
*** Malam yang dinantikan Mia dan Alika sudah tiba, malam ini mereka akan melaksanakan rencana yang dibuat dengan susah payah dalam 2 hari. ***
- Dikamar Mia.
Malam ini Mia melamun dan bepikir harus memilih kabur dari rumah untuk mengejar cita-citanya, atau tetap dirumah bersama Ayah, Ibu dan menerima perjodohan itu.
Berpikir sangat lama akhirnya Mia memutuskan untuk kabur dari rumah, dengan alasan untuk mengejar cita-citanya, dan membuktikan kepada Orangtuanya dan seluruh warga desa bahwa Mia akan menjadi orang sukses.
Mia, menelpon Alika.
Nada dering, Aisha istri rasulullah.
- Ditempat, yang direncanakan.
"Assalamualaikum, ada apa nelpon".Ujar Alika.
- Dikamar, Mia.
"Waalaikumsalam, aku mau nanya rencana yang kita buat udah selesai ?".Tanya Mia.
- Ditempat, yang direncakan.
"Udah dong, semuanya udah beres cuman tinggal satu yang belum selesai".Kata Alika.
- Dikamar, Mia.
"Rencana, apa yang belum !!!". Kata Mia dengan wajah panik.
- Ditempat, yang direncanakan.
"Jangan panik gitu dong, ok aku kasih tau rencana yang belum diselesaikan".Ujar Alika dengan penuh keseriusan.
"Yaitu bagaimana caranya kamu bisa keluar dari rumah".Ujar Alika, yang sedang memikirkan cara, supaya Mia bisa keluar dari rumah.
- Dikamar, Mia.
"Okh, masalah itu jangan khawatir aku sudah memikirkan caranya".Ujar Mia merasa lega karena rencana yang belum diselesaikan cuman bagaimana dirinya kabur.
-Ditempat, yang direncanakan.
"Bagaimana, aku tidak khawatir masalahnya kan Ayahmu sering tidur malam hari, gimana caranya kamu keluar rumah".Ujar Alika sambil marah kepada Mia ditelpon.
__ADS_1
- Dikamar, Mia.
"Santai !! santai !! santai !!, masalah Ayahku udah aku urus. Aku tanya kamu apakah mobilnya sudah disiapkan dan supirnya orang yang baikkan bukan orang cabul ?".Tanya Mia dengan wajah cemas.
- Ditempat, yang direncanaka.
"Jangan cemas mobilnya sudah siap, dan masalah supirnya orang baik atau bukan aku yakin supirnya orang baik dan bukan orang cabul".Jawab Alika dengan penuh keyakinan.
"Karena supirnya itu....., yaitu supir yang biasa akut daun teh menuju kota J, kamu pasti tahukan siapa supir itu".Lanjut Alika.
- Dikamar, Mia.
"Okh supir yang itu mah aku kenal, orangnya baik dan sopan, tapi bagaimana kamu bisa mendapatkan supir pengangkut daun teh untuk nganterin aku ke kota J ?".Tanya Mia.
- Ditempat, yang direcanakan.
"Karena sekalian kamu dan supir itu sama-sama menuju kota J, dia nggak keberatan untuk mengantarmu ke kota J".Jawab Alika.
"Irit ongkos juga Mi, kan kalau kamu naik mobil pengangkut daun teh Gratis. Uangnya bisa kamu pakai untuk keperluan di kota, baguskan ideku".Lanjut Alika.
- Dikamar, Mia.
"Terima kasih kamu sudah mempersiapkan semua rencana ini, maaf yah merepotkanmu cuman untuk aku meraih impian".Kata Mia terharu atas perhatian sahabatnya.
- Ditempat, yang direncanakan.
"Kalau aku butuh bantuan kamu pasti bakal bantu aku, yang penting kamu jaga diri di kota jangan biarkan oranglain Menindasmu".Lanjut Alika terharu, mendengar perkataan Mia.
