
*** Keesokan harinya di pagi yang cerah dan sejuk di rumah mia. ***
Diruang makan
"Bu!! mia udah keluar dari kamarnya".Kata ayah sambil duduk di meja makan.
"Kayaknya sih belum pak".Sahut ibu sambil menyuguhkan kopi ke ayah.
"Apa dia kagak mau keluar karena takut dimarahin ayah".Kata Ayah sambil minum kopi.
"Benar, mia kagak mau keluar karena takut di marahin ayah". Jawab Ibu
"Apa sih mia bicara seperti itu sama ibu".Kata Ayah.
"Sebenarnya mia sama sekali belum keluar kamar, apalagi ngomong seperti itu sama ibu". Jawab Ibu sambil menyiapkan makanan diatas meja makan.
"Walaupun mia belum bicara tentang itu, tapi perasaan seorang ibu pasti benar kalau mia kagak mau keluar karena takut di marahin ayah". Lanjut bicara Ibu.
Ayah terdiam di bangku dan merenungkan semua yang di katakan ibu, sebenarnya ayah nggak mau memaksa anaknya bertunangan sama bagus tetapi ayah berpikir cuma bagus yang bisa membahagiakan mia.
"Ayah yang kita lakukan ini apa nggak begitu belebihan, anak kita tuh udah besar bukan anak kecil". Kata Ibu.
"Seharusnya kita sebagai orangtua memberikan kebebasan kepada anak kita untuk memilih calon suaminya sendiri". Lanjut ucapan Ibu.
"Tidak boleh si mia memilih calon suaminya sendiri, nanti kalau pilihannya salah bagaimana?". tanya ayah.
"Ibu yakin mia itu pintar dalam menilai orang, apalagi memilih calon suaminya sendiri dia tidak mungkin memilih orang yang salah".Jawab Ibu dengan tegas.
"Ayah tetap pilih bagus sebagai calon suami mia, suka nggak suka ayah tetap pilih bagus".Kata Ayah dengan tegas dan gigih.
"Terserah".Sahut Ibu dengan menggeleng kepala karena capek ngeladenin Ayah.
Didalam kamarnya mia mendengar pembicaraan Ayah dan Ibu, mengenai perjodohan nya sama bagus.
__ADS_1
Mia sedih karena Ayahnya nggak mengerti perasaannya, tetapi di sisi lain Mia senang karena Ibunya membelanya dan pengertian sama mia. hingga rela berdebat dengan Ayah walaupun ibu tetap saja kalah kalau berdebat sama ayah.
Ruang makan
"Bu panggilin mia suruh dia sarapan nanti telat berangkat ke kebunya".Kata Ayah menyuruh Ibu.
"Iyah Ibu panggilin".Jawab Ibu sambil berjalan menuju kearah kamar mia.
sampai dikamar mia ibu mengetuk pintu.
Tokkk .... Tokkk .... Tokkkk ... Tokkk....
"Mia sarapan udah siap ayo kita makan bersama, Ibu tau kamu sudah bangun tetapi kagak mau keluar karena takut dimarahin Ayah".Kata Ibu.
"Jangan khawatir Ayah nggak bakal marahin kamu lagi, kan ada Ibu yang bakal bela kamu".Sambung perkataan ibu.
"Baik Ibu, Mia keluar".Kata Mia sambil membuka pintu kamarnya.
Kreekk.....
Tokkk...Tokkk...Tookk.... Assalamualaikum.
Ibu menuju ruang makan dan Mia yang membuka pintunya dan membalas salam, Mia terkejut melihat orang yang mengetuk pintunya ternyata orang itu Bagus.
Ayah bertanya siapa yang datang dan Mia menjawab pertanyaan Ayah. Setelah mengetahui Bagus yang datang Ayah sangat senang dan menyuruh Bagus masuk, setelah bagus masuk Mia menutup pintu dan berjalan bersama Bagus menuju ruang makan untuk bertemu ayah.
Sampai diruang makan Ayah melihat Mia dan Bagus berjalan bersama, Ayah terseyum dan berpikir Bagus adalah orang yang terbaik untuk mia.
