
Lional yang pamit dari rumah sakit tidak langsung pulang ke Mansion,ia berputar arah ke suatu tempat...
***
***
Lional yang baru sampai disebuah Club malam yang sangat besar, di sambut oleh seorang wanita cantik dan memiliki tubuh yang seksi...
Semua mata wanita disana,tidak ada yang mampu berpaling dari aura dan wajah tampan sang lional...
"Tuan... apakah ada yang bisa saya bantu,perkenalkan nama saya Diana"
Tanyanya,ia berjalan kearah Lional menunjukkan kaki jenjangnya yang sangat terbuka hingga paha, membusungkan dadanya kedepan seolah ingin menunjukkan tubuh seksinya itu kepada lional
Lional yang melihat perlakuan itu, bukanya terangsang malah semakin membuat emosi yang ia rasakan semakin memuncak
"Ular sepertimu,jika berani menyentuh ujung jasku saja...ku pastikan detik ini juga hari terakhir kau rasakan yang namanya bernafas"
Ucap Lional dengan rahang yang sudah mengeras,tepat disaat wanita itu ingin menyentuh bahunya
Deggggg.......
Bagai disambar petir, mendengar perkataan yang sangat teramat jelas dari mulut dingin dan tajam Lional, Diana tertegun....bahunya bergetar jantungnya yang berdegup dengan kencang,ia takut melihat tatapan mata Lional yang tidak menunjukkan keramahan sama Sekali
Wanita itu tidak meneruskan niatnya untuk merayu,dia lebih memilih mencari aman saja daripada harus kehilangan nyawa karena berusaha merayunya...
"Baiklah Tuan...apa ada yang bisa saya bantu"
Diana berusaha tersenyum ramah walaupun dibalik senyumannya itu terlihat dengan jelas lututnya semakin bergetar takut....
"Tidak perlu"
Tatapannya datar
Wanita itu memutuskan untuk pergi dengan wajah masam
"Cihhh...siapa pria itu, berani sekali menolak ku"
Decih diana, Sekilas terlihat senyum yang penuh arti di sudut bibirnya melihat kearah sosok pria dingin itu yaitu Lional, entah apa yang direncanakannya....
Lional yang sudah memesan kamar VVIP disana, dan mulai beristirahat,sambil menelfon 2 pengawalnya untuk menjaga pintu kamar yang ia tempati...
__ADS_1
Lional yang terbiasa beristirahat dalam keadaan gelap mematikan lampu, membuka seluruh pakaiannya...dan membaringkan tubuhnya
Tapi lama ia beristirahat tiba-tiba ada gadis yang sedang mabuk berat berusaha masuk kedalam kamarnya
"Maaf nona,ini kamar bos kami...jadi anda tidak diperkenankan untuk masuk"
Terlihat 2 pengawal lional berusaha menahan gadis yang terus memberontak masuk kedalam sana...
"Dasar bodoh,aku wanita yang dijodohkan denganya biarkan aku masuk sekarang" Teriak gadis itu keras
Lional yang lelah,sudah larut dalam peristirahatannya.. ia tidak mendengar sama sekali kegaduhan yang terjadi disana....
Mendengar perkataan Gadis itu, ke 2 pengawal lional berusaha mencerna perkataannya disebabkan Bos-nya itu tidak pernah membawa ataupun berdekatan dengan gadis manapun selain sang ibu yang kini terbaring di rumah sakit...
"Apa yang kalian pikirkan,jika tidak percaya masuk saja dan melapor padanya" Ucapnya dengan sempoyongan karena berada dibawah pengaruh alkohol...
Pengawal yang begitu percaya membuka pintu ruangan yang tertulis VVIP itu
"Silahkan nona,maafkan kami...dan mohon jangan membangunkan tuan yang sedang tidur"
Jelas pengawal tersebut dan dibalas dengan anggukkan pelan
Gadis yang berada di bawah pengaruh mabuk itu berusaha masuk dengan kaki yang tertatih kiri kanan, iya berusaha mendekati sosok yang sedang berbaring di atas kasur yang terlihat sangat empuk...
Ia berjalan ke arah pria itu dan dia menjongkokkan badannya tepat di depan wajah pria tampan tersebut....