- Dikamar, Mia.
"Saat kamu butuh bantuan telpon aku, aku pasti akan membantumu".Ujar Alika
"Kamu harus janji, jika kamu dalam masalah jangan simpan sendirian, ceritakan sama aku aku pasti akan menbantumu". Mia terharu mendengar perkataan Alika.
- Ditempat, yang direncanakan.
"Jangan bicara terus, Kamu sudah siap apa belum untuk keluar dari rumahmu, apakah Aku harus kerumahmu untuk membantumu keluar dari rumah".Ujar Alika.
- Dikamar, Mia.
"Tidak usah jemput Aku, kamu tunggu aku aja disana. Ini aku lagi periksa apakah orangtuaku udah tidur apa belum, untungnya mereka sudah tidur jadi Aku keluar dari rumah dengan mudah".Kata Mia keluar kamar dan melihat ruang depan sambil melirik kanan kiri untuk melihat situasi.
__ADS_1
- Ditempat, yang direncanakan
"Baguslah Orangtuamu udah tidur maka sangat mudah bagimu untuk keluar, kamu udah siapkan keperluan di kota".Tanya Alika.
- Dikamar, Mia.
"Aku sudah persiapkan semuanya termasuk uang dan baju, Aku tutup telponnya yah karena mau keluar rumah lewat jendela, doain semoga aku bisa keluar rumah".Jawab Mia, sambil membuka jendelanya.
- Ditempat, yang direncanakan.
"Ok aku tutup telponya, kamu harus hati-hati menuju kesini, kalau tejadi sesuatu telpon aku, wassalamualaikum".Ujar Alika.
- Dikamar, Mia.
"Ok aku akan hati hati, waalaikumsalam".Ujar Mia sambil menutup telpon.
**Mia menyimpan surat yang sudah dia tulis untuk Orangtuanya diatas meja.
Dia keluar lewat jendela untungnya jendela dan tanah jaraknya tidak terlalu tinggi, sehingga tidak terjatuh kebawah.
Akhirnya Mia keluar dari rumah, dia menatap rumah itu berkata dalam Hatinya " Ayah, Ibu maafkan Mia, Mia kabur dari rumah tapi Aku janji bakal menjadi orang sukses dan membahagiakan kalian semua".
Mia membalikan badan dari rumahnya, dan berjalan menuju ketempat yang sudah direncanakan**.
- Ditempat, yang direncanakan.
Alika cemas, mondar mandir kesana kesini karena Mia belum muncul juga dia takut kalau Mia tidak bisa keluar rumahnya.
Beberapa, Jam kemudian.
Akhirnya Mia sampai ketempat yang dijanjikan, Alika memeluk Mia dan memeriksa keadaan Mia.
"Kamu, nggak apa apa kan menuju kesini".Tanya Alika, muka cemas.
"Aku nggak apa apa kok, aku harus cepat kekota, aku naik mobil dulu yah".Jawab Mia terburu buru untuk naik ke mobil.
"Mia kalau kamu sukses jangan lupain aku yah".Ujar Alika menatap Mia.
"Aku nggak bakal lupain Kamu, Kamu sahabatku. Aku mohon satu bantuan lagi sama kamu, yaitu tolong jaga orangtuaku kalau terjadi apa apa dengan mereka jangan lupa telpon aku".Kata Mia sambil berjalan menuju mobil.
"Terima kasih kamu nggak ngelupain aku, kalau masalah orangtuamu jangan khawatir pasti aku jagain, kamu cukup fokus sama cita citamu saja".Ujar Alika memberi semangat.
__ADS_1
"Ok, aku naik mobil dulu kamu jaga dirimu disini dan jangan lupa jaga kesehatanmu".Ujar Mia naik ke mobil.
*** Mia dan supir naik kemobil, Alika melihat temannya berada didalam mobil, mobilnya berjalan meninggalkan Alika sendiri. ***