
Setelah mendengar hasil pemeriksaan dari Jansen,Lionel masuk ke dalam ruangan Ibunya untuk memastikan sendiri perkataan dari Jansen.
Setelah memeriksa ia pun memperbaiki selimut ruang dan menaikkannya ke area dada ibunya lalu keluar ke arah ruangan Brama, akan tetapi ia mendapati Louis sedang berjalan ke arahnya ia inginmasuk ke dalam ruangan Brama.
Lional yang lebih dulu masuk ke dalam ruangan brama dan tak lama kemudian disusul oleh Louis ke dalam ruangan tersebut akan tetapi tak lama dari itu mendapat telepon..
Disaat Citrus menyerang Gudang yang berisi obat-obatan milik Lional, banyak korban yang tewas lagi-lagi lional harus menerima kenyataan bahwa musuh Membom habis seluruh gudang dan anak buah yang ia tempatkan disana...
*Flashback on
Gudang yang berada di tengah-tengah hutan yang lebat kini telah di kepung oleh hampir 2000 Pasukan dari Citrus...
Pengawas Cctv diarea gudang itu melihat salah satu pihak musuh yang tidak sengaja terekam kamera...
"Siaga 1, terlihat musuh di area pengoperasian gudang arah jarum jam 4... laporan selesai" Lapor menggunakan HT
Semua pasukan yang ditempatkan disana mengambil semua alat perang berupa beberapa Senjata Ak,M4,dan sniper yang telah di tempatkan beberapa sudut hutan,mereka siap siaga menjaga...
Bunyi telfon Louis terdengar...
Drrt...
Drrrt....
Drrrt.....
"Izin bos saya ingin mengangkat telfon salah satu anggota dari gudang"
"Selesaikan lah" ucap Lional
Louis yang menarik ke arah atas tombol warna hijau bertanda ia mengangkat telfon dari anggotanya..
" Lapor komandan....laporan dari pengawas Cctv gudang, bahwa area Gudang saat ini sedang di kepung oleh musuh.." ucap anggota cepat
"Bersiaplah segera,dan jngan melakukan pergerakan gegabah sebelum mendengar titah dari bos..."
" Baik komandan "
Louis yang menutup telfonnya dengan cepat memasuki ruangan yang ditempati oleh Lional dia melaporkan bahwa
"Ada apa ?" Ucap Lional santai
"Lapor Bos, pengawas CCTV yang berada di gudang melaporkan bahwa dia melihat beberapa orang asing,di luar daerah gudang sedang memata-matai area gudang bos " Jawab Louis dengan detail
"Apalagi ini" Ucap Lional mengusap kasar wajahnya
__ADS_1
"Maaf Bos jika bos berkenang biarkan saya mengatasi penyerangan ini Bos silakan beristirahat dan menemani Nyonya disini " ucapnya meyakinkan Lional
Mendengar itu Lional menimbang perkataan dari Louis, akan tetapi beberapa detik kemudian Lional menjawab...
"Aku bukannya meremehkan kemampuanmu louis,tapi kau tahu keadaanku sekarang aku tidak ingin kehilangan anggota lagi cukup orang terdekatku jatuh sakit dalam waktu yang hampir bersamaan" Ucap Lional Gusar
Dalam hati Lional ia ingin sekali tetap berada di samping sang Ibu dan tetap berada di rumah sakit di mana temannya itu dirawat, akan tetapi muncul rasa takut di dalam hati lional memikir banyak anggotanya yang akan bertaruh nyawa sedangkan dia hanya berdiam diri di dalam rumah sakit menunggu kabar
"Bos tidak usah khawatir saya akan tetap berusaha untuk menjaga keamanan diri saya dan tetap mengkoordinasi semua para anggota untuk menjaga keamanan area gudang" Berusaha meyakinkan bos-nya
Louis merasa tidak ada gunanya sebagai komandan jika bosnya harus turun tangan,ia berpikir dia akan menghandle semua penyerangan yang terjadi hari ini dan membiarkan bosnya untuk beristirahat beberapa hari karena selama kejadian dari Brama ia kurang beristirahat ditambah lagi ibunya pun jatuh sakit
"Kau yakin bisa sendiri Louis" ucap Lional memastikan
"Walaupun saya sendiri, Saya cukup merasa yakin Bos bisa menghandelnya sendiri dan bos silakan beristirahat karena saya melihat beberapa hari ini Bos hanya sibuk mengurus tuan Brama dan nyonya Rose" Ucapnya
"Hemm... baiklah, Tolong pastikan Mansion Utama keamanannya lebih diperketat dan jangan biarkan para pengawal lengah sedikitpun" Ucap Lional yang berusaha terlihat baik-baik saja Walaupun dia merasa sangat lelah seminggu ini
Mendengar kata tolong terucap dari mulut sang Bos, Louis merasa tidak enak karena itu sudah merupakan kewajibannya sebagai komandan keamanan dimansion Lional....