"Kau semakin tampan jika tertidur seperti ini"
Ucap gadis mabuk itu,ia menggapai wajah tampan dan mengelus pipinya naik turun dengan ibu jarinya...
"Julian kau tahu aku juga mencintaimu,hanya dengan mabuk seperti ini aku berani menyentuhmu" gadis itu berbisik tepat di telinga Lional dan berhasil membuat bulu kuduk Lional meremang hebat...
Lional yang berusaha memulihkan kesadarannya, tiba-tiba gadis itu naik keatas paha lional untuk duduk...itu cukup membuat lional terperangah sekaligus syok atas apa yang dilakukan gadis itu padanya...
"Siapa kau" lional yang sepenuhnya sadar, berusaha membuang tubuh gadis itu kelantai...namun ditahan oleh gadis itu...
Lional menyipitkan mata mencari tau dia siapa,Kamar itu sangat minim pencahayaan, sehingga lional tidak mampu melihat jelas sosok gadis yang sudah tidak berbusana yang duduk di pangkuan-nya....
"Emmm..."Gadis itu melenguh karena badanya yang terekspos disentuh oleh Lional tadi
"Julian... jangan berpura-pura tidak mengenaliku,hatiku sakit mendengarnya" Ucap Gadis itu berat dan nafas yang sangat memburu....
__ADS_1
"Hei... gadis bodoh,kau siapa berani sekali menggangguku saat beristirahat" Ucap Lional ketus dan berusaha menurunkan tubuh gadis yang dipangkunya,tapi dia dikagetkan karena gadis itu tiba-tiba merapatkan tubuhnya dengan tubuh Lional...
Degggg......
Tubuh Lional merespon perlakuan gadis itu,bau khas lavender tercium sangat jelas di hidung lional...
"Argh.....apa yang kau lakukan gadis bodoh"
Gertak lional
"Gadis bodoh...emmm aku menyukai nama baru itu jika kau yang menamai ku Julian"
Ucap Gadis itu memeluk erat dan mencium bahu lional sekali
Entah mengapa lional yang tidak pernah ingin berdekatan dengan wanita manapun,Kini merasa perlakuan gadis yang dipangkunya itu membuatnya nyaman terlebih saat gadis itu memeluknya erat.
"Kau tahu Julian,saat ibu menjodohkan mu denganku awalnya aku keberatan karena hubungan persahabatan kita,tapi semakin lama aku semakin menyukaimu karena perhatian dan memperlakukanku dengan baik"
Ucap gadis itu tepat ditelinga lional dan sesekali menciumi bahu Lional...
Lional yang berusaha untuk sadar,tapi kini terbuai atas perilaku dari gadis itu... tubuhnya terasa panas dan nafasnya kini memburu dengan cepat,ada rasa aneh yang kini tertahan di dalam dirinya....
"Siapa namamu..." Tanya Lional berusaha tetap berekspresi dingin walau saat ini tubuhnya ingin memberikan respon lain
"Emmm...kau sudah lupa denganku,kita sudah bersahabat sejak SMP dan kau melupakan namaku" tanya gadis itu merajuk
"Jawab saja siapa namamu " Lional yang berusaha lembut,kini memegang punggung belakang gadis itu dan menariknya maju tepat diatas sang empunya yang menegang hebat dari tadi
"Emmm...ahh....Julian" gadis itu mendesah saat punggungnya diraba oleh Lional
"Namamu gadis kecil..." Ucap Lional lembut mengusap punggung belakang gadis itu
"Emm Vi-viona...Viona Julian, tunanganmu kenapa kau melupakanku, walaupun aku mabuk aku tetap bisa mengenalimu tapi kenapa kau tidak" ucap Viona terengah-engah karena nafasnya yang tidak beraturan lagi,ia melenguh hebat diatas pangkuan Lional
Lional seperti mendapat Harta Karun, senyum smirk-nya kini terlihat disudut bibirnya ia sangat ingat siapa yang membuat Brama hingga jatuh koma dan nyaris tidak tertolong....
"Kau benar-benar Gadis yang sangat bodoh"
Lional berusaha menahan hasrat yang ia tidak tahu kenapa hanya bereaksi kepada gadis yang dipangkunya
"Iyya aku bodoh Julian,aku bodoh karena kini menginginkan tubuhmu ini"
__ADS_1
Bersambung...