
Disebuah desa kecil yang bernama Desa ****WIJAYA****, tumbuh seorang gadis yang bernama MIA KUSMIATI, dia anak semata wayang dari keluarga BAPAK RIKO dan IBU WINA.
Mia belum menikah dan bekerja di kebun teh milik Seseorang juragan kaya yang tinggal di Desanya, Ayahnya berkerja di bengkel milik temannya sedangkan Ibu mengurus keperluan rumahnya.
Bapak Riko dan Ibu Wina, tinggal di sebuah rumah sederhana, walaupun di rumah yang sederhana mereka hidup berkecukupan dan bahagia.
Mia membuka jendela Kamarnya, sambil mendengar Burung berkicau dan melihat pemandangan di halaman rumahnya, menghirup udara sejuk di pagi Hari lewat jendela kamarnya.
Di depan pintu kamar Mia, Ibu mengetuk pintu kamar Mia.
" Tok... tok... tok... , Mia kamu sudah bangun Belum ? " Tanya Ibu kepada Mia.
" Sudah Bu, Mia udah bangun !! " Jawab Mia kepada Ibunya.
" Kalau udah bangun, langsung mandi " Ucap Ibu.
" Mia udah mandi, lagi menghirup Udara dan pemandangan di halaman rumah lewat jendela Bu " Ucap Mia.
Dihalaman rumahnya banyak sekali bunga bunga, walaupun halamanya tidak besar tapi mereka sering menanam bunga dan merawatnya dengan baik.
" Kalau udah tutup jendelanya, jangan lupa makan dan berangkat ke kebun, jangan sampai Kesiangan " Ujar Ibu.
" Baik, Bu !!! " Ucap Mia.
IBU meninggalkan depan pintu kamar Mia, dan menuju dapur untuk menyeduh kopi buat Ayah.
Mia menutup jendela kamarnya, dan keluar dari kamar menuju meja makan dan makan bersama kedua Orangtuanya.
" Mia, bagaimana kerjaan di kebun?" Ucap Ayah yang sudah lama duduk di bangku.
" Alhamdulillah lancar Yah, kerjaan di kebun " Ucap Mia dan duduk di bangku.
" Bagus deh, kalau gitu mah " Ucap Ayah.
" Kerjaan Ayah, di bengkel baik baik kan " Ujar Mia.
" baik baik koq, di bengkel " Ucap Ayah.
" Mia kamu udah punya pacar, belum " Ucap Ibu memberikan secangkir kopi kepada Ayah.
" Belum Bu, memangnya kenapa Sih ? " Tanya Mia.
__ADS_1
" Kamu kan udah besar, masa belum punya pacar lagipula banyak Laki laki yang ngedeketin kamu Loh " Jawab Ibu dan duduk di bangku sambil makan sarapanya.
" Memang banyak sih Laki laki yang deketin Aku, tapi Aku nggak cocok sama mereka " Ujar Mia sambil memakan sarapannya.
" Kenapa sih, kamu nggak cocok sama mereka ? " Tanya Ayah (sambil menatap anaknya).
" Nggak tau sih, kenapa aku nggak ada yang cocok sama mereka " Jawab Mia.
" Ada ada aja sih kamu nggak tau kenapa nggak cocok sama Cowok didesa ini " Ucap Ibu.
" Udah udah jangan bicara terus, kita lanjutin makan ajah nanti terlambat kerja " Ucap Ayah (sambil menghabisakan makanannya).
*** Sesudah makan IBU dan MIA merapihkan meja makan, Ayah dan Mia berpamitan sama Ibu, dan berangkat ke tempat kerja masing masing.***
Mia ke kebun teh dan Ayah ke bengkel, Setiap perjalanan menuju kebun mia menyapa orang orang di sepanjang jalan menuju kebun.
Akhirnya Mia sampai di kebun teh dan mengambil keranjang untuk wadah daun teh yang dipetiknya. Sambil memetik daun teh Mia ketemu sama Cowok Cowok pekerja pemetik daun teh.
" Hai, kamu baru sampai yah " Sapa Cowok 1.
" Iya, Saya baru sampai !! , kalian udah lama sampainya " Ucap Mia sambil memetik daun teh.
" Betul, !! Betul !! Betul !! " Ucap Cowok yang lainnya.
" Kamu, makin lama makin cantik Mi " Ucap Cowok 3.
