Mencoba Melawan Takdir

Mencoba Melawan Takdir
19.meningakan kota toxicity


__ADS_3

Brian yang baru balik dari kerja pun merasa bingung karena jam segini Arif sudah berada di rumah tetapi dari luar rumah masih terlihat kosong


Rif oh Rif sahabat ku yang baik dimana kah engkau


Brian yang keliling rumah pun kebingungan karena gak menjumpai Arif dan dia pun mencoba menelfon Arif dan kirim pesan tapi gak di balas atau no yang di tuju udah gak aktif lagi


Rif kemana kau Rif Jagan buat aku cemas Rif


saat Brian berusaha menghubungi Arif dia melihat surat di atas meja yaitu surat dari Arif untuk Brian


**sahabat ku Brian maaf aku gak pamitan atas kepergian diriku ini Brian


karena udah gak ada apa-apa lagi bagiku di kota ini kawan.


ku harap kau akan selalu sehat dan bahagia menjalani hidup ini kawan


ini adalah tabungan ku selama ini Brian ku harap kau dapat menggunakan dengan baik untuk usaha Brian

__ADS_1


dan cobalah telfon orang tua mu Brian bilang ke mereka kau gak akan kembali dan akan sukses di kota ini Brian


jika aku punya waktu nanti aku akan mengunjungi orang tua mu Brian


salam hangat dari sahabat mu . ARIF


Brian yang selesai membaca surat itu pun langsungnya menangis karena baginya sangat sulit untuk berpisah dengan Arif yang udah seperti saudara bagi nya dan Arif pun juga membantu dia dengan memberikan tabungan nya ke Brian


Arif yang udah meninggal kan kota toxicity pun terus melanjutkan perjalanan di perjalanan Arif hanya terus jalan Lurus Tampa ada tujuan disaat Arif jalan lewat lah kereta kuda


hei anak muda mau kemana Kah engkau


aku belum tau kemana tujuan ku kek


**kalau gitu gimana ikut saya aja ke kampung kakek yang berada di dekat pegunungan GOLD itu anak muda


baik kek aku akan ikut**

__ADS_1


Arif pun menaiki kereta kuda itu dan dia juga berkenalan dengan orang tua itu di sepanjang jalan Arif hanya diam . orang tua itu juga gak mengajak Arif untuk berbicara karena dia tau Arif lagi mengalami kesulitan. cukup lama mereka naik kuda


anak muda hidup ini hanya sebentar dan jangan terlalu terpuruk dalam masalah yang kita alami anak muda ada kalanya kita harus belajar dari setiap masalah yang kita alami dan tetap melanjutkan hidup ini karena hidup kita cuman sebentar di dunia ini


Arif yang mendengar perkataan dari orang tua itu merasa hatinya sedikit tenang karena dia seperti mendapat nasehat dari orang tuanya


tak berapa lama mereka pun sampai di kampung yang terlihat sangat sederhana dan penduduk nya terlihat sangat bahagia


tak seperti di kota yang masyarakat nya terlalu sibuk untuk kerja seakan gak peduli degan yang lain


**itu rumah ku anak muda walaupun sederhana setidaknya dapat untuk istirahat


terima kek ini udah lebih dari cukup kek**


orang tua itu pun menunjukkan kamar untuk di tempatkan oleh Arif


itu dulu kamar anak saya dia udah meninggal karena terjadi banjir besar di kampung ini dulu

__ADS_1


terlihat jelas bahwa orang tua itu sangat sedih bercerita tentang anaknya tetapi ia gak melihat kan bahwa dia bersedih


terima kasih kek atas ke baikan kakek ke saya


__ADS_2