Memperebutkan Cinta Gadis Desa

Memperebutkan Cinta Gadis Desa
Rencana Kabur Mia. Episode 8


__ADS_3

*** Keesokan harinya Mia berangkat kerja ke kebun pagi pagi, Mia sengaja berangkat pagi pagi supaya nggak diantar oleh Bagus ke kebun karena selalu jadi bahan omongan orang lain dan Mia ada urusan penting yang perlu dibicarakan sama temannya.***


Tiba Tiba di Kebun


"Khuf ......, Khuuff ......".membuang nafas karena kecapean lari lari ke tempat kerjanya.


"Untung saya berangkat ke kebun pagi pagi, kalau nggak berangkat pagi pasti si Bagus dateng kerumah dan anterin saya ke kebun malu saya dianterin Bagus karena selalu jadi bahan gosipan orang orang di kebun".tukas Mia.


Tiba Tiba dari belakang ada yang menepuk pundaknya.


Doorrr......


Mia kaget kepala dan matanya menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang mengagetkannya, ternyata yang mengagetkannya si Alika teman kecilnya dan teman satu kerjaan.


"Khuff..., ternyata kamu Alika, ngagetin aja di sangkai siapa".ujar Mia membuang nafas sambil menepuk dadanya.


"Memangnya kamu kenapa sih kayak di kejar kejar hantu aja, tadi aku lihat kamu lari lari di pagil kagak noleh makanya pas kamu behenti dan ngosh ngoshan kecapean aku kagetin aja sekalian". ujar Alika sambil ketawa kecil.


"Kamu nih, teman lagi kesusahan malah di ketawain".ujar Mia bibir nya di manyunin.


"Jangan manyun dong nanti jadi jelek loh". tungkas Alika.


"Iya iya aku nggak manyun deh, ini nih gara-gara si Bagus. kemarin nganterin aku kerja dan ikut ikutan kerja metik daun teh, jadinya kan aku di gosipin semua orang dikebun".kata Mia.


"Malu tau mereka semua ngeliahatin Aku dan Bagus berduan, apalagi pas di kebun Bagus ngelapin keringat dimuka ku, kamu ngelihatkan dan mendengar semua orang ngegosipin aku mau ditaruh dimana mukaku ini".lanjut Mia sambil menutup mukanya.


"Ha ...... ha ...... ha ......., kamu nih lucu mia diperhatiin sama cowok ganteng dan kaya malah malu dan panik. kalau aku jadi kamu, aku pasti senang dan bahagia, ngapain dengerin orang membicarakan kita mereka tuh syirik ngelihat kita bahagia".jawab Alika sambil ketawa dan memberi nasihat.


Mia membuka mukanya yang Ditutupin kedua tangan dan memikirkan omongan Alika tadi.


"Memang yang dikatakan kamu benar tapi aku tidak mencintai Bagus, makanya aku nggak mau PHP in Bagus".jawab Mia.

__ADS_1


"Kan cinta bisa datang dengan kebiasaan, makanya kamu harus biasa dekat dengan Bagus baru kamu bisa mencintainya".kata Alika Meyakinkan Mia.


"Hmmmm......, aku jadi bingung harus ngapain tapi hatiku belum bisa menerima Bagus, makanya aku berangkat pagi-pagi supaya tidak dianterin Bagus dan menghindar dari dia".tukas Mia dalam suasana kebingungan.


"Okh ........, jadi kamu berangkat pagi-pagi sambil lari lari karena mau menghindar dari Bagus. Mia Mia walaupun kamu nggak suka sama Bagus jangan sakitin dia, lebih baik kamu ngomong yang sejujurnya sama dia kalau kamu nggak suka sama dia".berbicara tegas kepada Mia.


"Kita jangan bicara disini deh, cari tempat yang sepi untuk kita bicara mengenai Bagus".kata Mia melihat kanan, kiri, depan, belakang apa ada orang yang mendengar percakapan mereka.


"Terus kita ngobrol dimana?, kalau kita pergi dari sini gimana pekerjaan kita dikebun?, nanti dicariin pak mandor dan dimarahinnya gimana dong".tanya Alika kepada Mia.


"Tenang aja kali pekerjaan dikebun sekarang sedikit nggak terlalu banyak, kalau kita ijin libur sekarang pasti dibolehin. gimana kamu ikutkan, aku yang minta ijin sama pak mandor deh".Jawab Mia penuh keyakinan.


"Ok, aku akan ikut kamu kalau kamu mendapatkan ijin dari pak mandor".kata Alika dengan muka mengejek.


"Baiklah aku telepon pak Mandor pasti diijinin".Memberi jawaban dengan percaya diri.


Mia menelpon pak Mandor untuk ijin libur, Mia dan Alika deg deggan takut nggak diijin tapi malah sebaliknya mereka diijinin untuk libur karena dikebun nggak ada yang perlu dikerjakan.