" Memang benar, Mia makin cantik " Ucap Cowok ke 4.
" Nggak koq biasa aja, sama kayak Perempuan yang lainnya " Ujar Mia.
" Kamu nih sukanya merendah, dan tidak sombong dengan kecantikan mu. Padahal banyak wanita yang sombong dengan Kecantikannya " Ucap Cowok yang lainnya.
" Mia sudah punya pacar belum, kamu kan cantik, baik hati, dan tidak sombong, pasti banyak Cowok yang suka dan mau sama kamu " Ucap Cowok 4 Sambil memetik daun teh.
" Terima kasih banyak atas pujian Kalian sama Aku, dan untuk pacar belum ada yang cocok dan sehati mungkin juga jodohnya belum ada". Jawab Mia (Sambil tersenyum tipis ).
" Kalau sama Aku, kamu mau nggak jadi pacar Aku ?? " Ucap Cowok ke 3 (sambil Berharap).
" Maaf yah Saya nggak suka sama Kamu, Saya menganggap Kamu sebagai teman dan rekan kerja Saja " Jawab Mia ( dia merasa bersalah atas jawaban penolakannya kepada Cowok itu, tapi apa daya kalau dia tidak suka sama Cowok itu).
" Yah sudah kalau Kamu nggak suka sama Aku, yang penting Kita masih bisa berteman kan dan semoga kamu menemukan seseorang Cowok yang baik dan mencintai Kamu apa adanya kamu " Ucap Cowok Ke 3 ( dengan sedikit kekecewaan didalam hati nya).
__ADS_1
Di kebun teh yang berkerja ada 20 Orang, yaitu : 6 Orang Laki Laki dan 14 Orang perempuan termasuk Mia dan temannya.
Tiba tiba teman perempuan Mia datang dan menepuk pudak Mia.
" Hai, lagi ngomongin Apa Sih !!! " Ucap teman Mia yang bernama Alika (sambil menepuk pundak Mia).
Mia Kaget karena temannya mengagetkan kannya dibelakang, dengan cara menepuk pundaknya.
" Aduh kamu bikin kaget ajah, nggak koq nggak ngomongin apa apa " Ucap Mia ( dengan menepuk dadanya karena kaget).
" Mia, Alika Kita semua kesana dulu yah " Ucap Semua Laki laki itu.
" Baiklah " Ucap Mia, dan Alika secara bersama.
Laki laki yang tadi bicara sama Mia, meninggalkanya dan melanjutkan
perkerjaannya memetik daun teh.
" Yang bener nih, nggak ngomongin apa apa " Ucap Alika.
" Iya, benar nggak ngomongin apa apa kok " Ucap Mia.
Sebenarnya mia mau menceritakan pembicaraan tadi kepada Alika tapi takut membuat Laki Laki itu malu karena Dia menolak Laki Laki itu, makanya lebih baik Dia tidak memberitahukan kepada Alika.
" Aku kira ngomongin apa, oh iyah udah penuh belum keranjang daun teh nya, hari mulai sore nih waktu nya menimbang hasil panen Kita " Ucap Alika dengan penuh semangat karena sudah menyelesaikan kerjanya.
" Sudah penuh nih, yuk kita timbang keranjang teh Kita, Kalian udah pada penuh belum keranjangnya kalau udah penuh kita sama sama timbang hasil panen kita " Ucap Mia kepada temannya dan kepada para Petani teh.
" Udah penuh, ayo !!! " Ucap Semua Petani teh.
Sesudah menimbang hasil panen daun teh, mereka mendapatkan uang masing masing sesuai dangan hasil timbangannya dan pulang ke rumah masing masing.
Mia dan Alika pun berpisah dijalan, karena jalan menuju rumah mereka berbeda jalur, Alika keep kiri dan Mia kekanan.
" Tokkk ...tokkk...tokk... " suara mia mengetuk pintu rumah
" Assalamualaikum, Bu mia Pulang " Ucap Mia.
" Waalaikumsalam, mia sudah pulang " Ucap Ibu sambil membuka pintu buat anaknya.
...Kemudian Mia masuk kedalam rumah bersama Ibunya, Mia masuk ke kamarnya dan mandi membersih kan diri sehabis kerja memetik daun teh, sesudah mandi dan memakai baju Dia keluar kamarnya dan Menonton TV bersama kedua orangtuanya....
__ADS_1