
Jam 07.00, Mia sudah sampai di Jakarta.
Mia merasa senang karena akhirnya Dia sampai di kota J, Dia melamun memikirkan kalau sudah sampai di tempat audisi apa yang harus dilakukan.
" Aku harus cari angkutan umum jurusan ke Studio J 9 " Ucap Mia.
Mia berjalan menuju angkutan umum dan bertanya kepada orang yang berlalu lalang, sesudah bertanya dan tau angkutan umum mana yang jurusan ke jalan antasari Mia berjalan menuju angkutan jurusannya.
angkutan jurusannya nomer 19, dia mencari angkot yang nomer nya 19. Dia berjalan kesana kemari mencari angkutan umum jurusannya, tapi tetap tidak ketemu angkot tersebut.
Mia bertanya lagi kepada orang yang sedang berjalan, sambil memegang erat tasnya takutnya ada yang ngejambret tasnya.
" Permisi !!!! ka saya mau nanya kalau angkot jurusan nomer 19 dimana yah" Ucap Mia.
" Okh, angkutan jurusan nomer 19 belum datang mungkin pada lagi nganterin orang " Ucap salah satu orng yang ditanya.
" Sekitar jam berapa yah angkutannya datang " Lanjut Mia.
" Mungkin sekitar jam 9 " Jawab Orang itu.
" Terima kasih banyak atas informasinya " Mia sambil tersenyum.
" Sama - sama " Orang itu Balas senyumannya Mia.
...Mia bejalan disekitar terminal, ternyata perut nya berbunyi, karena Mia belum sarapan pagi....
...Mia berjalan mencari sarapan, Dia melihat kearah sebrang jalan ada Orang yang bejualan nasi Uduk, Dia merangkak keluar terminal dan berjalan menuju tukang jualan nasi uduk....
" Duh perut Aku sakit belum sarapan pagi, untung sebrang jalan ada yang jualan nasi uduk" ( Sambil memegang perut nya yang bunyi )
" Lumayan lah buat mengisi perut ku yang lapar ini, tapi ada di sebrang Jalan apakah aku bisa nyebrang Jalan Raya itu ? " ( Melihat jalan Raya yang begitu ramai)
" Aku pasti bisa nyebrang kesana, Mia kamu pasti bisa nyebrang " Ucap Mia.
Mia menengok kanan kiri untuk menyebrang, pada saat jalan sepi Mia mulai menyebrang kesebrang Jalan Raya.
Pada saat yang bersamaan disaat Mia hedak menyebrang dan hampir sampai di warung nasi uduk, dari arah kanan Jalan Raya sebuah mobil melaju dengan kencang.
Semua orang melihat mobil itu melaju dengan cepat, dan hampir menabrak perempuan yang lagi menyebrang.
" Awas ada Mobil, Minggir " Teriak semua Orang.
Mia bingung kenapa semua orang berteriak, Dia lihat depan, belakang, kiri, tetapi nggak ada mobil, hingga Dia melihat kekanan bahwa ada sebuah mobil melaju dengan cepat.
__ADS_1
Dia mau menghindar tetapi sudah terlambat, karena mobil itu sudah dekat dengannya.
" Haaaaaa .......... " Teriakan Mia yang begitu keras.
Mobil tiba tiba mengerem mendadak, untung saja tidak menabrak Mia.
Mia kaget dan menutup matanya dan berkata dalam hatinya ( " Apakah ini akhir dalam kehidupan ku, Mama, Papa, maafkan Aku yang banyak dosa kepada kalian, kabur dari rumah, dan belum menyenangkan hati kalian ").
Tiba-tiba Seseorang laki-laki menepuk pundak Mia dan berkata :
" Kamu nggak kenapa kenapakan ada yang luka nggak kalau ada yang luka ngomong aja sama saya ".
Mia pelan pelan membuka matanya dan melihat sesosok laki laki tampan berada didepan matanya, Dia berpikir apakah dia sudah berada di surga dan bertemu malaikat yang tampan.
" Apakah, saya sudah berada di surga ? " Ucap Mia
" Apakah Kamu Malaikat yang berada di surga untuk menjemput ku ? "
" Tapi apakah ada Malaikat yang setampan ini, kata Mama Malaikat itu bukan Laki-laki dan Perempuan, kalau benar kamu Malaikat berarti Saya udah meninggal " Lanjut Mia bingung sambil menatap Laki-laki tampan itu.
" Pertama, Kamu bukan berada di Surga, tapi berada di Jalan Raya" Ucap Laki-laki tampan itu.
Mia melihat sekeliling dan berpikir, bahwa yang dikatakan Laki-laki itu benar, Dia belum ada di Surga tapi ada di Jalan Raya.
" Ketiga, yang dikatakan Mama Kamu benar bahwa Malaikat itu Bukan Laki-laki dan perempuan, Dan juga Kamu belum meninggal " Lanjut Laki laki tampan itu berbicara kepadanya sambil tersenyum manis.
Dia mau ketawa mendengar perkataan si Perempuan Itu, tapi takut Perempuan itu marah kepadanya karena Dia ketawa, jadinya Dia hanya tersenyum manis ke Perempuan itu.
Mia bingung dengan perkataan Laki-laki itu, apakah benar Dia masih hidup, kalau Dia masih hidup berarti Laki laki yang berada di depannya bukan Malaikat, dan Dia nggak di Tabrak Mobil.
