediakan rumah sakit untuk menunggu pasien ke arah Brama terbaring lemah....
"Brama kau tau sepertinya kau berperang penting dihidupku rasanya setelah kau tidur beberapa hari ini sebagian dari tubuhku seperti mati rasa, yang sebelahnya lagi memaksaku untuk tetap bekerja...kau tau rasanya Capek tau menunggumu bangun...."bisik lional lekat di telinga, bercanda dengan brama
Drrtt...drrrtt ....drrttt.....
Terdengar bunyi handphone...
Lional dengan berat hati menyelesaikan kalimatnya yang bercanda dengan brama, iapun meraup kantong sebelah kiri jasnya...
"emm....Katakan..."Ucap Lional cepat dan bernada datar
"Maaf tuan lional,saya ingin melaporkan bahwa nyonya terjatuh dari tangga lantai 1 tuan...." Ucap pelayan Mansion Rose
__ADS_1
Deggg.... hati lional kini bagai disambar petir mendengar perkataan dari pelayan Mansion ibunya....Yah mereka berdua tinggal di Mansion yang berbeda dimana Rose mengubah rumah dan lingkungan yang mereka tinggali semasa berjuang menjadi mansion pribadi dan menetap disana sedangkan Lional membuat Mansionya sendiri jauh dari kediaman ibunya....
"Apa yang kau katakan...." Ucap Lional dengan rahang yang sudah mengeras erat menahan emosi.
"Maaf Atas Kecerobohan kami tuan..."
"Bawa ibu ke rumah sakit ku sekarang..."Perintah Lional dengan nada tinggi, membuat pelayan dsana cemas tidak karuan
"Bbbb-bb-baik..."ucapnya dengan nada terbata-bata
Lional menutup telponnya,ia merasa seluruh emosi yang tertahan kini sampai dipuncak amarahnya... setelah kabar Brama yang mendadak kini ia harus mendengar kabar ibunya...ia ingin melampiaskan seluruh amarahnya tapi tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana...
Lional yang menunggu kedatangan ibunya mondar mandir didekat pintu ruangan tertulis VVIP,itu adalah kamar terbaik yang ia langsung pesan setelah menelfon tadi....tak lama kemudian ia melihat brangkar pasien yang datang kearahnya ia berinisiatif lari dan mendekatinya..
"Ibu...." Lional dengan nada lembut
"Ibu...bangun Buu..." Ia menahan tangisannya melihat ibu satu-satunya dan keluarga satu-satunya yang ia punya terbaring lemah
Lional tidak menyangka kalau ibu dan sahabatnya harus terbaring lemah d waktu yang bersamaan,dan itu membuat keadaan Lional saat ini tidak baik karena ia hanya fokus kesana dan meninggalkan semua pekerjaannya baik pekerjaan bersih maupun Bisnis Gelapnya...
Di tempat lain....
Saat ini lional Bingung melangkah, pikirannya dipenuhi oleh ibunya yang sedang sakit sekarang...
"Tidak ada luka parah ataupun patah pada tubuh nyonya rose,kau tenanglah jangan mengkhawatirkan kondisinya biar aku yang mengurusnya" ucap Dr.Jansen setelah keluar dari ruangan VVIP dimana ibu lional ditempatkan
"Jangan bodoh Jansen,kau menyuruhku tenang disaat ibuku jatuh dari tangga lantai 1....hahh....."ucap Lional dengan marah
"Bukankah sudah kukatakan tuan lional terhormat, kalau tidak ada luka parah ditubuhnya, aku akan mengeceknya secara rutin dan merongseng seluruh tubuhnya Kalau perlu" jawabannya
"Kau cukup berani Jansen berbicara tidak sopan Kepadaku..." Menatapnya dengan tatapan mata yang sangat tajam kearah dokter
"Aku sudah mengenalmu lebih dari Brama Kumbara itu Lional,aku sangat tau seperti apa suasana hatimu saat ini...jadi tenanglah serahkan semua padaku bukankah kau percaya dengan totalitas kerjaku..."Ucap Jansen dengan nada santai dan sangat tenang..
