Memilih Antara Dendamku Atau Cintaku

Memilih Antara Dendamku Atau Cintaku
Kabar Brama


__ADS_3

"Bangun nak,kau tidak rindu dengan masakan ibumu ini..." Ucap Rose yang manangis tersedu-sedu melihat keadaan brama yang terlihat seperti orang lain saja ..


"Ibu aku ingin pergi mengurus sesuatu yang penting,jaga Bram.." Ucap Lional keluar dari ruangan rawat


"Siapkan pasukan terbaikmu Louis... jemput saya di rumah sakit Bram di rawat..." Ucap Lional sambil menutup telfonnya....


Lional yang keluar dari ruangan rawat Brama dengan keadaan sedang tersulut emosi..


   Tak berselang lama Lional  berada di ruang tunggu, tiba-tiba ia melihat dokter dan suster berlari kedalam ruangan Brama ditangani.....


    Lional yang kaget melihat ibunya keluar dari ruangan VVIP tersebut dengan tubuh gemetar dan air mata ibunya yang bercucuran terus menerus...


"Ibu...ada apa dengan Brama kenapa dokter dan suster berlarian masuk kesana" tanya Lional dengan cepat kepada ibunya sambil memegang bahunya agar ibunya bisa duduk dengan baik


"Nak... katakan pada ibu,apa yang sebenarnya terjadi,kenapa Brama bisa terluka seperti itu..?huhuhh...." Ucap Rose yang manangis tersedu-sedu...


Lional kini bingung harus berkata apa kepada ibunya, karena ia tidak biasa berhadapan langsung dengannya hanya bramalah yang mampu menjawab dan biasa menenangkan sang ibu ketika terjadi sesuatu padanya


   "Ada nak...."


"Ibu..." Lional yang tiba-tiba berlutut di depan sang ibu lalu memeluk kaki ibunya yang duduk didepannya itu, melihat itu Rose tau ada hal yang berat Ingin Lional katakan


"Ada apa...katakanlah" rose melepaskan pelukan lional dikakinya dan meraih kedua pipi Lional sambil menatapnya dengan tatapan yang begitu tulus


"Brama mengalami kecelakaan Karena aku yang tidak mengizinkannya ikut kedalam mobilku Bu...."terlihat genangan air mata di pelupuk mata Lional yang ia tahan dari kemarin


"Husss... jangan berfikir seperti itu,ibu yakin kamu tidak sengaja melakukannya. Dan ya ibu tau kalau kau menyuruh Brama menjaga seorang gadis kan waktu itu..." Ucap Rose yang berusaha menenangkan Lional sambil mengusap lembut kepala lional


Lional mendengar perkataan ibunya merasa bingung terlihat jelas Lional mengerutkan dahinya mencari tau apa saja yang ibunya ketahui selain itu dan siapa informan ibunya sejauh ini...

__ADS_1


"Ibu mendapatkan informasi penting itu dari siapa.." tanya Lional penasaran


"Brama" jawab Rose singkat


"Dia menghubungi ibu via chet saat itu, sebelum dia masuk ke gerbang mansion-mu, katanya kau ingin menyandra seorang gadis cantik kata Brama" lanjut rose


"Pria itu...terus saja melapor kepada ibu" Ucap Lional kesal mendengar jawaban ibunya


"Jangan marah padanya...marahlah pada ibu karena membuatmu tidak bahagia selama ini.." Rose yang berusaha menahan tangisannya.


Ia ingat betul saat-saat suaminya meninggal terbunuh dan ia yang harus berusaha menghidupi dan memenuhi kebutuhan hidupnya dengan Lional semasa kecil...


"Hentikan omong kosong ibu,aku bahagia Bu selama ini dan yah jngan salahkan diri ibu ,aku dan brama yang memilih jalan ini dan kami akan menanggung konsekuensinya apapun itu, walaupun aku harus berkorban nyawa..." Ucap Lional mengeraskan rahangnya, emosinya kini kembali saat mengingat apa yang terjadi saat malam pembantaian itu.


"Husss... Lional ibu mohon padamu nak, jangan ada korban nyawa lagi, hentikan semuanya sebelum terlambat" ucap rose yang Sedari dulu tidak setuju dengan jalan hidup anaknya yang penuh dengan dendam.


