
Viona merasa,tubuhnya telah sampai kelantai tapi dia heran kenapa tubuhnya itu tidak merasakan sakit sama sekali... iapun membuka matanya yang terpejam karena rasa takutnya...
"Heh...kenapa tidak sakit" Vionapun memegang semua anggota tubuhnya itu tapi tidak merasakan sakit sama sekali,dan dengan kesadaran penuh dia melihat kearah bawah dan betapa kagetnya Viona melihat sosok yang berada dibawahnya badannya itu yang ia tindih sedari tdi...
Itu membuat reflek mulut Viona berteriak tepat didepan muka pria yang sedang ditindihnya...
"Aaaa....kau " tunjuk Viona, yang langsung menarik tubuhnya yang masih menempel dengan tubuh Pria itu.
"Lional..." Brama,matanya membulat hebat melihat kejadian itu,dia awalnya ingin menarik gadis itu dan menghempaskanya akan tetapi mengurungkan niatnya karena melihat temannya tersika dan tak berucap sepatah kata itu adalah pemandangan indah baginya.
"Cihh..." Desis lional yang sambil bangkit dari tempatnya itu, sekaligus merasa tidak nyaman saat melihat Viona menepuk semua bagian tubuhnya seolah-olah baru saja bersentuhan dengan kuman.
" hari ini terakhir aku melihatmu di negara ini..."ucapan lional memerintah dengan tatapan mata yang sangat tajam mampu membuat badan Viona bergetar takut,tapi tak lam kemudian Viona berinisiatif meminta maaf kepadanya.
" Maafkan saya tuan lional,saya tidak bermaksud sengaja dan menyinggung perasaan tuan " ucap Viona yang penuh harap lional kali ini tidak mempermasalahkan dan memperpanjang masalah yang baru dia buat.
"Maaf nona silahkan ikut saya"Brama yang sudah melihat kemarahan sahabatnya itu, langsung menarik paksa Viona. Lebih baik berurusan denganya daripada harus berurusan dengan sahabatnya itu,bisa mati berdiri Viona jadinya.
"Ta-ta-tapi tuan,dia (sambil menunjuk lional) belum memaafkanku tuan" sanggah Viona yang langsung menarik paksa tangannya yang tiba-tiba di seret Brama.
"Hufttt...(Brama memperbaiki posisinya dan berusaha mengatur pernafasannya,lalu berbisik ke Viona) nona jika tidak ingin mati berdiri ditangannya lebih baik ikut saya,saya lebih bermurah hati daripada bos saya" ucap Brama berharap Viona mau mengerti. Tapi Viona gadis yang sangat super aktif dan keras kepala itu tentunya tidak semudah itu ditakuti apalagi dia sedari kecil hidup di lingkungan yang harus melihat kekerasan setiap harinya,dia juga sudah terlatih mental dan fisik sedari kecil karena ayahnya adalah orang yang menginginkan seorang anak yang bisa menjaga dirinya sendiri atau diibaratkan anak yang mandiri.
Viona yang langsung melayangkan sebuah pukulan tepat di muka Brama," heii... Berani sekali kau bertingkah seolah kenal denganku,siapa yang mengizinkanmu berbisik tepat ditelinga ku hah..." Ucap Viona.
Untungnya reflek dari tubuh Brama mampu menghindar dari tinjuan tiba-tiba itu,ia tidak menyangka bahwa gadis yang dia anggap menarik itu punya something yang lebih menarik lagi.
__ADS_1
"Kau sungguh liar nona,mau jadi mainanku atau mainan tuanku" Sanggah Brama yang memberikan pilihan pada Viona.
"Siapa kau... memberikan pilihan seenak jidat seperti itu,ayah dan ibuku saja tidak berani memberikanku pilihan,kauu...(tunjuknya ke Brama) sungguh ingin mencari masalah Denganku hemm..(sambil mengangkat sebelah alisnya yang terukir indah dan rapi itu)" smirk yang muncul di bibir Viona memberikan kesan bahwa dia gadis licik. Lional yang melihat adegan mereka berdua tiba-tiba tertarik dengan lawan dari sahabatnya itu,tapi jangan berfikir kalau Lional menyukainya,tentu tidak karena dia tertarik terhadap Viona hanya sekedar penasaran seperti apa reaksinya jika di kuliti diruang bawah tanahnya.
"Lepaskan dia Brama.."pintah lional kepadanya, sekarang sangat terlihat jelas senyum smirk dan tatapan mata Lional yang begitu tajam kepada Viona. Langsung saja Viona mengubah suasana hatinya itu ke mode cengengesan hanya untuk mendapatkan maaf dari lional.
"Tuan...maafkan saya ta-..." Belum sempat menyelesaikan kalimatnya tiba di selagi lional...
"Bram.. bawa dia keruang khusus penyiksaan" Ucap lional lekat tanpa jeda dan tegas kepada Brama. Sedangkan Brama membulatkan matanya karena dia tidak berhasil membawa pergi gadis itu tetapi malah tenggelam dalam permainannya sendiri.
"Sepertinya matamu-pun butuh congkelan Bram..." Itu membuat Brama dengan cepat merubah mimik mukanya dan langsung menarik Viona masuk ke dalam mobil.