Lional yang mendengar itu sedikit berfikir dan berusaha mengatur pernafasannya lalu
"Hufttt... baiklah berikan yang terbaik untuk ibuku..."
"Kalau tentang itu tanpa kau mengatakannya pun akan ku berikan,kau lupa aku bekerja di rumah sakit siapa? Mana mungkin ku berikan perawatan asal pada ibumu " ucapnya dengan kekehan kecil...dan itu memberikan perasaan sedikit lega dihati Lional
__ADS_1
"Jansen kau tau rasanyakan kehilangan sosok yang sangat penting dalam hidupmu...aku tidak ingin orang-orang terdekatku merasakannya" ucapnya sedih
"Heii sobat berhenti memperlihatkan wajah jelekmu itu,kau ini Mafia mana ada Mafia melarat sepertimu,aku heran kau kejam darimananya sampai ditakuti oleh Mafia terkenal lainya" ucapnya dengan nada bertanya
"Tutup mulutmu Jansen kalau masih ingin merasakan layaknya manusia yang memiliki mulut untuk berbicara..."tatapnya dengan tajam kearah Jansen
Mendengar itu Jansen merasa ngeri...
"Wah..barusan ku pertanyakan kekejamanmu,kau langsung menunjukkannya padaku...ichhh" Ucapnya memelas ke arah Lional...ia berusaha membuat suasana hati temanya itu membaik
"Berhenti memelas seperti itu jika kau ingin tetap memiliki tubuh priamu itu..."
"Iya iya....kau sangat tidak pandai bercanda.."Jansen yang merasa dongkol dengan lional, bagaimana tidak semua usahanya sia-sia karena Lional yang sangat tidak suka bercanda..
"Hidupku bukan hanya sekedar untuk itu.." sangat singkat dan sangat jelas terdengar ditelinga Jansen..
"Baiklah..kalau begitu aku pergi dulu keruangan Brama karena sudah waktunya untuk memeriksa nya.." Ucap Jansen dan ingin pergi meninggalkan Lional
"Jansen seperti apa keadaan brama sekarang kenapa tidak ada perubahan hingga saat ini" tanya Lional
"Yah.. seperti kau lihat keadaannya sangat lemah, setelah lepas dari masa kritisnya dia masih koma hingga sekarang dan belum ada tanda-tanda ia akan siuman dalam waktu dekat ini.." Jansen panjang lebar
Lional hanya menganggukan kepalanya mendengar penjelasan tentang keadaan Brama dan Jansen pun pergi dari sana
Ditempat lain...
Organisasi dari CITRUS bersiap-siap untuk menyerang Gudang Obat-obatan lional
"Ambil semua obatnya dan bakar Gudang itu,kita hanya memiliki 1 kesempatan untuk menjatuhkannya, saat ini peluang kita hanya satu kali ini...."Ucap Pemimpin dari organisasi CITRUS
"Baik bos,kami akan melakukannya...tapi bos apakah kami harus menyerang Mansion utamanya sedangkan Menyerang Gudang tersebut akan menimbulkan kegaduhan yang sangat besar bos.." Ucap anggotanya
"Kalian seranglah...tapi jngan lupa,culik semua pelayan wanita disana tanpa sisa, bukankah kalian kurang bersenang-senang karena strategi yang kalian susun beberapa hari ini ..." Terlihat Pemimpin tersebut tertawa terbahak-bahak,seakan-akan semua itu sangatlah lucu....
Dan diikuti dengan tawa anggotanya...
"Baiklah bos..." Ucap mereka dengan mengerti
"Bergeraklah sekarang...." Dengan nada bicara yang naik satu oktaf...
__ADS_1
Bersambung....