Ada perasaan senang di dalam hati Mia dan juga ada perasaan kesal dan emosi kepada Laki laki itu, karena Dia Mengendarai Mobil dengan cepat di Jalan Raya, tanpa Berpikir akan keselamatan Orang Lain.
Satu lagi Seseorang Laki laki keluar dari Mobil itu, Dia mempunyai kharisma yang cerah dan berwajah rupawan tidak kalah dari jordan, dengan raut muka kesal.
" Jordan lama sekali sih ngatasin masalah begini doang, langsung kasih Uang, Dia akan diam dan menerima " Ucap Laki kesal karena lama menunggu didalam Mobil.
" Emang menurut Kamu, Saya Orang matre yang apa apa uang" Ucap Mia dengan wajah kesal atas perkataan Arsen.
" Maaf yah teman saya memang begini kelakuannya, tolong jangan diambil hati " Ucap Jordan sambil meminta maaf atas kelakuan Arsen.
" Kenapa harus minta maaf Jordan, memang benar kan semua Orang yang tertabrak Mobil, pasti minta ganti rugi berupa uang " Lanjut Arsen dengan sikap sombongnya.
" Eh...( sambil mengacungkan jari telunjuk nya kepada Arsen) Kamu jangan sombong yah, cuman karena kamu anak orang kaya, jadinya bisa memandang rendah Aku yang orang biasa " Ucap Mia dengan nada bicara keras.
__ADS_1
" Emang kenapa kalau Aku sombong ( berjalan menuju Mia dan memegang jari telunjuk Mia yang menujuk kepadanya ) " Ucap Arsen.
Arsen melihat Mia, dari ujung kepala sampai ujung kaki.
" Lepaskan tangan mu dari jari Saya, ( Sambil menggoyangkan tangan nya supaya terlepas dari tangan Arsen ) memangnya si Kamu boleh sombong itu kan hak Kamu tapi janganlah terlalu sombong nanti dapet balasan dari tuhan baru tau rasa kamu " Ucap Mia.
Mia melihat Arsen dari ujung kepala sampai Ujung kaki Arsen, kata hatinya Arsen tuh tampan dan rupawan sayang sekali sikapnya kurang baik.
" Sebenarnya Kamu tuh mau apa, mau saya anterin ke rumah sakit, atau Gue kasih uang aja ke loe " Ujar Arsen
" Gue tuh sibuk banget, tidak hanya ngurusin Orang kaya loe doang, cepat loe katakan loe maunya apa, nanti gue telat cuman ngurusin loe doang " Lanjut Arsen sambil melepaskan tangan nya Mia.
" Sen ....... ( panggilan Jordan kepada Arsen) Kamu nggak boleh ngomong seperti itu, Dia tuh perempuan Kamu harus hormati Dia"
" Lagipula kan Kamu yang menabrak Dia, Kamu harus minta maaf kepadanya " Ucap Jordan Sambil melotot kepada Arsen.
" Tuh bener tuh kata teman mu yang bernama Jordan, Kamu harus minta maaf kepada Saya atau Saya teriak kepada semua Orang bahwa Kamu tidak bertanggung jawab, habis menabrak Saya " Ucap Mia sambil tersenyum.
Mia begitu bahagia karena Jordan membelanya, dan memarahi Si Cowok pikasebelen yaitu Arsen.
" Dih ogah dah Gue harus minta maaf sama Cewek kaya loe " bola mata Arsen memutar karena Dia nggak mau minta maaf kepada Mia.
" OK, kalau loe nggak mau minta maaf, gue teriak nih supaya loe di pukulin Orang Orang yang ada disini " Ujar Mia.
" Jangan teriak, Saya atas nama teman Saya yang bernama Arsen meminta maaf karena sudah menabrak Anda " Ucap Jordan sambil meminta maaf kepada Mia.
" Kalau kamu Saya terima permintaan maafnya, tapi teman anda saya nggak akan memaafkannya " Ucap Mia.
" Terserah loe aja Gue sibuk " Ucap Arsen dan segera masuk kedalam mobil.
" Maafkan tingkah lakuh teman Saya, ini kartu nama Saya kalau anda merasa ada yang sakit hubungi saja nomer saya " Kata Jordan sambil memberikan kartu namanya.
" Nggak usah Saya baik baik saja, simpan kembali kartu nama anda " Ucap Mia menolak kartu yang diberikan Jordan.
" Ambil aja kalau nanti anda membutuhkan Saya, hubungi Saya aja " Ucap Jordan memaksa Mia untuk mengambil kartu namanya.
" Baiklah saya ambil kartu namanya, jangan sampai kejadian ini sampai terlulang lagi " Ucap Mia menerima kartu nama Jordan dan memasukannya kedalam kantong sakunya.
" Jordan, cepat nanti kita telat " Ujar Arsen membunyikan klakson mobilnya.
" Ok !!! tunggu sebentar, Kamu hati hati yah di jalan " Ujar Jordan sambil melangkah menuju kearah mobil Arsen dan melambaikan tangan kepada Mia.
" Iya... " Ucap Mia.
__ADS_1
Mobil Arsen berjalan dan melaju semakin jauh dari Mia, dan hampir tidak kelihatan lagi.