menanti titik itu

menanti titik itu
bulan penuh masalah


__ADS_3

tanggal 1 yang biasanya jadi awal yang baik,,


awal bulan yang ditunggu tunggu siapapun, termasuk diriku.


jam 4 sore masuk sms banking,,


horeee,,,,,


ada rasa senang dan bahagia,,,


dalam masalah yang begitu besar aq merasa ada perasaan lega, paling tidak ada untuk memenuhi kebutuhan kita,


tapi,,,


teringat denganmu yang sedang berlari kesana,


berlari kesitu, menjauh dari orang orang yang mengejarmu,


berlari dari kami yang telah kau terlantarkan,


pintu samping rumah tak lagi kukunci,,


supaya aq tidak terganggu lagi untuk membukakan pintu untukmu takkala kamu pulang pagi hari,


walaupun aq tidak bisa tertidur kalau kamu belum pulang,,


tapi tetap kurebahkan tubuhku supaya aq tidak terlalu lelah dan setidaknya ada sedikit tenaga untuk menghadapi masalah berikutnya,


karena kutau didepanku masih banyak masalah yang belum kau uangkapkan padaku,


marah,,


sangat marah,,


andai saja aq bisa kuat meninggalkan anak anak,


aq akan pergi jauh,,


tapi setiap terbesit rasa benciku


rasa sayangku pada anak anakku lebih kuat,,


tak tega rasanya melihat anak anakku yang masih kecil harus menanggung kehilangan kasih sayang ayahnya,,


ditambah lagi anak anakku yang sangat menyayangi ayahnya,


setiap saat anakku bertanya,,


ma,,


bapa mana?

__ADS_1


aq selalu menjawab,, kalau bapanya kerja,,


ia kerja,,


kerjanya lari sana,, lari sini,,


karena aq sudah menerima gaji dari upahku ngajar les dari sore sampai malam,,


aq memutuskan menunggu mu pulang,,


tapi sampai jam 3 pagi,, tak muncul juga,, hingga tak sadar aq terbangun sudah jam 6 pagi,, engkau tak ada disampingku,,


gelisah,,, ketakutan,,


ada apa denganmu,?


dimanakah kamu?


segala pertanyaan muncul dibenakku,,


tapi aq harus tetap ingat tugasku,, anak2 ku harus sekolah,,


maka kukuatkan hatiku,, berusaha terlihat tenang dan kubangunkan anak anakku,,


sambil manggil nama anak anakku membangunkan mereka,, sambil kubuatkan nasi goreng kesukaan anakku,


seperti biasanya,, butuh waktu 20 menit hanya untuk membangunkan mereka,


biasanya ayahnyalah yang membangunkan mereka,,


tanpa toleransi apapun anak anak akan digendong ke kamar mandi dan merekapun bertiga berantem dulu hanya karena dipaksa mandi,,


itu sudah jadi kebiasaan di rumah kami kalau pagi hari,, dan hanya aq lah yang bisa menghentikan mereka ,,walaupun harus rela disebut monster pagi hari,,anak anakku akan langsung patuh,,


tapi itu tidak ada lagi semenjak suamiku punya masalah,,


semuanya harus kuhendel sendiri,


tak terasa air mataku jatuh lagi,,


terlalu sakit memang yang kurasakan sekarang tapi harus kujalani,,


anak anakku berhasil kubangunkan dan kumandikan,


setelah lengkap pakai seragam sekolah,, kulengkapi bekal makanan anakku,,


sambil menyuapin makan,, aq pesan gojek,


anak anakku terpaksa naik gojek,


dan syukurnya ada bang gojek yang sudah sangat dikenal anak anakku,, karna anak anakku paling tidak mau diboncengin siapapun,,

__ADS_1


tapi karena bang gojek ini bapak teman sekolah dan tetangga yang tidak terlalu dekat sehh,, anak anakku mau naik gojek,,


setelah selesai semuanya, dan bang gojek yang sangat baik dan sabarmenunggu sudah datang,, kuberangkatkan anak anakku,,


ada rasa kecewa kulihat di wajah mereka,


tapi aq langsung menguatkan mereka dengan senyuman dan lambaian tangan,,


dan untuk menghilangkan kekecewaan mereka aq berusaha menyiapkan makan siang kesukaan anakku,,


ayam goreng kesukaan anak pertamaku dan sop ayam kesukaan anak keduaku lengkap dengan buahnya,,


sambil menjaga anak ketiga kami kubereskan rumah,,dan dalam hatiku tetap menunggu kehadiran suamiku dirumah ini,


sudah kubulatkan tekadku,, aq akan membantu suamiku menyelesaikan permasalahan nya dan aq yakin suamiku kali ini benar benar berubah,,


semoga saja,,


kring kring kring,,


nomor baru,,


sempat malas ngangkat telp tapi dari pada penasaran,,


setelah 5 panggilan tak terjawab dari nomor yang sama aq mengangkatnya,


dan benar suara itu kukenal,


"halo, ma,ni papa!


ada perasaan lega dihatiku,


"halo, pa,, ini papa yah?


papa dimana?


kenapa tidak pulang?


pulanglah ke rumah,, "!


" gak bisa ma,, papa blum bisa kerumah,, nanti pasti ada yang ributin dirumah,, gak kuat papa!


" yud lah,, tapi jaga diri ya pap!


" yud yah ma,, mungkin papa nanti mau kerumah kakak disikampak,doakan papa ya ma "!


"pasti pa,, hati hati pa,, jangan lupa kabari pap!


pembicaraan kami berakhir dan aq tetap berharap semoga suamiku tetap sehat dan dijauhkan dari bahaya,, karena kutau sangat banyak orang yang telah disakiti suamiku,,


semoga suamiku menemukan solusi,,

__ADS_1


aq berencana memberitahukan semua keluarga,, terkhusus adik iparku,,semoga ada jalan keluar,,


__ADS_2