
"Apa..." Viona tertegun mendengar jawaban Bram, dia berteriak dan berusaha memberontak untuk keluar mobil dan ingin pergi dari tempat ini sebelum sampai ke tempat yang dimaksud Brama.
"Turunkan akuu... cepat...heii...kau manusia tulii turunkan aku..." Teriak Viona dalam mobil yang berusaha membuka pintu mobil dan menendangnya dengan kuat.Dia sudah mengerahkan seluruh tenaganya sampai hampir terkuras habis tapi tidak ada hasil sama sekali,Brama yang melihat itu hanya mengamati tanpa menunjukkan ekspresi apapun.
"Aku Mohon lepaskan aku...(pinta Viona yang kini air matanya sudah merosot turun mengenai pakaiannya) apa yang harus ku berikan padamu agar kau mau membebaskanku, uu-ang...rumah...atau perusahaan sekalipun akan aku berikan jika kau bermurah hati padaku...huhuhu... Tolong lepaskan" ucap Viona yang air mata yang semakin deras saja keluar dari pelupuk matanya.
*Sedangkan di mobil lainnya terlihat mobil Sport keluaran terbaru dengan harga yang sangat Fantastis mobil itu adalah mobil pribadi lional yang lebih dahulu sampai ke halaman Mansion utama,dia lebih memilih menyetir sendiri daripada harus berada satu mobil dengan gadis yang menyebalkan itu.
Viona yang terus merengek untuk dilepaskan dan diiringi dengan airmata yang tak kalah lebih derasnya lagi, membuat Brama akhirnya membuka suara...
"Husshhhh diamlah nona...(Brama yang tiba-tiba menyeka air mata Viona dengan tangan kanannya itu) aku berjanji kau akan baik-baik saja disana nantinya... asal dengan satu syarat" Ucap Brama yang memberikan persyaratan kepada Viona sebagai jaminan keselamatannya
"Aa- apa syaratnya..." Ucap Viona
"Jadilah mainanku,aku pikir tubuhmu akan sempurna jadi boneka manakin d apartemenku dan atas ranjangku" Brama yang tersenyum licik kearah Viona
"Jika kau ingin kepalamu berada di tempat yang tidak seharusnya" Ucap Viona sudah merasa sangat jengah untuk drama memohonya hari ini, ia menatap tajam kearah Brama yang berani merendahkannya itu, air matanya berhenti menetes kini Viona tersulut emosi karena ulah Brama yang berbicara seakan-akan kalau dirinya wanita ****** yang bisa di tiduri oleh laki-laki mana saja.
Lanjut voina...
" Kau lupa tuan, rumahku lebih luas dari mansion-mu ini dan yahhh kau salah pilih tawanan kali ini, Titip salam untuk tuanmu yang angkuh itu..." Viona yang menunjukkan senyum smirk ke arah Brama yang seolah-olah menunjukkan bahwa dia tidak selemah yang mereka lihat.
Belum sempat brama mengucapkan apa yang ingin dia katakan tiba-tiba saja, Viona mengeluarkan tangannya dari dalam tasnya itu,ternyata Sedari tadi dia menimbang dan menyusun taktiknya, tak lama tangannya pun utuh keluar dari tasnya itu dan....
"Bom...,Awas tuan itu Bom..." Teriak salah satu pengawal yang melihat tangan Viona keluar dari dalam tas sambil memegang sesuatu.
" Apaaaa....(mata Bram membulat hebat)....Fu*k..."Maki brama.
Konsentrasi Brama seketika hilang ketika mendengar perkataan pengawalnya itu dan melihat langsung benda yang di keluarkan Viona.
Viona yang posisinya sudah tidak aman sekarang bingung mau melempar bom kearah mana... Karena ia pastikan dirinya tidak akan baik-baik saja jika membuang ke sembarang arah..namun siapa sangka ia membuat keputusan secepat kilat...Viona berfikir dibanding dia harus menjadi tawanan pria yang tidak ia ketahui lebih baik mengorbankan beberapa anggota tubuhnya saja..
"Selagi bukan kakiku yang hilang aku akan menghargai keputusanku yang sangat brilian ini...hhhhh" cicit Viona pelan sambil tertawa....
Tragedi pengeboman yang dilakukan oleh Viona terjadi begitu cepat...
"Semoga kalian ada yang lolos dari bomku yang indah ini, selamat tinggal..." Senyum smirk Viona terlihat sangat jelas dan melemparkan bomnya kearah pengawal Brama.
"Ke arah gudang jhooooors....." Teriak Brama ke pengawalnya yang menyetir, dia berusaha membuka pintu mobil dengan cepat.
DUAAARRRR.......... Suara dentuman dari bom yang meledak tanpa jeda waktu yang lama terdengar dengan jelas di kawasan Mansion Lional, kobaran api terlihat jelas dari mansion utama dan mulai terlihat asap hitam yang begitu gelap...
