Memperebutkan Cinta Gadis Desa

Memperebutkan Cinta Gadis Desa
Di Rumah Mia. Episode 11


__ADS_3

keesokan harinya, jam 07.00 pagi setelah mereka selesai solat subuh mereka keluar dari kamar dan melakukan pekerjaan masing masing di rumah.


Ibu melakukan pekerjaan memasak, dan Ayah mempersiapkan barang barang untuk Ayah bekerja. Ibu sudah selesai memasak lalu membersihkan meja makan dan membawa makanan ke meja makan, setelah Ayah merapihkan perlalatan untuk bekerja, Ayah langsung menuju ke meja makan.


" Tok ..... tok .... tok ...." Ibu mengetuk kamar Mia,


Ibu bingung kenapa mia nggak menjawab atau membuka pintu kamarnya.


Sekali lagi Ibu Mengetuk kamar Mia, " tok .... tok ..... tok ...." masih belum ada jawaban dari dalam kamar.


Ibu bekali-kali mengetuk kamar Mia tapi tetap saja belum ada jawaban dari dalam kamar, setelah mengetuk pintu dan belum ada jawaban sama sekali dari dalam kamar Mia lalu Ibu berjalan menuju Ayah dan ngomong sama Ayah.


...----------...


" Ayah .... tadi Ibu ketuk kamar Mia tidak ada jawaban dari dalam kamar, coba Ayah ketuk kamarnya Mia mungkin kalau sama Ayah pasti di jawab sama Mia"


" Baiklah !!! " lalu Ayah berjalan menuju kamar Mia


" *Tok .... tok ... tok .... , Mia bangun udah siang jangan lupa kamu nanti berangkat kerja "


" Kalau kamu nggak buka pintu kamarnya, Ayah dobrak kamar kamu* " (Tetap tidak ada respon dari dalam kamar Mia).


Ayah udah mulai marah karena tidak ada jawaban dari dalam kamar, tanpa banyak pikir Ayah dobrak kamar Mia.


" BRAK ....." Suara pintu kamar, yang di dobrak Ayah.

__ADS_1


Pintu kamar terbuka Ayah, Ibu, masuk kedalam kamar secara bersamaan.


Kemudian mereka terkejut, karena mereka tidak melihat anak semata wayangnya tidak ada didalam kamar.


Mereka mencari anak nya didalam kamar, mencari ke kamar mandi, dibawah kasur, dan didalam lemari tetap saja tidak menemukan anaknya.


Ibu panik memikirkan anaknya ada dimana, dan lama kelamaan seluruh badan Ibu mulai lemas, dan pikirannya pun mulai kacau balau.


" IBU ...." Ayah memanggil Ibu, karena melihat Ibu yang duduk lemas di atas ranjang Mia.


" Ayah !!! Kemana Mia kenapa dia tidak ada di kamarnya, Aaaapaaa Mia diculik orang jahat "


" Atau dia kabur dari rumah " Ujar Ibu.


" Tenang Bu jangan panik Ayah cari dulu Mia didalam rumah, mungkin saja dia lagi di samping rumah atau jalan jalan di sekitar rumah " Ujar Ayah untuk menenangkan hati dan pikiran Istrinya.


Ayah mengangkat vas bunga tersebut dan mengambil secarik kertas, kemudian dia membacanya isi surat tersebut.


...****************...


...... Assalamualaikum wr. wb.......


...Ayah, Ibu maaf kan Aku yang tidak berbakti kepada kalian, bukan maksud Aku untuk meninggalkan kalian tapi Aku mau menggapai impian ku untuk menjadi artis terkenal....


...Aku mohon hentikanlah perjodohan ini karena Aku tidak mencintai anak Pak Kades, dan doakan anakmu untuk bisa menggapai cita - citanya....

__ADS_1


... Aku sayang kalian semoga kalian tetap sehat dan bahagia walaupun Aku sekarang tidak bersama kalian, doakanlah Aku untuk menjadi orang yang sukses....


...Wassalamualaikum wr. wb....


...****************...


Setelah Ayah membaca surat tersebut, Ibu sedih dan mencucurkan air mata, Ayah mendekati Ibu dan mengusap air mata istrinya.


" Seharusnya Kita setuju Mia mengejar cita citanya dan tidak menjodohkan dia sama orang yang tidak dia cintai " Ucap Ibu sambil merenungi isi surat.


" Mungkin !!!! Mia, tidak akan kabur dari rumah " Lanjut Ibu bicara sambil menangis.


" Ibu tenang, Ayah akan cari Mia ke Jakarta dan membawa dia kembali kerumah " Ucap Ayah sambil mengusap rambut Ibu.


" Jangan Yah, biarkan dia mengejar cita - citanya "


" Aku nggak mau buat dia sendih dan melamun karena tidak bisa menggapai keinginannya" Ujar Ibu.


" Kalau itu yang Ibu mau, dan Ibu inginkan, Ayah biarkan Mia di Jakarta untuk menggapai cita- citanya " Kata Ayah sambil menenangkan Ibu.


" Terima kasih Ayah, karena sudah setuju Mia menggapai cita citanya " Ibu tersenyum kecil.


" Iya, yang penting Ibu senang, dan semoga Mia Di Jakarta baik baik saja " Ucap Ayah walaupun sedikit gelisah karena takut ada apa apa sama anaknya di Jakarta.


Walaupun Ibu juga gelisah karena anaknya sendirian di luar kota, tetapi Ibu juga merasa senang karena Suaminya akhirnya setuju untuk membiarkan anaknya mengejar cita citanya.

__ADS_1


Didalam hati Ibu mendoakan semoga anaknya baik baik saja di luar kota.


__ADS_2