"Iya deh sekarang kamu menang, kata kamu kita akan pergi untuk ngobrol. Kita akan ngobrol dimana, dan topik pembicaraan bukan mengenai Bagus doang pasti ada maksud lain juga kan, jujur aja sama aku".kata Alika dengan penuh curiga.


"Heh...heh..., memang benar yang kamu ucapin bukan masalah Bagus doang tapi ada masalah yang lain Juga, untuk aku obrolin sama kamu kita ngobrolnya ditaman kota gimana". Ujar Mia sambil cengar cengir.


"Tuh kan firasatku benar kamu mau omongin yang lain juga, kalau kita bicara ditaman kota boleh juga". Jawab Alika.


Mia dan Alika berangkat menuju taman kota menggunakan mobil angkot, beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai ditaman kota mereka turun dari angkot, bejalan masuk ketaman kota dan duduk di bangku yang ada ditaman.


"Lika mau minum nggak disana ada tukang jus buah, kalau mau aku pesanin sekalian". Kata Mia menunjuk tukang jus buah.


"Ok, aku mau jus jeruk". Jawab Alika.


Mia berdiri dari bangku dan berjalan menuju tukang jus Buah, Mia beli jus jeruk dan alpukat. setelah jadi jus buahnya Mia bawa menuju Alika sampai di Alika Mia memberikan jus jeruk kepada Alika dan Mia pun duduk dan mulai mengobrol dengan Alika.

__ADS_1


"Lika sebenarnya aku tuh dijodohin sama Bagus oleh orangtuaku, aku menolak dijodohin tapi Ayah tetap mau menjodohkan kita. Coba kamu bayangin si Bagus seharusnya setuju nggak mau dijodohin, tapi dia malah mau dijodohin sama aku aku jadi bingung apa yang harus dilakukan". Ujar Mia bersedih.


"Berarti Bagus mencintai kamu, makanya dia mempertahankan perjodohan itu". Jawab Alika memberi masukan.


"Masalahnya aku mau kejar cita cita ku baru aku mau nikah, tapi orangtuaku tidak mengijinkan aku untuk menggapai cita citaku makanya aku menolak perjodohan itu apa yang harus aku lakukan Lika". tukas Mia dengan tegas sambil minum jus.


"Terus kamu maunya apa? menggapai cita cita, atau menerima perjodohan itu". Tanya Alika sambil minum jus jeruk.


"Aku mau menggapai cita cita ku dan menolak perjodohan ini, kamu bisa bantu aku nggak, untuk mencapai cita citaku". Jawab Mia dan memohon kepada Alika untuk menolongnya.


"Memang apa yang kamu rencanakan untuk menggapai cita citamu". Kata Alika menatap Mia dan bertanya dalam hatinya "apa yang bakal dilakuan temannya ini".


"OK, aku kasih tau tapi kamu janji jangan marah yah". Ujar Mia.


"Ok, aku nggak bakal marah sama kamu, cepat kasih tau aku apa rencanamu menggapai impianmu penasaran tau". Jawab Alika dengan penuh penasaran.


"Sebenar ..... nya ...... a....ku, merencanakan kabur dari rumah dan pergi ke jakarta untuk menggapai impianku sekaligus menolak perjodoahan itu". Jawab Mia sambil terbata bata tapi akhirnya mulai ngomong dengan lancar.


"Kamu gila yah mau kabur dari rumah, emang kamu nggak pikirin orangtuamu dan bagaimana kamu cara bertahan hidup dijakarta". Ujar Alika dengan Marah.


"Kamu kan tau hidup dijakarta tuh keras, kalau kamu polos dan baik banget pasti dimanfaatin orang lain. Kamu ngerti nggak, apa tetap mau pergi ke jakarta". Ujar Alika memberi nasihat.


"Aku tetap mau pergi kejakarta dan mengejar impianku, menjadi penyanyi terkenal, mempunyai banyak uang, dan membuktikan bahwa Mia mempunyai bakat bernyanyi bukan hanya tampang cantik dan rupawan tapi mempunyai bakat didalam dirinya". Kata Mia dengan penuh semangat.


"Kumohon sama kamu Lika tolong bantu aku menggapai cita citaku, cuman kamu yang ngertiin aku dan yang bisa bantu aku Pliisss..... tolong aku yah". Ujar Mia sambil memohon bantuan Alika.


"Ok, aku akan bantu kamu tapi kamu harus janji jika dalam kesulitan telepon aku, tidak boleh menutupin kesedihan sendiri bisakan". Jawab Alika menuruti keinginan sahabatnya.


"Ok, aku Mia berjanji dalam kesulitan dan kesusahan akan menghubungi Alika dengan jujur dan tidak ada kebohongan". Mengucapkan Janji Mia kepada Alika.


*** Akhirnya Alika membuat rencana untuk Mia kabur dari rumah dan pergi ke jakarta dengan hati hati dan terperinci apakah Mia bisa kabur dari rumahnya. ***

__ADS_1


__ADS_2