Memilih Antara Dendamku Atau Cintaku

Memilih Antara Dendamku Atau Cintaku
terjebak


__ADS_3

Viona berucap dengan sekejap, menempelkan benda kenyal mereka , lional seketika membulatkan matanya


Viona yang baru pertama kali melakukannya ia tidak tahu ingin berbuat apa selain menempelkannya, menunggu untuk Lional memulainya dan tanpa Viona sadari Bahwa orang yang ia berikan izin menyentuhnya bukan Julian.


Mengetahui maksud dari Viona, lional juga tidak tahu harus berbuat apa karena itu juga hal baru baginya...


Sedangkan ditempat lain...


...Sedangkan dirumah sakit...


terlihat seorang Pria yang berusaha membuka infusnya


"Apa yang anda lakukan tuan Brama" Terlihat suster berlari berusaha mencegah apa yang Brama lakukan


"Lepas !aku ingin bertemu dengan Lional" Gertak Brama padanya sambil melototkan mata


Walau suster itu terlihat takut karena ia tau siapa Brama,tapi tetap berusaha untuk mencegahnya untuk mematuhi peraturan selama berada dirumah sakit...


"Maaf tuan,jika anda ingin pulang mohon izinkan Dokter Jansen memeriksa keadaan anda dulu tuan, karena jika saya mengizinkan anda pergi sama saja saya melanggar peraturan karena membiarkan anda pergi tanpa ada izin dari dokter" susterpun menekan tombol darurat disana


Tak berselang lama terlihat Jansen berlari kearah Brama


"Heii bodoh, jangan banyak bergerak kau tidak tau kalau kau baru saja terbangun dari komamu,kau ingin berbaring untuk lebih lama lagi ? Hah..." Gertak Jansen...


Mendengar penuturan dari jansen, cukup membuat Brama bingung


"Heeemm,berapa lama aku ada disini " bertanya sambil memiringkan kepala seperti keheranan


Brama meras heran,ia baru sadar dari koma tapi kenapa bekas luka hampir sepenuhnya pulih dan tubuhnya tidak begitu sakit


" Kau sudah Dua Minggu disini,dan yah hampir bersamaan dengan nyonya Rose,tapi beliau telah siuman beberapa hari lalu dan memutuskan untuk kembali ke rumah pribadinya" sarkas Dokter Jansen


"Apa yang terjadi dengan ibu"


"Cuman jatuh dari tangga"


"Apa katamu,CUMAN..." Ucap brama ingin menerjang Jansen


"Slowww man,Banyak istrahatlah...nyonya rose hanya syok jadi butuh pemulihan tapi tidak ada bekas luka atau memar ditubuhnya"


Ucap Jansen sambil memperbaiki infus Brama yang sudah hampir copot tapi tidak jadi,dan itu membuat tangannya mengeluarkan banyak darah


Di Club


Entah apa yang Lional lakukan,tapi saat ini tubuhnya tidak ingin mengehentikan. perlakuan Viona padanya

__ADS_1


Cukup lama mereka melakukan penyatuan bibir..


"Emmmm..."


Viona memukul pelan dada Lional


Membuat lional melepasnya, terlihat dalam gelap tubuh Viona naik turun menarik napas panjang


"Hah..hah.....ahh" ia mengatur pernafasannya


tanpa Viona sadariĀ  sang empu milik Lional sudah menegang keras dengan sempurna tepat dibawah mahkota Viona....


Viona yang meraup oksigen sebanyak-banyaknya tidak sadar jika miliknya dan lional saling bergesekan dibawah sana,itu membuat lional sudah tidak bisa menahan diri lagi..


"Shhhh....emmpp...Viona berbaringlah" suara Lional terdengar sangat berat dan nafasnya memburu cepat,ia sudah tidak bisa menahannya.


Walaupun lional dan Viona pertama kali melakukannya, tapi umur mereka sudah cukup dewasa untuk mengetahui apa yang mereka lakukan


"Emmm...Julian apakah kita akan melakukannya" Ucap Viona menyentuh dada Lional lembut dan semakin membuat milik Lional menggila dibawah..