Di Mansion Utama....
Terlihat Lional yang lebih dulu sampai ke mansionya sedang berada di ruang kerjanya....
__ADS_1
Bom yang meledak tidak begitu terdengar di dalam ruangan kerjanya Karena telah dipasang alat dan perangkat anti getaran dan kedap suara dari dalam maupun luar tempat kerjanya....
Tok..tok...tok.... Terdengar suara ketukan tangan dari pintu kerja Lional.....
"Masuk...." Pintah lional
Lional mengira bahwa orang yang mengganggunya itu adalah Brama maka dari itu Lional tetap menatap ke arah berkas yang dipegangnya itu...tetapi lional berbicara lebih dlu karena tidak ada suara dari Brama anggapnya...
"Kenapa kau hanya diam Brama, bagaimana dengan gadis itu...kau sudah membawanya ke ruang bawah...hemmmm...." Tanya Lional yang Sedari tadi hanya terus memperhatikan Berkas pekerjaannya itu, karena tak kunjung dapat jawaban akhirnya dia menatap ke arahnya...
"Ada apa... Kemana Brama..." Ucapa Lional yang terlihat biasa saja karena salah mengenali bawahannya..
"Mohon melaporkan situasi tuan Brama,boss..." Ucap pengawal pribadi Lional
"Hmmm..." Yang hanya dibalas dengan deheman lional yang sangat singkat padat dan jelas
"Maaf bos,mobil yang ditumpangi tuan Brama meledak di area Gudang sebelum sampai ke gerbang Mansion utama Bos..." Lapor pengawal tersebut kepada lional
"Apa yang kau katakan..." Ucap Lional dengan mempertahankan ekspresinya yang begitu datar dan dingin tidak ada yang mampu membaca apa yang sedang lional fikirkan saat ini..
Tanpa kata apapun, pengawal itu maju dan menyerahkan sebuah tab pada Lional yang dimana berisi CCTV area luar gerbang Mansion *terlihat dalam CCTV itu mobil Brama melaju cepat ke arah gudang dan belum sampai ke arah gudang mobil tersebut sudah meledak,hampir seluruh bangunan dan pepohonan yang berada disekitarnya rubuh dan patah akibat dari ledakan tersebut...
"Dimana mereka..." Tanya Lional kepada pengawalnya
"Maaf boss.... tuan Brama berada di rumah sakit milik anda bos, kondisinya saat ini kritis akibat bom yang meledak didalam mobil walaupun tuan Brama sempat melompat dari dalam mobil untuk menyelamatkan diri tapi nyatanya bom itu meluluh lantahkan semua yang ada disekitar kejadian tersebut tuan Brama yang hanya sempat melompat tidak dapat menghindarinya..." Ucap pengawalnya secara detail atas kecelakaan tersebut ..
"Bagaimana dengan ke dua pengawal Brama dan yahh...aku pikir gadis itu bersamanya bukan ...hemmm " Lional yang terlihat tersulut emosi mendengar keadaan Brama yang sangat memprihatinkan,dia tidak ingin teman sekaligus sahabatnya itu bernasib sama dengan ayahnya...
*Ada yang penasaran dengan cerita ayahnya Lional dan kenap Lional terjung ke bisnis gelap ?
"Maaf boss...ke dua pengawal dari tuan Brama tewas ditempat,dan kami awalnya sulit mengidentifikasi merek Karena badanya yang sudah tidak utuh lagi" ucapnya sambil menunjukkan CCTV yang berada dalam mobil,
*Flashback on
"Lapor komandan mobil yang di tumpangi tuan Brama meledak di dekat area gerbang utama" lapor pengawal gerbang lewat Handie talkie (HT), setiap pengawal yang memilikinya mendengar berita tersebut...
pasukan khusus yang dibuat oleh Lional untuk memastikan semua sudut ruangan ataupun tempat yang berada di area mansion itu tetap aman dan tidak ada penyusup dengan mudah masuk ke dalam Areanya.
Tak berselang Lama tibalah seorang pria bertubuh kekar, dengan tau wajah yang datar terlihat dingin dan tegap
"Periksa semua area dan temukan CCTV dan hp pengawal pribadi tuan brama.." pintah Louis dia adalah komandan pasukan khusus yang dibuat oleh Lional, Louis adalah mantan Panglima Pasukan Elit negara Italia yang pemecatannya sangat janggal karena alasnya dipecat akibat menahan senjata dari negara asia yang tidak memiliki izin masuk ke Italia...
"Tuan kami hanya menemukan ini (sebuah chip yang ukuran sangatlah kecil namun dengan mudah dideteksi oleh alat khusus yang dibuat oleh perusahaan Lional),dan ini tuan 3 buah handphone yang kami temukan 2 dalam kondisi sudah tidak bisa kami rakit lagi " ucap salah satu anggota tim yang bertugas dalam pencarian di TKP tersebut...
