
*** Selama perjalanan menuju kota J Mia dan Supir saling berbincang, untuk menghilangkan rasa mengantuk selama dijalan. ***
"Kalau udah ngantuk tidur aja, jangan khawatir Aku jagain Kamu."Ujar Supir.
"Nanti kalau saya tidur takutnya pak supir ikut ngantuk juga, bahayakan kalau pak supir tidur sambil menyetir."Balas Mia.
"Nggak kok, saya nggak bakal terpengaruh karena kamu tidur."Ujar Supir itu.
"Oh ya nanti saya tidur nya, sekarang belum ngantuk."Kata Mia.
*Sebenarnya Mia udah mengantuk, tapi Mia terpaksa bohong kalau dia belum mengantuk, karena Dia khawatir kalau tidur, takut diapaapain sama Supir itu.
Mia belum begitu mengenal identitas Supir itu, apa orang jahat atau bukan, sebagai jaga-jaga dia harus tetap terbangun, supaya tidak tejadi kejadian yang tidak diinginkan.
Mia terus berpikir apa yang harus dilakukan, supaya tidak mengantuk selama perjalanan.
Akhirnya beberapa menit kemudian Dia menemukan ide, untuk mengatasi rasa lelah dan ngatuknya. yaitu dengan cara bermain game di hpnya, dan sambil ngemil makanan.
Dia asik memaikan game di hpnya sambil ngemil snek, Dia pun tidak lupa menawarkan sneknya kepada Supir itu.
Supir itu menerima snek yang dikasih Mia, lalu memakan snek tersebut sambil* Menyetir, dan mengucapkan terima kasih kepada Mia atas cemilan yang diberikanya.
__ADS_1
Mereka asik memakan cemilan itu, tapi tiba tiba Supir itu bertanya kepada Mia.
"Kenapa, kamu kabur dari rumah ?."Tanya Supir itu sambir menyetir.
"Karena saya, mau mengejar cita cita saya"Jawab singkat Mia.
"Memang kamu nggak kasihan sama Orangtuamu, nanti mereka bangun nggak ada anaknya dikamar, pasti mereka khawatir dan cari cari kamu."Ujar Pak Supir.
Mia, mengerutkan dahi dan berkata"Aku juga kasihan kepada mereka, tapi mereka tidak mengijinkan ku mengejar cita citaku".
"Mungkin ada alasannya, mereka tidak mengijikanmu".Ujar Supir Melirik sekilas kepada Mia.
"Memang mereka pernah bicara kepadaku, kenapa aku tidak diijikan mengejar cita citaku, mungkin karena tempatnya jauh dan takut orang lain menyakitiku."Kata Mia.
Dengan penuh semangat Mia Menjawab perkataan Pak Supir.
"Aku pengin menjadi orang sukses, mandiri, dan membahagiakan Kedua Orangtua".Ujar Mia.
"Pengin Ibu dan Bapak naik haji ke mekah, membeli barang yang mereka sukain dan membelikan rumah yang layak untuk mereka."Jawab Mia dengan penuh semangat.
"Memang cita citamu mulia, aku nggak bisa berkata lagi. tapi aku hanya bisa mendoakanmu semoga cita citamu terwujud, Orangtuamu bahagia".Ujar Pak supir.
__ADS_1
Pak Supir bicara dalam hatinya bahwa anak ini, sangat ambisius semoga cita citanya terwujud, dan semoga tidak ada yang menyakitinya.
"Aminn, semoga cita citaku terwujud yah pak, kalau aku sudah berhasil, aku tidak akan melupakan tanda jasa Pak supir, dan terima kasih atas doanya, semoga Pak Supir juga mendapatkan rejeki yang melimpah."Ujar Mia tersenyum, karena ada orang yang menyemangatinya, dan mengedoakannya.
"Amin....."Ujar Pak Supir.
"Oh... yah Pak, kapan kita sampai di kota J ?."Tanya Mia sambil memaikan Hpnya.
"Mungkin sekitar jam 7 pagi kita sampai dikota J, kalau sudah sampai di kota kita berpisah".Kata Supir, sambil menyetir.
"Kenapa kalau kita sampai di kota harus berpisah, memang nggak bisa bareng lagi sampai ditempat tujuaan."Tanya Mia, heran.
"Karena jurusan kita berbeda, Kamu ketempat audisi, dan Saya harus mengantar daun teh ke perusahaan."Ujar supir memberi tahu.
"Nggak apa apa kok, kalau kita berpisah di kota".Jawab Mia.
"Terima kasih, atas pengertiannya."Ujar Supir.
Pukul 7 tepat, di pagi hari yang cerah.
Mia dan Supir sampai dikota J, sesuai dengan perkiraan Supir.
__ADS_1
Ditengah Kota J, mereka berpisah karena jurusan yang berbeda. Mia mengucapkan terima kasih kepada Pak Supir, sebelum Pak supir berangkat ketempat tujuannya.
*** Mia Melihat alamat audisi yang dia tulis dan Mengingat perkataan Pak Supir untuk selalu berhati hati. maka Mia berhati hati berjalan dikota J lalu menaiki transportasi umum menuju tempat tujuan. ***