
***Mia melamun memikirkan cara untuk menolak perjodohan ini, dengan cara yang halus supaya tidak menyakitin hati mereka, tiba-tiba ibu menepuk pundak mia***
Ibu : " mi kamu kenapa melamun, ayah lagi bertanya sama kamu apakah kamu mau di jodohkan sama anak pak kades."
bagus (anak pak kades) : " nggak apa apa kok kalau kamu kasih jawabanya nggak sekarang, kamu pikirin mateng mateng dulu jawabanya kan ini masalah masa depan kamu, aku bisa nunggu kok (senyum kecil) ".
Ayah : " nak bagus emang orang baik dan pengertian banget, mia sangat beruntung bisa dijodohkan sama kamu. ayah tanya sama kamu mia apakah kamu mau dijodohkan sama nak bagus nggak, ayah sih berharap kamu mau menerima perjodohan ini (sambil menatap mia) ".
Mia : "(ngomong dalam hati sambil memonyongkan bibirnya) " hmm, apa yang harus aku lakukan yah nolak apa nggak, kalau nolak kasihan juga pasti hati mereka sedih tapi kalau diterima kan aku nggak suka sama sih bagus lagian juga aku baru kenal sama dia nggak tau sifat aslinya) ".
Ayah : " mi ayah tanya sama kamu mau nggak dijodohkan sama anak pak kades, jangan melamun ajah umur kamu tuh udah pantas untuk menikah dan punya anak ".
__ADS_1
Ibu : " mia teman teman kamu tuh udah pada nikah dan punya anak memang kamu nggak malu belum nikah, apalagi kamu tuh nggak ngerasa kesepian, sendiri terus tidak ada yang ngejagain dan ngelindungin kamu. ibu dan ayah nggak bakal selalu ngejagain kamu dan ngelindungin kamu terus, nanti suatu saat ibu dan ayah tiada kamu nggak ada yang ngejagain dan ngelindungin kamu, makanya ibu dan ayah mau menjodohkan kalian supaya kamu ada yang ngejagain (sambil menundukan wajah) ".
Mia : " (mengerutkan wajah) hmm.... ayah ibu maaf kalau mia selalu menyusahkan kalian dan selalu membuat khawatir kalian, tapi ayah!! ibu!! mia mempunyai impian masa depan mia sendiri, mia nggak mau di paksa dan di kekang seperti ini biar mia menentukan masa depan mia sendiri. sekarang kan bukan jamannya siti nurbayan lagi yang apa apa dijodohkan sama orang tua untuk menikah, mia mau memilih pasangan yang mia suka".
Ayah : " ( mimik wajah berubah marah) mia apa yang kamu katakan barusan kamu mau membantah perintah ayah kamu mau melawan ayah, nak bagus ini pilihan yang baik dan masa depan juga baik apanya yang kurang dari nak bagus, seharusnya kamu itu merasa beruntung untuk bersandingan dengan nak bagus banyak cewek yang mau menikah sama nak bagus, tapi mereka semua di tolak sama nak bagus karena nak bagus menyukaimu kamu dengar kan (membentak)".
Mia : " (menahan amarah) tapi yah aku ini udah besar bukan anak kecil lagi yang selalu menurutin keinginan ayah, aku tuh punya keputusan sendiri untuk masa depan aku ".
Mia : " (tersenyum lebar) benar juga yang dikatakan bagus yah kalau kita udah saling mengenal kan kita bisa akrab juga ".
Ayah : " dasar anak ini keterlaluan, kalau nak bagus setuju dengan cara seperti itu paman setuju ajah (menatap mia) ".
__ADS_1
Mia : "(bicara dalam hati) mengerikan sekali tatapan ayah sama aku kayak tatapan mau membunuh ".
Pak agus (kades) : (sambil berdiri) " yah udah kalau ini keputusan yang tepat untuk mereka berdua saya nggak bisa ikut campur, kan mereka berdua yang akan menjalankan nya semoga mereka berjodoh. sudah sampai sini dulu percakapan kita mengenai perjodohan ini semoga bejalan lancar, saya dan bagus pamit pulang dulu maaf sudah merepotkan kalian ( langsung berjabat tangan dengan ayahnya mia) ".
Ayah : " (langsung berdiri) yang seharusnya minta maaf saya, atas kelakuan anak saya yang tidak sopan kepada pak kades dan nak bagus ".
Bagus : " nggak apa apa kok paman mungkin mia belum kenal saya jadinya dia berkata seperti itu, saya dan ayah saya pamit dulu yah paman, bibi, mia ( berdiri) ".
Mia : " maaf atas ketidak sopannan saya pak kades dan bagus, hati hati dijalan yah (berdiri)".
Bagus : " ga apa apa kok jangan dipikirin mia (menyeringai) ".
__ADS_1
*** ayah dan ibu mengantar pak kades dan bagus keluar rumah, bagus dan pak kades pulang kerumahnya. ayah dan ibu menutup pintu, lalu mia masuk kedalam kamar nya takut nanti di marahin ayahnya atas kelakuan nya, ayah mencari mia ternyata mia masuk kedalam kamarnya. ibu menyuruh ayah tidak melanjutkan persoalan ini lagi, ayah menahan emosi nya dan membantu ibu membersihkan semuanya sesudah membersihkan semua ayah dan ibu beranjak ke kamarnya untuk tidur ***.