"Baiklah lanjutkan kerja kalian pastikan kalian mencari secara detail, temukan bukti apapun walau lebih kecil dari chip yang kalian temukan" ucap Louis dengan tegas lalu pergi dari TKP menuju mansion utama untuk melaporkan keadaan yang terjadi pada Lional
__ADS_1
*Flashback off
"Beritahu pihak rumah sakit untuk melakukan apapun untuk Brama agar dia selamat,bayar semua biayanya kalau perlu datangkan dokter spesialis untuknya dari luar negeri yang bisa memastikan keselamatannya.." Pintah Lional dengan tangan yang terkepal erat didalam kantong celanya...
"Baik bos...kalau begitu saya undur diri untuk melanjutkan pencarian bos..." Ucap Louis sambil mundur dari tempatnya ingin keluar dari ruangan Lional karena melihat raut wajahnya saja Suasananya sudah tidak mendukung...
Akan tetapi disaat Louis sudah ingin membuka pintu dan keluar dari ruangannya...
"Louis bukankah aku tadi bertanya tentang gadis itu,kenapa kau tidak pernah membahasnya sama sekali..." Ucap Lional dengan lantang yang sedikit lagi ingin melampiaskan kemarahannya karena tidak mendapatkan jawaban yang detail dari Louis...
Degg...
Louis pikir jika keberadaan gadis yang di pertanyakan Lional tadi tidak begitu diperlukan makanya Louis tidak mengungkitnya...
"Maafkan saya Bos, saya tidak detail dalam melaporkan kepada anda... Gadis yang anda maksud tidak kami temukan sama sekali di TKP bos...dan jika bos melihat CCTV mobil tuan Brama bahwa gadis itulah penyebab utama bom itu meledak,dan gadis itu yang melemparkan bom tersebut ke arah pengawal tuan Brama...,". Ucap Louis dengan cepat dan detail agar amarah lional tidak lepas kendali
"Haha....(senyum smirk Lional terlihat jelas) rupanya Brama yang kupikir cerdik bisa kecolongan seperti itu... periksa pertemuanku hari ini dan cari identitas gadis itu secara detail.."Ucap Lional kepada Louis dan menyuruhnya keluar dari ruangannya itu...
"Baik boss..." Louis langsung saja keluar dari ruangan itu sedari tadi rasanya jantungnya ingin keluar dengan paksa, walaupun bosnya itu tidak berekspresi sama sekali tetapi melihatnya saja badanya sudah bergetar hebat...
Lional yang melihat kepergian Louis kini kembali duduk di kursi kerjanya itu,dia tidak melihat langsung cctv yang dibawa oleh Louis tetapi sudah bisa mereka adegan yang terjadi dalam mobil Brama yang menyebabkan ledakan di mansionya itu...
"Siapa kau sebenarnya gadis kecil...tubuhmu yang mungil itu tak kusangka senekat ini hanya karena ingin lolos dari mautmu.." lional yang berbicara dalam hati dan smirk smilenya yang khas...
Keesoknya ....
Lional yang tidak tenang melakukan pekerjaannya, memilih untuk ke rumah sakit Brama dirawat, hatinya tidak tenang sebelum melihat temannya itu dan tak lupa pula ia mengabari ibunya Karena Brama sudah di anggap anaknya sendiri dan seandainya Brama menyetujui niat ibunya mungkin Brama menjadi saudara angkatnya,akan tetapi Brama tidak memerlukannya katanya saat itu.
Di rumah sakit....
Terlihat Lional yang berdiri di dekat nakas rawat Brama,ia terlihat sangat pucat dan beberapa luka bakar di tubuh Brama.
Membuat hati dan batin Lional meras sakit saat melihat keadaannya it, seperti separuh dari jiwanya hilang melihat sahabatnya terbaring lemah di rumah sakit yang ia bangun atas usul dari Brama pula...
"Bangun Bram...kau tidak lelah tidur ditempat yang penuh dengan bau obat-obatan ini...."Ucap Lional kepada brama yang terlihat mengepal kuat tangannya...
Terlihat ibu lional yang tidak bisa menahan tangisannya saat melihat keadaan Brama,ia meletakkan bunga dan buah yang ia beli untuk Brama tadi saat tengah perjalanan...
"Bangun nak,kau tidak rindu dengan masakan ibumu ini..." Ucap Rose yang manangis tersedu-sedu melihat keadaan brama yang terlihat seperti orang lain saja ..
"Ibu aku ingin pergi mengurus sesuatu yang penting,jaga Bram.." Ucap Lional keluar dari ruangan rawat
"Siapkan pasukan terbaikmu Louis..." Ucap Lional sambil menutup telfonnya....
Bersambung.....
__ADS_1