Rosepun tidak mampu ia pungkiri jika mengingat kembali peristiwa itu,dilubuk hatinya yang paling dalam,ada rasa amarah dan benci tapi ia tidak memperlihatkan kepada Lional baginya melihat lional tumbuh dan sukses,ia merasa suaminya tidak sia-sia mengorbankan nyawanya hanya demi keselamatan mereka berdua


" Ibu berharap yang terbaik untukmu sayang... jangan hidup karena dendam ayahmu, seandainya kita bisa melihatnya mungkin dia akan menahanmu sayang" ucap rose memeluk putranya,rasanya  selama mereka memutuskan untuk tinggal di Australia baru kali ini rose memeluk tubuh Putranya lagi...rasa sakitya sedikit berkurang...


Tak lama setelah itu, terdengar suara pintu ruangan rawat Brama terbuka...


Melihat itu Rose langsung saja melepas pelukannya dan berjalan ke arah dokter yang merawat Brama


"Ada apa dengannya dok..." Ucap rose cepat


"Kami mohon maaf ibu dan tuan Lional,kami telah berusaha dan berjuang semampu kami tapi keadaan tuan Brama yang sangat parah tidak mampu kami atasi dengan baik..." Ucap dokter Jansen ia merupakan dokter Mansion dan ketua kepala rumah sakit Lional


"Apa maksud dari perkataanmu itu,kau terlalu bertele Jansen" ucap Lional geram

__ADS_1


"Ma-maksud saya Brama berada dalam keadaan kritis saat ini, benturan dan luka bakar yang ada ditubuhnya membuat sistem saraf dan otot pada tubuh Brama tidak bekerja dengan baik dan sangat sulit buat kamu melakukan tindakan lanjut karena keadaannya yang tidak pernah stabil sedari kemarin kami rawat " Ucapan Jansen Takut, karena Lional yang sudah emosi sedari tadi.


"Undang dokter terbaik di dunia ini Jansen,kau dokter terbaik disini aku harap kau tidak pernah mengecewakanku" Sanggah Lional dan menatap tajam kearah dokter Jansen


" Baik tuan,saya akan mengusahakan semua yang terbaik untuk Brama.." Ucapnya yang tak ingin berlama-lama berada didekat Lional


"Ibu pulang dan istrahatlah biar aku yang mengurus Brama dsini...ibu terlihat bukan ibuku lagi, sepertinya aku akan iri dengan Brama" Ucap Lional yang berpura-pura sedih dihadapan ibunya tetapi hanya itu cara yang bisa ia lakukan untuk menghibur ibu satu-satunya itu.


"Apa yang kamu katakan anakku, walaupun Brama sudah ibu anggap anak ibu sendiri tetapi kau juga tetap anak satu-satunya ibumu ini" sanggah rose memeluk tubuh Lional ia tidak ingin lional merasa sendiri


" Hahahaha....aku cuma bercanda Bu,aku tau kalau ibu menyanyangiku lebih dari apapun ( lional membalas pelukan ibunya ) ibu tetap sehatlah,aku menyayangimu Bu dan hanya ibu yang menjadi semangat hidup Lional" ucap Lional lembut


"Iya ibu berjanji,kalau begitu (sambil melepas peluknya) ibu pulang dulu jaga Brama,dan yah kau berhentilah menculik anak orang lain kau tidak takut ayah gadis itu membunuhmu jika kau melukai anakny" ucap rose sambil memukul Pelang dada Lional...


Dan itu mengundang tawa kecil dari lional


"Hahah...sepertinya ibu salah orang" jawab Lional dibarengi dengan kekehnya pelan namun sangat hangat dipandang


"Baiklah anakku,ibu pulang dulu tolong jaga Brama ,ibu akan pulang kau jaga kesehatan jngan lupa makan dan pulang bersihkan tubuhmu" ucap Rose sambil berpamitan pulang kerumahnya,dikarenakan ia dan putranya tidak tinggal bersama...


" Baik Bu,ibu hati-hatilah kabari aku kalau ada sesuatu yang terjadi pada ibu" ucap Lional posesif pada ibunya


" Ia..ia..ia " Rose dengan ekspresi muka bosan mendengar perkataan Lional yang sudah dia dengar hampir beribu-ribu kali dari putranya itu setiap berpisah dengannya...


Tibalah Louis dirumah sakit...


"Boss Saya sudah membawa pengawal yang bos minta..." Ucap Louis ke lional


" Bawa mereka kemari.." Ucap Lional cepat

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2