menanti titik itu

menanti titik itu
masalah muncul ke permukaan


__ADS_3

masalah demi masalah,


tentang kamu terus suamiku,


hati ini bukannya lelah, bukan tak ingin mendukungmu,


bukannya tidak ingin membantumu,


seandainya bisa kuputar waktu, ingin rasanya uang yang dulu kuberikan kepadamu sebagai modal usaha kutarik dan kubelikan keperluanku semuanya,


tapi apalah daya,


ini bukanlah hal yang datangnya dari luar,


ini masalah kita yang ciptakan sendiri,


ini masalah yang paling besar kita hadapi semenjak berumah tangga,


aq dilema dengan pekerjaanmu,


statusmu bekerja, tapi tak pernah kuterima gajimu,


tapi,


karena aq juga bekerja, aq pun tidak terlalu mengharapkan uangmu,


dan,,,


inilah kesalahan terbesarku,


membiarkanmu tak menafkahiku,


aq bekerja dari pagi sampai malam, meninggalkan Ketiga ankku dengan pengasuhnya,


demi memenuhi kebutuhan ku dan anak kita, ternyata aq salah, Harusnya aq menagih uang gajimu, harusnya aq bisa sabar menerima cacianmu ketika aq meminta uang gajimu,

__ADS_1


berawal dari gaji pertamamu yang malah kami berikan kepada orangtuamu, aq jadi merasa dinomor berapakan,


dan gaji keduamu memang engkau serahkan kepadaku, tetapi aq salah menggunakannya, aq malah melengkapi semua kebutuhanku dalam 1 hari, sehingga membuatmu menjadi tidak mempercayaiku mengelola uangmu, dan aq pun merasa tidak terlalu membutuhkan uangmu,


kamu terlalu sering Menyombongkandiri, mengatakan bahwa gajimu jauh lebih besar dari gajiku,


kita menjadi tidak saling peduli, kita mencari kesenangan kita masing masing,


kamu menghabiskan waktu dengan temanmu dan aq habiskan waktu dengan belanja, belanja dan belanja,


boros,,


ia,


aq sangat boros,


aq sangat menyesalinya,


dan aq juga sudah dapat ganjarannya harus membayari utang ratusan juta karena keborosanku,


dan kamupun menerima ganjaran karena judimu di masa lalu dan juga terjerat utang ratusan juta,


pusinh,


galau,


pasti kita rasakan ini,


tapi kita jangan menyerah sayangku,


aq yakin kita bisa bangkit, kita hadapi ini bersama,


malam ini,


kamu mendapatkan pesan wa, dan kamu langsung gemetaran dan gugup,

__ADS_1


aq penasaran dengan sikapmu, sehingga aq memeriksa pesan wa mu,


dan ternyata ini seperti badai yang harus kamu hadapi, yang harus kita hadapi,


padahal baru saja kita berdebat karena masalah yang lain, ini sudah datang lagi,


apa yang Haruskulakukan untukmu sayang ?


aq menarik kepalamu untuk tidur di pangkuanku,


dan kamu pun tidur manja,


ada begitu besar rasa kasihan melihatmu,


tapi aq hanya bisa memotivasimu dan mendukungmu terus,


tidurlah dengan nyenyak dipangkuanku sayang,


rasakan lah Lembutny belaianku dan sambutlah ketulusanku dalam mendampingimu,


aq akan selalu ada untukmu,


kita hadapi masalah yang seperti badai ini bersama, pasti bisa,


pagi harinya, kamu terbangun dari tidur dengan perasaan gelisah,


yang pertama dicari ialah ponsel, dan aq melihatmu berbicara dengan seseorang yang kamu bilang adalah penolongmu di kantormu, dan walaupun kamu sudah diberi kesempatan untuk mengatasi ini dalam beberapa hari, mengapa kami masih gusar wahai suamiku,?


kuatkanlah imanmu wahai suamiku, kita tidak mendapati cobaan melebihi kekuatan kita,


kita harus kuat,


kita pasti bisa,


mari kita lalui ini bersama, jangan lagi mau terkejut dengan masalah sebesar apapun yang muncul ke permukaan ini,

__ADS_1


semoga ini cepat berlalu, semoga apa yang kita mulai hari ini, usaha kecil kita ini menjadi jalan kita mencari rezeki dan membantu kita memnuhi kebutuhan kita, dan kita mendapat kebahagiaan kita dan kita semakin saling Menyayangi dan lebih mencintai,,


owhhh Tuhan tolong kami,,


__ADS_2