"Shhhh....kenapa,memangnya kau tidak ingin melakukannya, milikku sudah tidak tahan" bisik lional tepat ditelinga Viona ,entah perasaan apa yang membuat lional menjulurkan lidahnya dan menjilat daun telinga Viona


"Ahhh...aku takut, ini pertama bagiku...kata temanku itu akan terasa sakit" Ucap Viona mendesah


"Aku juga pertama kali melakukannya" Lional beranjak berdiri dan membaringkan Viona


"Emmmm"


"Apakah kau mencintaiku"


"Aku menyukai bagian ini"


Ucap Lional memainkan bukit no Viona yang besar dan membuat gadis itu membusungkan bukitnya kedepan


Viona sudah tidak bisa mencerna dengan baik perkataan dari Lional,yang hanya dia dengar kata dia menyukai membuat Viona berfikir kalau Julian berkata sangat mencintainya...


"Emmm..." Viona melenguh hebat saat lional memainkan bukit besarnya ituu..


Mendengar itu Lional tersenyum menyusui bukit milik Viona


"Ahhhhh..."


Ia mendesah panjang,


Apa yang Lional lakukan sekarang ada hasil dari apa ia nonton dengan Brama saat masih Kuliah dulu,ia pernah dijebak oleh Brama melihat adegan panas gadis tercantik di kampusnya bersama dengan sahabat mereka waktu itu di aula kampus saat Ospek MABA....

__ADS_1


"Aku ingin kau menyebut nama Lional Viona" ucapnya dengan nada berat,dan mengehentikan isapannya..


"Kenapa harus namanya,kau kan Julian "Ucap Viona mengerutkan dahi...ia belum sadar hingga sekarang bahwa Pria yang mencumbunya bukanlah Tunangannya


"Hemm...hanya ingin menjadi orang sukses,aku ingin anak kita nanti sepertinya"Ucap Lional ketus,dan mencari alasan


"Apakah harus diaa... bukannya kau juga saat ini sudah sukses" tanya Viona lagi tanpa sadar


"Iyya sayang....kali ini saja,nanti ucapkanlah namaku sepuas mu saat kau sudah sadar nanti" Ucap Lional tersenyum jahat,lalu memainkan Lembah basah Viona dengan memutar..


"Emmm..Ahhh,baiklah"


Viona kini sudah mengeluarkan desah hebat,ia sudah dikuasai oleh nafsunya


"Nikmati dan bersuaralah,hingga kau menyesal melakukannya Viona" bisik lional tepat ditelinga Viona...


Tapi tidak diberi bereaksi apapun selain menggeliatkan badanya...ia terus mendesah


Lional sudah tidak tahan, Empuhnya sudah menegang dari tadi...


Melihat Viona mendesah menikmati permainannya...


"Aku menginginkan ini..." Ucap Lional memainkan tangannya di Lembah basah viona, memasukkan jarinya tepat di titik tengah san Lembah memaju mundurkan tangannya terus menerus


"Ahhh...ahhhh..ahhh..." Suara ******* terus keluar dari mulut Viona


"Shhh..kau sangat sempit,Kau menyukainya Viona" Lional sudah sangat tidak tahan rasanya ingin memasukkan empuhnya itu sekarang juga, tetapi ia memilih untuk bermain-main dulu ...


"Emmpp...ahhh Lional,aku tidak tau apa yang aku rasakan..." Ucapnya


"Kau rela melepaskan mahkotamu ini untukku " ia bertanya memastikan bahwa gadis itu memang menginginkannya...


Lional Terus memainkan jarinya dibawah sana,dan menarik tubuh Viona kearahnya mengisap bukit besar miliknya


"Ahhhh....ahhhh.. lakukanlah Julian" desah Viona sudah sangat mendayu...


"Kau lupa nama siapa yang harus kau sebut Viona" lional geram menyesap bukit Viona keras dan semakin kencang memaju mundurkan tangannya di lembahnya Viona...


"Aahhhh...aahhhh... Lional lakukanlah"


viona sudah tidak tahan, lembahnya sudah sangat basah


"Ahhh... lional hentikan aku ingin pipis" tapi lional memperlancar aksinya semakin mengobok milik Viona terus menerus


Lional tidak tau persis apa yang akan terjadi kedepannya jika malam ini ia melampaui batasannya terhadap orang yang melukai orang terdekatnya, lional ingin mengehentikan semuanya tapi ada perasaan yan5aneh sedari tadi saat Viona mulai menyentuhnya...

__ADS_1


[aku berharap ini bukan langkah yang membuatku harus kewalahan nantinya,saat ini aku haru fokus membuat wanita ini bertekuk lutut padaku] ucap batinya


__ADS_2