"Kamu mau membawaku kemana bodoh... lepaskan..aku bilang lepaskan...dasar bajingan...kau tidak tau kalau ayah dan ibuku Sampai tau kau memperlakukanku seperti ini butuh waktu beberapa jam saja kalian akan hilang dari muka bumi ini..." Teriak Viona yang berusaha melepaskan diri dari Brama.
"Kau panggil orang tuamu dan lihat kematiannya didepan matamu..." Ucapnya sungguh tajam dan mengintimidasi nalar viona. Tubuh Viona tiba-tiba merosot ke lantai,bahunya bergetar dan merasa panik akan perkataan Lional yang barusan ia dengar.
"Kenapa..hem,kau tidak percaya ? Ingin ku buktikan" lional mendecih remeh tepat di depan Viona.Brama yang melihat itu berinisiatif menghentikan kebiasaan bos-nya yang suka mencari masalah dengan orang lain,dan iba kepada Viona yang duduk di lantai dengan tubuh bergetar.
"Hentikan lional kau sangat membuatnya takut,biar aku yang mengurusnya..." Pintah Brama kepada lional yang terlihat biasa saja atas perlakuannya itu. Namun jika Brama fikir Viona masih lebih beruntung dibanding beberapa orang yang memancing emosi lional,jika saja dia masih bisa bernafas dengan baik sekarang, orang sebelumnya akan ditembak mati langsung oleh lional jika berani menyentuh dan melawannya.
"Ayo..Viona jangan membangunkannya dari tidur...(berusaha membantunya berdiri dan memberikan pengertian) Cepatlah... jika kesabarannya hilang sayapun tidak akan bisa menghentikan langkahnya " ucap brama dia tidak maau berlama-lama ditempat sekarang ini karena masih banyak keramaian. Vionapun ikut masuk kedalam mobil ia pasrah sekarang jika harus dibunuh ataupun disiksa di banding harus melihat Kematian orang tuannya.
" Apakah dia sekejam itu..." Bisik Viona yang berada didekat brama. " Hei.. siapa kau berani berbisik seperti itu"balas Brama yang membalas perlakuan Viona tadi saat dia berbisik di telinga Viona.
Viona yang mendapatkan balasan dari Brama,menengkuk mukanya dan menyandarkan badannya di jok mobil lalu membelakangi Brama. Walaupun sama menyebalkannya dengan pria itu tetapi Brama lebih baik dari lional dengan muka datar dan sedingin es itu. Suasana didalam mobil menuju mansion lional hening tanpa kata sedikit pun...
__ADS_1
" Namamu siapa " ucap Viona mencairkan suasana,tapi tidak di balas oleh siapapun Karena selain Brama didalam mobil itu ada 2 pengawal pribadi Brama satunya bertugas menyetir mobil.
"Heii...Kamu sudah tulii " Viona yang jengkel menghadapkan wajahnya ke arah Brama,Brama yang melihat itu merasa gemas dengan Viona karena jika dilihat hanya kesempurnaan yang melekat di diri Viona.
"Kau bertanya sama siapa ? Hmmm.." Ucap Brama yang berpura-pura tidak tau kalau sebenarnya dialah yang ditanya.
"Pria bodoh...kau pikir yang duduk di dekatku berapa orang,siapa lagi jika bukan kau yang aku tanya " jawab Viona yang sudah jengkel dengan sikap Brama. Dan itu hanya mendapat kekehan kecil dari mulut Brama mendengar jawaban dari Viona " Lional akan tertarik jika mengetahui kepribadianmubyang berubah-ubah ini nona" Ucap Brama yang hanya mendapat tatapan datar dari Viona.
Tibalah mereka di depang gerbang Mansion Lional terdapat logo LA yang menjadi simbol mansionya itu.
"Buka gerbangnya..." Ucap Brama uang langsung mendapat anggukan dari penjaga keamanan mansion lional.
"Wah..ini kota baru ia" tanya Viona yang terpaku melihat kearah mansion lional, bagaimana tidak ? Luas dan penataan Mansion itu seperti kota yang memiliki beberapa rumah sebelum ke mansion utama.
"Tutup mulutmu, jangan sampai lalat masuk kedalam sana karena kau terus menganga seperti orang kelaparan melihat makanan " ejek Brama sambil terkekeh melihat Viona. Dia melihatnya seperti viona seperti jatuh cinta pada seorang pria tapi objeknya sekarang jatuh cintaa dengan bangunan.
"Jadi tempat ini apa ? " Ucap Viona yang berusaha terlihat biasa saja setelah merasa malu dengan teguran dari Brama tadi.
"Tempat penyiksaanmu...." Jawab Brama singkat
"Apa..." Viona yang berteriak dan berusaha memberontak untuk keluar mobil dan ingin pergi dari tempat ini sebelum sampai ke tempat yang dimaksud Brama.
"Turunkan akuu... cepat...heii...kau manusia tulii turunkan aku..." Teriak Viona dalam mobil yang berusaha membuka pintu mobil dan menendangnya degan kuat.
Bersambung....
__ADS_1