menanti titik itu

menanti titik itu
sembunyi


__ADS_3

setelah adanya perdamaian di antara kami,, maka kamipun menunda membahas yang lainnya,,


hingga besoknya,,


ada panggilan di layar hp ku,,


langsung teringat semua janji kemaren melihat nama yang muncul,,


tapi aq biarkan saja dan tidak kuterima panggilan itu,


tak Lama kemudian ada SMS masuk ,, " tolong kak ditindaklanjuti pembicaraan kita semalam "


lalu Aq pun menelepon balik,, dan bertanya apa yang harus kulakukan sementara suamiku sendiri pun tak bisa kumengerti,,dya selalu berbeda setiap harinya,


tetapi mendengar suamiku akan dilaporkan jika tidak ada niat baiknya untuk bertemu dan menyelesaikan masalahnya,,


maka Aq pun berjanji akan mencari dan menepati janjiku,, dan berjanji kami pasti datang kerumahnya malam ini,,karena aq tidak mau dya masuk jeruji penjara dan tinggal aq yang menyelesaiakn masalahnya sendiri,, sementara dya di dalam jeruji tinggal menghitung Jam,, kapan Jam makan,, jam besuk ato Jam apapun itu,,karena aq sampai seumur sekarang belum pernah melihat secara langsung keadaan penjara dan amit Amit jangan sampai kejadian,


hingga sore hari,, banyak sms yang masuk dari si penagih utang ini,,


maka aq pun membawa ketiga anakku mencarinya,,


aq mencarinya ketempat yang telah diarahkan oleh teman suamiku,, yang walaupun dengan berat hati demi rasa pertemanan ato biasa disebut anak medan, hancur demi kawan,,kalimat yang sangat kubenci,,

__ADS_1


kamipun sampai disana dan ternyata dya tidak ada,


aq Bertanya dengan seorang penjudi disana,, tapi tak ada yang tau dimana suamiku,,


aq pun kebingungan dan memilih kembali kerumah,,


tapi sebelum kembali kerumah pemilik warung judi yang sangat kubenci pun memanggilku,,dan mengatakan kalau suamiku pergi kearah persawahan,,


karena sudah mulai gelap,


aq pun mengantarkan ketiga anakku kerumah dan kuberikan hp ku untuk mereka pakai bermain games,, supaya mereka juga mau ditinggal dirumah,,


aq pun menelusuri sawah yang kumulai dari belakang rumah kami,


aq mendekatinya dan kuraih bahunya dengan tangan kananku,, tapi apa yang kualami, dya respek mendorongku,,


bajuku semua kotor,dan suamikupun menolongku dan Minta maaf dengan wajah penuh rasa bersalah dan gelisah,,


aq pun memeluknya,, dalam hatiku tidak ada lagi rasa marah ato dendam tetapi Aq sungguh kasihan pada dya,,


aq menangis sambil memukul kecil didadanya,, kenapa harus sampai begini keadaannya,,


bagaimana nasib anak anak kami,,kami berdua larut dalam kesedihan kami,,tak terasa dinginnya lumpur dikaki dan ditubuh kami,,

__ADS_1


sampaii aq teringat akan anak kami dirumah kutinggal hanya mereka bertiga,,


kamipun kembali kerumah dan membersihkan tubuh kami masing masing,,


dan aq Pun meyakinkan dya untuk bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukannya,,


dan kamipun pergi untuk memenuhi janji yang kubuat dan kami hanya membawa bayi kami,,


dan aq bersyukur bisa meyakinkan kedua anakku untuk mau tetap dirumah dan tidak usahmenungguu Kami pulang,,


supaya besok paginya tidak kesiangan bangunnya,,


kamipun pergi dengan sepeda motor kami yang rentan dengan bocor ban karena Bannya sudah sangat tipis,,


dan memang sesuai dengan prediksiku pasti akan ganti ban ditengah jalan,,


suamiku pun bertanya dengan kebingungan,, bagaimana bisa kami mengganti ban sementara uang dikantongnya hanya cukup untuk tempel ban saja,,


karena sudah kuduga akan begini mengingat jauhnya tempat yang mau kami datangi,, aq pun membawa uang persiapan juga,,


kulihat rasa terharu diwajah suamiku ketika kukeluarkan uang 100 ribuan untuk ganti ban dalam nya aja,, menunggu ada rezeki untuk ganti ban luar,,


kamipun lanjutkan perjalanan kami dengan perasaan kuatir,, apakah kami bisa pulang lagi kerumah bersama ataukah suamiku akan di bawanya ke kantor polisi ataukan akan dikeroyok disana atau kejadian lain lagi yang tidak bisa kubayangkan,,

__ADS_1


aq selalu berdoa sepanjang jalan supaya kami bisa kembali dan bertemu dengan kedua anak kami dirumah bersama dan memulai hidup baru mengatasi masalah yang pastinya sangat besar,, ,


__ADS_2