"Tidak Bos, Itu sudah merupakan pekerjaan saya dan saya akan tetap memberikan kerja terbaik saya"Ucapnya tegas kepada lional
"Baiklah Louis kali ini aku serahkan kepadamu, hubungi saya jika kau perlu bantuan jangan sungkan dan jangan mengambil keputusan yang bisa membahayakan nyawamu dan nyawa anggota lainnya" Titah sang bos
"Jika itu adalah perintah dari bos, maka saya tidak bisa berkata apa-apa lagi karena sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab saya untuk melaksanakannya " Ucap Louis sambil membungkuk
"Baik bos Kalau begitu u saya undur diri.permisi" ucap Louis sambil memundurkan badannya ke arah pintu ruangan rawat Brama dan pergi menjalankan pekerjaannya
Perjalanan Louis cukup memakan waktu yang sangat lama, karena jarak dari rumah sakit milik Lional itu sangat jauh jaraknya untuk ke gudang pengoperasian obat-obatannya itu.
Karena terpaut jarak yang jauh hampir saja seluruh pengawal yang menjaga area gudang hampir habis dan beberapa sudah tewas di tangan para musuh..
Louis yang mendengar kabar lewat telepon salah satu pengawal dari sana
"Lapor komandan...situasi saat ini sudah sangat tidak memungkinkan kami untuk bertahan, jumlah anggota dan para musuh sudah banding jauh komandan,banyak anggota yang tewas di tangan para musuh"
"Arghhh....." Jerit Louis
Belum ia berjuang bersama dengan pengawal dan anggotanya ia harus menerima kenyataan pahit kalau banyak anggotanya yang sudah tewas...
Louis yang tersulut amarah menancap gas mobil dengan cepat dan ugal-ugalan di jalan, tak berselang lama ia pun sampai di gudang tersebut
Louis mengambil arah samping untuk dengan mudah masuk ke area gudang dan berkumpul dengan anggotanya...
"Komandan..." Teriak salah satu anggotanya
__ADS_1
"Tetap fokus jangan melihat kesembarang arah " teriak Louis memfokuskan kembali anggotanya
Louis berlari untuk bergabung dan mendekat ke arah pasukannya itu dan mengambil beberapa senjata dan melakukan aksi tembak menembak dengan musuh..
"Kalian tahu mereka siapa ?" Tanya Louis
Dan dibalas dengan anggukkan salah satu anggota
"Saya sempat memeriksa salah satu anggota dari musuh yang tewas terlihat tato berinisial citrus di area lengan orang itu komandan " ucapnya cepat
Belum sempat memfokuskan kembali tatapannya tiba-tiba ada peluru bergerak cepat ke arah Louis dan tepat mengenainya di area lengan..
"Arrghhh....usshh..ussshhhh" jerit Louis bergumam
Para anggotanya kaget dan hilang fokus karena jeritan komandannya, dan itu membuat pihak dari musuh bergerak bebas untuk menembaki mereka...sambil melangkah mundur meninggalkan gudang
Anggota Lional merasa sedikit heran kenapa mereka mundur,tanpa mereka sadari ternyata Anggota Citrus sudah mengaktifkan bom waktu sedari tadi mereka diserang dan beberapa detik kemudian...
00.03,00.02,00.01......00.00
DUAAAAR......
Mereka kaget dan melihat bom yang meledak dari arah belakang gudang ke arah depan..
"Lariii....." Teriak Louis
Pasukan Louis belarih dengan cepat dan beberapa dari mereka memilih membantu Louis berjalan dengan keadaan bersimbah darah akibat tembakan...
"Jangan perdulikan saya, cepat selamatkan nyawa kalian ini titah dari bos besar" ucap Louis tegas menyuruh anak buahnya untuk pergi
Mendengar Louis berkata itu titah dari bosnya membuat mereka tertegun,antara mendengar perintah atau melanggarnya karena bagi mereka solidaritas adalah aturan nyata dalam organisasinya....
"Kumohon kalian pergilah (Louis mendorong kencang karah anggotanya yang merangkul hingga memberikan jarak yang lumayan jauh)"
"Sampaikan pada bos besar bahwa aku meminta maaf karena memberikan luka dan akan menimbulkan rasa bersalah pada hati bos dan saya minta maaf karena pengabdian Saya hanya bisa sampai di sini saja" Teriak Louis yang diiringi suara bom tepat di samping kirinya
DUAAARRRR......
Terlihat kobaran api dan asap mengepul Hitam hingga langitpun berubah menjadi warna kemerahan.
Anggota citrus yang melihat kejadian itu merayakan dan melaporkan kepada bosnya ,setelah itu mereka berniat untuk langsung menyerang Mansion utama Lionall akan tetapi penjagaan dimansion tersebut dijaga dan ketat dan tidak memberikan mereka celah untuk menyerang jadi terpaksa mereka mundur...
Di rumah sakit...
Lional yang mendapatkan kabar dari salah satu anggota yang selamat,kini merasa terpukul dan betul dengan perkataan dari Louis bahwa kini rasa bersalah telah mendekam di dalam hati seorang lional
__ADS_1
"Cari tubuh dari semua anggota dan berikan pemakaman layak, tanggung semua kebutuhan keluarga mereka dan berikan kompensasi terbaik dari perusahaanku" ucapnya dengan hati meras sedang diiris secara perlahan...
Bersambung....