Ayah menyuruh Bagus duduk dan makan, awalnya bagus menolak tetapi Ayah nya Mia membujuk dan merayu bagus untuk makan. Akhirnya Bagus terbujuk rayuan Ayah Mia lalu dia makan bersama keluarga Mia.
Pada saat makan, di bibir Mia ada sebuah butir nasi. Kemudian Bagus mengambil butiran nasi itu di bibir Mia dan di buang.
Ayah yang sedang makan tanpa sengaja melihat kelakuan Bagus mengelap bibir Mia dengan tangan Bagus sendiri, Ayah tersenyum melihat kejadian romatis tersebut dan berharap semoga Bagus menjadi menantunya.
__ADS_1
*Selesai makan Bagus meminta ijin kepada Ayah dan Ibu, untuk mengantarkan Mia ketempat kerjanya tanpa pikir panjang Ayah menyetujui permintaan itu.
Mia menolak Bagus untuk mengantarnya ke tempat kerjanya, tetapi ayah memaksa Mia untuk menerima permintaan tersebut akhirnya dengan terpaksa Mia menyetujuinya walaupun didalam hatinya menolak karena malas berdebat sama Ayah.
Bagus dan Mia pamit kepada Ibu dan Ayah, mereka naik mobil yang dibawa Bagus. setelah keduanya naik mobil, mobilnya jalan dan meninggalkan rumah mia. Selama perjalanan mereka diam tanpa sailing berbincang padahal mereka duduk sebelahan, beberapa menit kemudian Bagus ngomong sama Mia*.
Didalam mobil
"Kenapa kamu diam saja nggak nyaman yah jalan sama aku?". Tanya Bagus.
"Nggak kok cuman nggak biasa jalan duduk sebelahan sama laki-laki didalam mobil".Jawab Mia
"Nanti terbiasa kok duduk bersebelahan berdua".Kata Bagus sambil tersenyum.
"Tempat kerja ku tuh panas loh, nggak cocok sama kamu nanti kamu hitam loh".Tukas Mia.
"Nggak apa apa kok yang penting ada kamu panas pun aku lewati".Jawab Bagus menoleh ka si Mia sambil tersenyum kecil.
"Kenapa kamu mau di jodohin sama aku padahal kamu tuh kaya dan tampan kenapa mau sama aku".Kata Mia sambil melihat Bagus yang lagi menyetir mobil.
"Aku juga nggak tau kenapa aku suka sama kamu mungkin karena kamu pekerja keras dan baik jadinya aku suka sama aku".Jawab Bagus dengan tenang.
Mia terdiam dan melamun mikirin perkataan Bagus, didalam hatinya apakah Bagus benaran tulus atau hanya mempermainkan perasaannya.
Mereka pun sampai dikebun Mia dan Bagus turun dari mobil, Mia meralang Bagus masuk kebun tapi Bagus tetap kekeh mau masuk. Mia minta ijin sama penjaga kebun akhirnya disetujui kalau Bagus boleh masuk kebun.
Mereka masuk kebun bersama, dilihatin dan digosipin semua orang dikebun. Mia merasa kagak nyaman dengan gosipan mereka tetapi apa boleh buat sudah terlanjur bawa Bagus ya sudahlah pikir Mia.
Bagus Menyapa semua orang dikebun dan memetik daun teh bersama Mia. beberapa jam kemudian Mia keringatan dia terkejut melihat Bagus mengelap keringat nya dan mengasih minum kepadanya, Mia mengucapkan terima kasih sama Bagus dan Bagus hanya menatap Mia saja.
Hari semakin sore dan semua daun teh sudah terkumpul penuh, semua menimbang hasil panennya termasuk Mia dan Bagus.
selesai Menimbang di bagikan Uang, Mia mendapatkan uang dan Bagus pun mendapatkan uang hasil petik kebun, tetapi Bagus memberikan uangnya kepada Mia. Mia menolak uang Bagus tapi Bagus memaksa Mia untuk menerima uangnya, dan semua orang di kebun menyuruh Mia mengambil uang tersebut terpaksa Mia mengambil uang tersebut.
__ADS_1
*** Setelah mendapatkan uang mereka berpamitan kepada semua orang, Bagus ingin traktir makan tapi Mia menolak karena lelah akhirnya mereka pulang kerumah dan meninggalkan kebun.***